'I am hurt when you sick'

49 4 0
                                    

Cast : Park Jimin

Enjoy the story yeorobun!!
.

.

.
Pagi itu matahari bersinar cerah,merambat masuk melalui celah celah tirai kamar ku.
Aku yang sudah siap berangkat sekolah segera melangkah kan kaki ku menuruni anak tangga menuju ruang makan.

"Eomma,appa selamat pagi!" Ucapku ketika menemukan kedua orang tua ku sudah duduk di kursi meja makan.

Sarapan pagi ini eomma memasakan nasi goreng dengan telur mata sapi sebagai lauknya. Tapi karena sedang tidak begitu selera jadi aku hanya menambil dua lembar roti dan mengolesnya dengan selai cokelat.

Aku merasa ada yang salah dengan diriku hari ini,tidak tidur hampir semalam suntuk,tidak nafsu makan dan sepertinya tubuh ku terasa agak lemas.

Ponsel ku berdering saat aku tengah mengabiskan sarapan ku.

Ku ambil ponsel dari dalam tas sekolah,segera ku angkat panggilan itu setelah melihat caller id yang muncul.

'Aku sudah di depan rumah mu.'

"Ah begitu ya? Baiklah aku segera keluar."

'Nee.'

Ku akhiri panggilan tersebut dan segera beranjak dari meja makan.

"Eomma appa aku harus berangkat sekarang,annyeong."

"Ah anak itu sudah sampai ya?Bilang padanya hati-hati saat berkemudi." Sempat ku dengar appa berbicara sebelum aku kembali menutup pintu.

***

Tuk..tuk..

Aku mengetuk kaca mobil nya yang terparkir tepat di depan gerbang rumah ku. Ia membuat gestur seolah menyuruh ku masuk ke dalam mobil.

"Annyeong Jimin-sunbae." Berniat meledeknya sambil memasang sabuk pengaman setelah menutup pintu.

"Aishh jinjja anak ini,kenapa begitu menggemaskan?" Balasnya sambil mengacak rambut ku dengan gemas.

"Yaa!! Aku sudah menata rambut ku dan kau malah merusaknya,huhh menyebalkan sekali." Dia tertawa saat aku mencubit kedua pipinya.

Ia mulai melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah ku,sempat hening beberapa saat karena dia fokus menyetir dan aku sibuk memperhatikan jalan yang kami lalui.

Hingga saat lampu lalulintas menunjukan warna merah,ia menghentikan mobil dan menoleh ke arah ku lalu mengangkat sebelah tangan nya untuk mengelus rambut ku.

"Kenapa diam saja?" Tanya nya.

Aku menoleh dan mendapati ia tengah tersenyum,kedua matanya semakin menyipit dan membuatku ikut tersenyum.

"Ani, Aku tidak mau mengganggu fokus mu mengemudi."

"Aku tidak merasa terganggu,biasanya kau selalu berceloteh riang saat kita sedang dalam perjalanan." Jawabnya

"Hmm,hanya saja tadi appa berpesan padamu untuk hati-hati saat mengemudi."

"Ah itu ya,bilang pada appa untuk jangan khawatir akan aku pastikan putri kesayangannya baik baik saja." Sambil melajukan kembali mobil nya karena lampu lalulintas baru saja berubah menjadi hijau.

Mobil nya memasuki gerbang sekolah dan berhenti setelah mendapat tempat parkir, kami berdua turun dan segera berjalan menuju ruang kelas masing-masing.

Omong-omong aku dan Jimin tidak sekelas,ia berada satu tingkat di atas ku. Kelas kami terletak agak jauh,jimin di lantai satu sementara kelas ku berada di lantai tiga.

Bby💕(Bangtan being yours)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang