sebelum meninggalkanmu dalam sepi
ia baringkan ragamu di sudut kamar
agar kau bisa ditinggalkan dengan layak
agar semesta tak menerka-nerka
tubuh siapa yang ditinggalkan begitu saja
setelah jantung pada dadamu hilang tanpa jejaktidak lupa ia seka air mata yang sempat menetas
juga menutup senyum yang sempat berkembang

KAMU SEDANG MEMBACA
Hal yang tak pernah selesai
PoetryPuisi tentang segala hal yang tak pernah selesai