[TAHAP REVISI]
"This is not my real face!" - Kim Namjoon.
Dari sisi gelap seorang IDOL terkenal. Yang memikirkan bagaimana agar semua orang tak kehilangan harapan disaat ia tak menemukan harapan dalam hidupnya.
Bukannya menemukan harapan itu. Bagai...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setidaknya, sampai perasaan yang dilukai dengan sengaja itu pulih kembali dari luka yang membiru. Sampai semua yang kau buat berantakan itu ku tata lagi dengan usaha dan air mata ku. Aku ingin mengatakan padamu dengan jelas, kita sudah memiliki jalan masing masing. Kau harus tau, cinta itu dapat membunuh siapa saja dengan mudahnya.
Seoul
Suara dentuman musik sangat memekakkan telinga. Salah jika kalian mengira bahwa itu adalah sebuah club malam. Tidak, itu adalah tempat ketujuh pria tampan yang sedang bercucuran keringat karna latihan dengan berbagai gerakan yang mereka coba atau yang biasa disebut dance.
Sosok wanita berdiri diujung ruangan sambil membawa handuk dan air mineral ditangannya. Dia Han Hyerin. Ia sangat antusias melihat pemandangan indah didepannya ini. Mereka sangat keren saat sedang berkeringat.
Namun lamunan indahnya itu buyar, saat tiba tiba salah satu dari mereka menatapnya tajam tapi sambil tersenyum menampakkan lubang dipipinya. Sok manis sekali pria tinggi itu.
"Kenapa dia terus menatapku seperti itu? Dasar monster!" celoteh Hyerin.
Tak lama berselang, latihan mereka selesai. Pria pucat yang basah dengan keringat itu mendekati Hyerin, langsung nenyambar handuk ditangannya dan tak lupa air mineralnya.
"Apa ingin aku pesankan makanan tuan?" tanya Hyerin hati hati.
"Hyerin-ah! Aku sedang ingin pizza!" teriak Taehyung, pria itu selalu saja dengar apa yang sedang orang bicarakan.
"Ya sudah. Pesankan tujuh untuk kami, dengan mozarella diatasnya. Jangan lupa!" ucap Yoongi penuh penekanan.
Hyerin langsung berlari kecil kala tugas memanggilnya. Sudah terhitung dua minggu ia menjadi asisten pribadi pria kutub Min Yoongi itu. Awalnya ia ingin mundur, tapi satu hal yang ingin ia buktikan disini agar Yoongi menarik ucapannya dan tidak memandang Hyerin sebagai jalang lagi.
***
Ternyata susah juga menjaga tujuh bayi besar seperti Bangtan. Belum lagi harus pusing melihat keanehan mereka dan tingkah absrud ketujuhnya yang sudah diluar batas normal.
Hyerin menekan tombol lift dengan susah payah. Bagaimana tidak, ia membawa dua plastik besar yang berisi pizza.
Ting!
Lift terbuka dan mata mereka bertemu, tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Hyerin masih tertegun, enggan masuk kedalam lift.
"Kau ingin keatas? Masuklah!"
"Aku akan lewat tangga,"
"Hyerin-ah, kau tau aku tidak suka penolakan bukan?"
Astaga, Hyerin mengutuk dirinya sendiri. Mengapa ia masih takut dan menurut perintah pria tinggi didepannya itu. Akhirnya Hyerin memutuskan untuk masuk kedalam lift, mengambil jarak dan enggan mengeluarkan suara.