"Terserah kak. Kalo lo ga ngehargain gue yaudah. Silahkan pergi dari sini dan temenin atlet badminton lo" kata yujin.
Yujin berjalan menuju pintu dengan segala macam hal yang ada dipikirannya.
Baru memegang knop pintu. Minju menabraknya, memeluk yujin dari belakang. Yujin menutup mata membiarkan minju memeluknya.
"Aku serius. Aku sama sekali ga ada hubungan sama baejin. Aku dilapangan itu baru duduk disana buat nungguin kamu"
Hening, yujin diam dipelukan minju.
"Maaf aku buat kamu salah paham. Dilapangan itu aku bener bener nungguin kamu"
"Kenapa harus dilapangan?" Tanya yujin mulai bersuara
"Aku udah ke kelas kamu tapi udah ngga ada orang. Maaf" jawab minju.
Yujin membuang nafas lega. Dia berbalik menghadap minju. Memegang pipi minju kiri dan kanan.
"Ga usah minta maaf, harusnya aku yang minta maaf waktu itu nyuruh kamu milih" kata yujin sambil ngelus pipi minju. Gatel emang si ujin ini.
"Jangan hilang lagi. Jangan ngjauhin aku" kata minju bergetar, menahan tangisnya. Dia rindu dengan yujin yang pencemburu dan petakilan itu.
"Iyaa, aku ga akan jauhin kamu" kata yujin.
Yujin dan minju saling tatap dengan tangan yujin masih memegang wajah minju. Yujin sendiri juga udah mau mati 2 hari ga ketemu minju. Cuma sok kuat nahan segalanya.
Yujin mendekatkan wajahnya ke minju, menyisakan jarak yang minim. Minju menutup mata membiarkan apa yang selanjutkan akan dilakukan yujin.
Yujin tersenyum melihat minju yang menutup matanya. Yujin kembali mendekat ke arah bibir manis minju. Ya, kali ini yujin memegang kendali, mencium bibir minju.
Dari yang hanya menempel, yujin memberanikan diri melumat bibir pacarnya. Minju pun tanpa disangka membalas ciuman yujin.
Ciuman mereka menyiratkan kerinduan dan kebahagiaan yang mendalam. Setelah merasa kehabisan nafas. Mereka berhenti, saling menghirup oksigen.
Yujin menempelkan dahinya dan dahi minju,
"Maaf kalau aku kekanak kanakan. Aku mau belajar jadi yang lebih baik lagi buat hubungan kita" kata yujin lembut.
Minju balas tersenyum lalu memeluk yujin erat. Menyembunyikan wajahnya di dada yujin.
Wajah minju udah memerah menahan malu dan bahagianya. Dalam hati minju udah teriak dengan perlakuan yujin yang menurutnya sangat manis.
Yujin juga tersenyum bahagia, sambil mengelus rambut minju yang masih bersembunyi dipelukannya ini. Bahagianya yujin dapat bidadari yang sabar seperti ini. Bakal nyesal kalau yujin mutusin minju.
. . . .
Minju dan yujin kembali duduk di sofa. Yujin melanjutkan game nya, jadi nyuekin minju padahal baru aja baikan. Emang dasar bocah langsung aja main.
"Aku pulang aja deh, kamu serius amat mainnya" kata minju.
"Aih ngambek mba bidadari. Sini sinii" yujin menarik minju kepelukannya. Memeluk minju dari belakang sambil masih memainkan nintendo di depan minju.
Minju kalem di pelukan yujin. Sesekali yujin mencium kepala minju lembut.
"Emm, kamu belajar dari mana?" Tanya minju.
"Belajar apa?" Jawab yujin bingung tapi tidak bergerak.
"Yang tadi"
"Yang manaa?"
"Kiss," wajah minju kembali merah, untung yujin meluk dia dari belakang jadi ga keliatan.
"Kamu bilang di ruang BK itu first" sambung minju.
"Kalo gitu ini yang ke4, dua lagi sama yang lain" jawab yujin santai.
Minju langsung melepaskan pelukan yujin lalu menatap yujin dengan tajam.
"Hahaha bidadari bisa juga cemburu" tawa yujin melihat minju lagi kesal.
Minju mencubit paha yujin sampai yujin meringis kesakitan. Gak sakit sih, emang anaknya drama aja.
"Kenapa? Mau lagi?" Tanya yujin menggoda.
"Ahn Yujin!"
"Hahahahahahaha" tawa yujin makin keras melihat pipi minju merah. Dia senang menggoda pacarnya itu.
"Ini yang kedua kok. Cuma sama kamu doang" kata yujin kembali memeluk minju dari belakang.
"Kalo berani sama yang lain aku bawa golok ntar!" Ancam minju membuat yujin semakin gemas.
. . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liked by Kwon_Celeb ChaeYn KkuraMy ChoiBebek Joyul and 1024 others