"Kim, berhentilah membuat fans kita berdelusi bahwa kau dan aku sedang terikat dalam suatu hubungan, aku sudah lelah."
"Ah, bukankah kau selama ini menyukai dan nyaman dengan berita yang tersebar selama ini, Park?"
"Berhentilah berhalusinasi. Aku ti...
Joy mengangguk pelan. Ia ingin kehilangan akal sehatnya hari itu juga, ia ingin bisa sekali saja mengambil keputusan sesuai keinginannya..
Sungjae meraih kepala Joy dan membelai rambut kecoklatan milik Joy..
"Sooyoung-a, apa kau bisa berbicara selain bahasa Korea? English?", tanya Sungjae..
"Aniy, bahasa Korea saja sudah cukup untukku..", jawab Joy sembari menggelengkan kepalanya..
Sungjae sudah mengira jawaban itu akan terlontar dari mulut Joy. Sebagai warga Korea asli tentu saja, ia sangat mencintai apa yang ia miliki seperti bahasa dan mereka enggan untuk belajar bahasa lain..
"Ah, gurae.. sebaiknya kita kembali ke Korea..", ucap Sungjae tenang..
"Wae~???? Bukankah oppa baru saja mengajakku tinggal bersama disini?", Joy mulai merajuk..
"Sooyoung-a, bagaimana kau bisa hidup disini jika tidak bisa berkomunikasi dengan warga lokal? Ah, akan sangat melelahkan jika aku harus 24jam mengawalmu dan mengajarimu bahasa Inggris..", seperti biasa ketika Joy merajuk, bukan malah menenangkan. Sungjae selalu menggoda Joy agar Joy lebih marah..
"Arrasseo. Jangan temui aku lagi di Korea!", kini Joy sudah memasang wajah andalannya. Wajah ikan emas dengan ciri khas bibir yang dibuat sekerucut mungkin. Ia berkata sambil menghempaskan tangan Sungjae dari kepalanya..
"Aigoo uri Sooyoung-ie, kau selalu terlihat cantik saat merajuk. Mari kita bersulang..", Sungjae menuangkan sampanye ke gelas kekasihnya yang kosong diatas meja. Ia lalu memberikan gelas berisi semacam bir itu kepada Joy.. "Mari kita hidup bahagia..", ucap Sungjae..
Cheers..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terdengar suara gelas yang saling beradu. Mereka meminumnya dalam sekali teguk..
"Sooyoung-a, makanlah sesuatu. Jangan minum sampanye saat perutmu kosong. Itu akan membuatmu cepat mabuk..", Sungjae mengambil sandwich berisi daging dan sayuran yang sudah tersedia disana dan menaruhnya diatas piring yang berada dihadapan Joy. Ia juga menuangkan sampanye di gelas-gelas kosong yang berada dihadapannya..
"Aku bukan peminum yang payah? Lihat? Ini sudah hampir gelas ketiga..", Joy mengangkat gelas sampanye-nya..
"Ah, mungkin sampanye tidak cukup kuat untuk membuatmu mabuk. Tapi, aku tahu hal memabukkan lain, kau mau coba?", tanya Sungjae dengan pandangan yang meremehkan kemampuan Joy..