➿26°Hilang➿

173 37 6
                                    

Di hari Minggu yang cerah, tepatnya dikediaman keluarga Ong, suasana begitu ribut.

Mereka panik atas menghilangnya Dahyun dan Seongwoo. Semuanya mencari keberadaan keduanya di setiap ruangan yang ada.

Tidak ada tanda-tanda atau pun jejak yang menunjukan keberadaan Seongwoo dan Dahyun.

Jihoon yang tidurnya terganggu begitu sangat malas. "Bun, paling juga mereka sedang jalan-jalan, atau sedang pendekatan, atau lagi, sedang berduaan."

Awalnya Hyerim berpikir demikan, akan tetapi, jika mereka berdua pergi jalan-jalan, pasti kunci pintu sudah dibuka, namun ini, semua pintu masih terkunci dari dalam. Itu artinya mereka tidak keluar melalui pintu.

"Biasanya Seongwoo kalau ingin pergi selalu izin atau bilang terlebih dahulu. Seongwoo dan Dahyun tidak diculik, kan?" ujar Hyerim ketar-ketir.

Chaeyoung merutuki dirinya, sebenarnya, saat malam hari, ia menyadari Dahyun yang keluar dari kamar, namun ia malah bersikap tidak peduli.

"Dahyun diculik oleh Seongwoo, mungkin Bun." tutur Jihyo.

Hyerim menepuk keningnya. "Coba hubungi. Ya ampun, ponsel Bunda mana?"

"Pakai ponsel aku saja, Bun." Minhyun menyodorkan ponselnya.

Hyerim menghubungi Seongwoo, hingga di detik kelima, panggilan terhubung. Ia langsung senang sambil menatap semua yang ada di hadapannya. "Di angkat."

"Hallo?" ujar seseorang di tepi sana.

"ish... Ini... Jihoon? Kok, ponsel Seongwoo ada di kamu?"

"Ini, kan sedang mencari Seongwoo di kamarnya. Tapi ponselnya berbunyi. Ya, sudah, aku angkat."

Hyerim memutuskan panggilannya dan menatap yang lain dengan putus asa. "Tidak ada... Seongwoo pergi, tapi tidak membawa ponsel. Coba hubungi Dahyun."

Chaeyoung langsung pergi ke kamar Jihyo untuk mengambil ponselnya. Namun yang ia temukan malah ponselnya yang bersampingan dengan ponsel Dahyun.

Chaeyoung kembali ke ruang tengah. "Ponsel Dahyun juga tidak dibawa."

Hyerim semakin khawatir.

Sedangkan Dahyun dan Seogwoo masih tertidur di ruangan rahasia Seongwoo. Ruangan itu hanya diketahui Seongwoo, Ayahnya, sahabatnya sejak kecil, dan sekarang ditambah dengan Dahyun.

Dahyun masih tiduran di paha Seongwoo, sedangkan sang empunya paha tidur di sandaran kursi.

Terik sinar matahari tidak membangunkan keduanya karena kemarin mereka tidur sangat larut malam.

Jihoon yang tidak peduli, malah tidur di kamar Seongwoo.

Hyerim yang takut terjadi apa-apa pada putranya memilih untuk menghubungi Sang Suami, namanya Jinwoo.

"Hallo, sayang?" ujar Hyerim membuka percakapan.

"Ada apa, sayang? Tumben siang-siang—"

"Seongwoo hilang!" Hyerim menceritakan semuanya tentang Dahyun dan Seongwoo sebelum menghilang. Bahkan ia menceritakan tentang Dahyun yang pergi tengah malam seperti apa yang Chaeyoung ketahui.

"Mereka sampai sekarang belum ditemui!"

"Coba cari di ruangan rahasia."

"Dimana? Rumah ini memiliki ruangan rahasia?"

Diseberang sana, Jungwoo bingung untuk menjawabnya atau tidak. Karena sebetulnya ia telah berjanji pada Seongwoo bahwa dia tidak akan mengatakan pada siapa pun.

"Dimana? Cepat katakan! Anak kita hilang, di tambah hilangnya sambil membawa anak orang lain!"

"Ayah curiga anak itu sedang mesra-mesraan di ruang Galaxy. Mereka tidak akan keblablasan, kan, Bun?"

"Bunda tidak tahu, makanya, cepat Ayah kasih tahu Bunda."

"Bunda coba pergi keluar, Bunda suka bertanya, kan tentang ruangan kaca yang di tutup gorden. Tapi Bunda tidak tahu pintu ruangan itu?"

Hyerim tahu itu. Ruangan yang Hyerim sangka tempat dimana suaminya menyimpan rahasia atau mungkin menyimpan foto mantan atau selingkuhannya.

Hyerim pergi keluar melihat bagian rumahnya yang terdapat kaca, namun bedanya sekarang gordennya terbuka.

Hyerim geleng-geleng kepala sekaligus lega.

Dari luar, Hyerim dapat melihat dua insan yang tengah tertidur. Sungguh menggemaskan, Dahyun dan Seongwoo yang memakai baju tidur couple tertidur di sova yang berlatar lukisan galaxy. Hyerim tak lagi khawatir, ia senang jika anaknya dan Dahyun bisa menjalin sebuah hubungan.

Hyerim yang jail mengeluarkan ponsel dan memotret mereka diam-diam.

"Bagus, ya? Orang lain ketar-ketir mencari kalian, tapi kalian malah asyik-asyik berduaan. Bunda jadi kangen Ayah."

Hyerim mengirim potret hasil tangkapnya pada Jungwoo sambil mengirimkan pesan berisi "Yah, jadi inget waktu kita dulu."

➿➿➿

═❖•My Gift•❖═Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang