23

34 5 0
                                    

Hari ini adalah ulang tahun Rana. Seminggu menahan diri tidak bertemu dengan Dinda membuatnya berharap besar agar Dinda dtng malam ini.

"Hey Rana. Happy Birthday"ucap teman Rana. Rana tersenyum dan menerima Kado yg di berikan. Mengucapkan terima kasih. Begitulah kegiatan nya di depan pintu menyambut teman² yg di undang nya untuk dtng merayakan ulang tahun nya. Sampai acara dimulai

"Tiup lilin nya,tiup lilin nya. Tiup lilin ya sekarang juga,sekarang juga" semua orang bernyanyi dan bertepuk tangan. Rana melirik ke sekeliling lagi mencoba memastikan Dinda akan dtng malam ini

"Ran,tiup dong lilinnya. Gue udah gak sabar pengen makan"kata Seseorang temannya membuat yg lain menyorakinya.

Rana tersenyum,memejamkan matanya dan meniup lilin. Air matanya jatuh ke pipinya,tapi dia Segera menghapusnya dan berlari ke kamar. Semua orang bingung melihat Rana menangis dan memasuki kamarnya bahkan membanting pintu dengan keras.

"Maaf yah semua. Acara sudah selesai. Mohon mengerti"kata mamanya mengakhiri acara. Tina sendiri bingung dengan sikap anaknya itu.

Semua orang kecewa dan pulang ke rumah masing²

"Maaf yah"ucap mamanya lagi dengan sopan. Kemudian berjalan masuk ke dalam rumah,menaiki tangga dan melihat Ghani dan Revan berusaha membuka pintu.

"Rana. Sayang. Buka pintunya. Kamu kenapa? Cerita sama mama"kata Tina sambil mengetok pintu kamar Rana.

"Mama bohong sama Rana. Mama bilang Dinda dtng. Tapi sampai sekarang Dinda belum dtng juga" kata Rana.

"Sayang,dengerin mama dulu"

"Rana mau sendiri ma"putus nya. Rana terduduk di samping ranjang, memeluk lutut nya dengan erat. Rana begitu kacau dan kecewa karna Dinda tidak dtng di hari ulang tahun nya. Seharusnya dia tidak perlu kecewa kan? Dia sudah menyuruh Dinda pergi dari hidupnya hanya karna mamanya lebih memilih bersama Dinda. Rana semakin menangis sesegukan, bahunya naik turun menahan isakan dan sakit di dadanya mengingat kejadian saat dia menyuruh Dinda pergi dari hidupnya.

-----


"Rana"kejut seseorang dari belakang.

Rana berbalik dan mendapati sebuah boneka panda melayang.

"Tara"

"Dinda" Rana langsung memeluk Dinda.

"gue marah sama lo"katanya tapi masih memeluk Dinda.

"Marah kok bilang²"kekeh Dinda membalas pelukan Rana.

"Lo gak bakal peka kalau gue marah" kata Rana.

"Gue orang nya pekaan kok"Belanya

"Buktinya"

"Buktinya?"Dinda tampak berpikir "buktinya gue tau lo kangen gue. Makanya gue dtng"kata Dinda dengan percaya Diri.

"Tapi gue maunya lo dtng ke rumah. Bukan disini"

"Apa bedanya?"

"Ya beda lah. Di rumah semua orang liat lo,kalau disini gue doang yg lihat lo"

"Gue dtng buat lo"

"Ya tap-"

"Brisik lo ah. Ayo duduk"Ajak Dinda mendudukkan Rana di bangku panjang

Friend? Don't Leave Me(Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang