15 Des. 2018 (09.08 WIB)
SMA Wijaya"Permisi, kelas XI IPS 1 di mana ya?" Seorang wanita paruh baya yang kira-kira berumur 40 tahun mendekati satpam yang berjaga di parkiran.
"Oh, Ibu nanti naik ke atas sana, trus di sebelah kanan ada tangga, kelasnya ada di sana." Satpam yang berjaga menunjuk sebuah tanjakan yang mengarah kesebuah lorong yang di baliknya terdapat tangga yang di maksudkan oleh satpam tersebut.
"Terimakasih, pak." Wanita paruh baya tersebut berjalan menuju tangga yang sudah di tunjuk.
___Rumah
*Jreengg
Petikan gitar mengalun dengan irama yang lembut di dengar disertai suara seorang gadis melengkapi alunan.
Bintang malam, dengarkan aku bercerita... Tentang hati, yang telah temukan tempat untuk berpulang...
Biar masa lalu pergi menjauh dan tak kembali, biarkan saja
Biar musim kan berganti, biar hati terobati, biarkan saja
Karna tak perlu ada detik waktu tersia-sia
Saat tersadar ada begitu banyak bahagia... Disini..."Bintang malam bintang malam, ini masih pagi udah malam aja!" Seru seorang gadis sembari memasuki sebuah kamar.
"Apaan si, ganggu aja deh!" Gadis yang merasa terganggu menghentikan petikan gitarnya.
"Kak BJ, besok main yuk!"
Grace Intake Olivian, itulah nama lengkap gadis yang sangat gemar memainkan gitar kesayangannya. Karena kesukaannya dengan bintang dan terkenangnya panggilan jadul, membuat ia ingin di panggil sebagai BJ. Ya, bintang jadul.
"Main kemana, Ca?"
Caroline Marshanda Olivian, adalah adik Bj, yang biasa di panggil Caca oleh keluarganya. Umur mereka hanya berjarak 17 bulan saja dan Caca saat ini kelas 10 di sekolah yang sama dengan Bj.
Keduanya memiliki nama Olivia karena di ambil dari gabungan Oliver dan Iano. Oliver adalah nama ibu mereka dan Iano nama ayah mereka.
___SMA Wijaya
"Pasti ini kelasnya." Ketika wanita paruh baya telah menemukan kelas yang ia cari, segera ia memasuki kelas tersebut.
Sudah sekitar 10 menit wanita tersebut duduk di bangku paling depan, nama seorang gadis di sebut membuat dirinya bangkit dan menuju kursi yang berada di depan meja guru.
"Grace Intake Olivian.
Ibunya Grace?" Tanya seorang wanita yang berperan sebagai wali kelas di kelas XI IPS 1 setelah wanita tadi duduk di hadapanya.
"Iya!"
"Ini raportnya, sudah saya cek, nilainya bagus, meningkat dari tahun sebelumnya. Dan selamat, Grace mendapat ranking 3 di kelas." Bu Amel, wali kelas Bj memberi selamat kepada Oliv, ibu Bj.
"Oh ya? Syukurlah. Terimakasih atas bimbingannya selama satu semester ini."
"Tapi, ada yang perlu di perbaiki dalam raport Grace!"
Oliv mulai merasa panik, "Apa yang perlu Grace perbaiki, Bu?"
Bu Amel tersenyum tipis, "dari kelas 10 sampai kelas 11 ini, tidak ada nilai kegiatan di raportnya. Dia harus mengikuti ekskra kurikuler mulai semester depan."
___Rumah (10.54 WIB)
"Kak, mama pulang!" Teriak Caca keluar rumah begitu melihat ibunya membawa 2 buah berkas berwarna hitam yang tentunya raport milik Bj dan Caca.
Sontak Bj bergegas keluar kamarnya dan meraih sembarangan raport yang sudah di pegang oleh Caca.
"Eh salah kak, itu punya Caca. Ini punya kakak!" Caca mengambil raport yang ada di tangan Bj dan menukarkannya dengan yang di tangannya.
"Sorry sorry!" Bj segera membuka raportnya dan melihat nilai-nilai yang tersusun rapi.
Sudah kebiasaan Bj dari SMP, melihat nilai yang pertamakali pasti nilai matematika nya.
Sesuai harapan, nilai matematika miliknya semester ini mendapat 90, itu artinya naik dari semester 1 hanya mendapat 83, kemudian semester 2 mendapat 87, dan semester 3 ini mencapai angka 9.
Ini memang sudah harapan Bj agar nilainya selalu naik walau dari awal kecil.
"Selamat ya kamu ranking 3 di kelas." Oliv memeluk Bj dan mencium keningnya dengan bangga.
"Aku ranking berapa ma?" Wajah Caca sangatlah panik karena ini semester pertamanya di SMA. Dan tentu ia belum tau jelas sepintar apa ia dan teman-temannya.
Wajah Oliv menegang, membuat Caca semakin khawatir.
"Ma? Ngecewain ya?"
Mimik wajah Oliv masih belum berubah, hingga tiba-tiba ia tersenyum dan memeluk Caca. "Kamu ranking 1 sayang. Selamat!"
"Really? Ahh seneng banget." Caca membalas pelukan Oliv dengan kencang.
Sedangkan Bj, bagi dia hal seperti itu sudah biasa. Adiknya memang lebih pandai darinya. Masih untung orang tua mereka tidak pilih kasih karena Caca selalu lebih unggul dari Bj.
"Oiya. Bj, nilai kegiatan kamu kosong. Kamu harus ikut ekskul sayang!"
"Ekskul ya?"
*🌟*🌟*
First gak usah panjang-panjang yaa.. semoga kalian suka! Happy reading 😚

KAMU SEDANG MEMBACA
Menunggu Waktu
Short Story*** Aku menatapnya. Bersamaan dengan dia menatapku. Mata kita saling bertemu. Aku merasa waktu berhenti. Waktu yang ku tunggu kurasa sudah datang. Semua orang terasa menghilang. Suara pun hilang lenyap. Aku rasa, tersisa aku dan dia. Bili. Tunggu...