Love Or Biscuits ?
***
Menurutku, Cinta itu seperti Biscuit
Terlihat sederhana tapi renyah jika di rasakan
Manis dan sedikit melekat jika di makan
Tapi, jika cinta itu seperti Biscuit
Kenapa cintaku tidak seperti biscuit?
~ Jennie Slavin
***
“Kenapa kau selalu memberiku biscuit-biscuit menyebalkan itu? Harus berapa kali aku bilang padamu—jika aku tidak suka biscuit!” omel Justin saat aku memberinya satu kotak bekal makanan berisi biscuit.
Aku tahu Justin membencinya, tapi hoh! ayolah! aku sudah membuat bekal ini sejak pagi buta, berdiri didapur hanya untuk menghias biscuit-biscuit ini sampai sedemikian rupa—berharap hiasan-hiasan itu dapat membuat Justin tertarik kemudian berubah pikiran dan mau memakannya. Well, ternyata tidak sedangkal pikiranku. Justin tetap saja menolaknya dan tidak mau memakannya—meskipun aku mencoba untuk menghiasnya dengan jutaan kristal paling mahal sekalipun. Aku yakin Justin tetap tidak akan mau memakannya.
“Kenapa kau tidak suka? semua orang suka biscuit” balasku tak terima saat mengingat betapa aku berjuang untuk ini. Aku besungut marah lantas duduk dibangku samping tempat duduknya—untuk menunjukan sedikit saja kekesalanku. Mudah sekali Justin menolaknya. Seolah-olah sekarang aku sedang memberinya satu bungkus permen yang baru saja ditemukan dari tempat sampah! Itu benar-benar tidak sebanding dengan semua usahaku pagi tadi. Seharusnya tadi pagi aku sudah berfikir tentang kemungkinan seperti ini. Tapi aku terlalu naif dan yakin jika Justin akan menghargai usahaku. Yah walaupun pada kenyataannya tidak sama sekali.
“Tapi aku tidak suka!” Justin masih tetap pada pendiriannya. Memang sulit mempunyai kekasih yang tidak romantis. Padahal hanya biscuit, apa susahnya menerimanya dan sedikit saja mencicipinya? Aku akan senang walau hanya sedikit. Setidaknya dia menghargai usahaku.
“Terserah kau saja. Jika kau tidak mau, aku juga tidak akan memaksa! Mungkin lebih baik aku berikan biscuit-biscuit malang ini pada Ben. Sepertinya dia akan dengan senang hati menerimanya.” ujarku sedikit kubuat-buat kesal. “Huh! malang sekali ya kalian ini, padahal kalian adalah biscuit-biscuit pertama yang aku buat dengan penuh kasih sayang. Tapi yah miris, orang yang aku sayangi saja tidak menginginkan kalian. Jadi mau di apakan lagi?” lanjutku mencoba menyindir Justin, berpura-pura bicara pada biscuit-biscuit yang aku tahu tidak akan pernah bisa menjawab perkataanku. Tapi apa peduliku? aku sudah kelewat kesal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot : Love or Biscuit? (Justin Bieber)
PoetryCopyright © 2012 by Nendy Surisma. Hak Cipta Terlindungi © 2012 oleh Nendy Surisma. *** Menurutku, Cinta itu seperti Biscuit Terlihat sederhana tapi renyah jika di rasakan Manis dan sedikit melekat jika di makan Tapi, jika cinta itu seperti Biscu...