Siang ini Dinda akan di operasi. Rana, mamanya,Papanya dan Revan hanya bisa berdoa semoga Dinda baik² saja. Jantung Rana berdebar sejak tadi bukan karna Revan ada di sampingnya tapi karna khawatir Dinda tidak akan selamat dan--. Rana menggelengkan kepalanya,tidak! Dinda tidak bisa meninggalkannya,air matanya keluar lagi, menangis dalam diam. Revan yg berada di samping Rana hanya bisa merangkul Rana dan membawanya ke dalam dada bidangnya. Rana menarik nafas mencoba memejamkan matanya.
Baru saja Rana menutup Matanya. Sebuah Suara membangunkannya. Code blue code blue. Rana langsung berdiri dan menghampiri dokter beserta perawat yg keluar
"Apa yg terjadi"tanya Rana dengan cepat kepada perawat.
"Jantung Pasien yg bernama Dinda Kanya menurun drastis "
Rana sudah tidak dapat menahan tubuhnya lagi.
Plis,Din jangan pergi,batinnya.
Rana hanya bisa bersandar di tembok agar tubuhnya tidak jatuh. Air matanya kembali keluar dengan sangat deras.
-----
Perawat yg memberitahu keadaan Dinda terakhir kali menghampiri mereka
"Mari,silahkan ikut kedalam"
Tina menggenggam tangan anaknya. Menuntut nya untuk ke dalam. Tina sudah menyuruhnya untuk tetap Disini tapi Rana tetap keras kepala untuk ikut dan akhirnya Tina menyerah.
Dokter menjelaskan keadaan Dinda. Banyak prosedur yg harus dilakukan dan setiap tindakan memerlukan persetujuan keluarga.
"Lakukan"jawab Tina dengan cepat.
Tina dan Rana melihat Dinda sedang di tangani oleh dokter. Kompresi sudah dilakukan untuk menstabilkan Detak jantung Dinda. Detik² terasa begitu berat bagi Rana. Rana hanya bisa diam menyaksikan sahabatnya sedang ada dalam persimpangan hidup dan mati. Ada harapan besar untuk Dinda sembuh tetapi dibalik itu semua ada juga ketakutan Dinda akan pergi meninggalkan.
"Clear! Shock"ucap sang dokter.
Percayalah ini adalah detik yg sangat menegangkan. Rana terus berdoa.
"Din,Bertahan!" lirih Rana
"Shock"
Kompresi terus berlanjut.
"Shock"
Komputer yg menunjukkan garis tak beraturan kembali stabil. Semua orang tersenyum,termasuk Rana walau air matanya masih turun.
Perawat dan dokter menghampiri Tina dan Rana.
"Selamat bu,anak ibu mempunyai keinginan yg kuat untuk sembuh"kata Dokter
"Terima kasih sudah berusaha"kata Tina sambil menjabat tangan dokter begitu juga dengan Rana yg tersenyum kepada dokter
"Itu sudah menjadi tanggung jawab kami"
Tina dan Rana keluar dari ruangan. Rana menghampiri ayah nya dan memeluknya. Ghani membalas pelukan itu.
"Terima kasih yah"kata Rana dengan tulus
Ayahnya menganguk. Rana melonggarkan pelukannya dan beralih pada Revan.
Revan tersenyum begitu juga dengan Rana.
-----
Kabar Dinda kecelakaan sudah menyebar ke seluruh sekolah. Hari ini Rana sudah memasuki sekolah. Berjalan menyusuri koridor menuju kelas nya bersama Revan yg menggenggam tangannya

KAMU SEDANG MEMBACA
Friend? Don't Leave Me(Completed)
AcakKisah Persahabatan Rana Dan Dinda, Yang Penuh Tantangan. Kisah Dinda dengan cinta pertamanya dan juga sahabat yg menjadi prioritas di atas segalanya bahkan di atas orang tuanya. Kisah Rana yg selalu membuat Dinda Terluka Orangtua Dinda yg berpisah...