Setelah melihat minju tadi dilapangan, yujin sampai rumah dengan selamat. Kurang ajar kalian yang doain gue kecelakaan. Kata ujin.
Yujin menutup pintu kamarnya kuat, melempar tasnya sembarangan lalu merebahkan tubuh di kasur dan menutup mata. Nafasnya naik turun menahan emosi.
Yujin pov
Bangsat si biji wijen. Udah tau minju punya pacar malah di deketin. Minju juga udah tau punya gue masih aja nemenin orang sembarangan. Gak mikirin perasaan gue apa.
Mana akhir akhir ini jarang bareng lagi. Maunya apa sih, udah bosen kali sama gue ya.
Alasannya osis, bilang aja mau berduaan sama biji wijen. Gak mikir perasaan gue banget dah. Ngrasa punya pacar apa ngga sih!
End Pov
Yujin mengecek hp nya yang dari tadi berbunyi notif.
Love❣ Yujin P P P P Sayang P P Yaang
Yujin membaca pesan dari pacarnya, rasanya yujin mau senyum sekarang karna panggilan sayang dari minju. Tapi sakit hatinya lebih besar.
Dia melempar hpnya sembarangan di atas kasur lalu beranjak mandi, membersihkan diri dan mendinginkan kepalanya yang hampir meledak.
Setelah mandi, yujin keluar balkon kamarnya yang berada di lantai 2, melihat keadaan komplek sekitar sambil merasakan angin sepoi sore hari.
Yujin melihat ke arah rumah yuri dimana ada ayah yuri tengah menyiram tanaman. Yujin berinisiatif datang ke rumah yuri menyapa ayah yuri karna jika dirumah dia hanya akan mengingat minju yang seenaknya duduk di lapangan tadi.
. . . .
"Eh ujin" sapa ayah yuri yang melihat yujin masuk ke gerbang rumahnya.
"Hehe lagi ngpain om?" Tanya yujin.
"Berenang,"
"Ga liat apa!" kata ayah yuri yang lagi nyiram bunga.