MPP || Night

1.4K 41 3
                                    

Malam yang membuat-ku hanya mampu menahan napas, adalah malam-malam ketika aku melewatinya bersamamu.

~Queen Vanessa Abigael.

oOo

Before reading story, click 🌟
After reading story, click 💬

Happy reading guys :))

Author VOP

2 weeks later...

Sudah dua minggu Vee berada dimansion Davide. Selama itu pula dia tidak menjumpai atau bahkan hanya melihat batang hidung sang pemilik mansion.
Hari-hari Vee isi dengan membersihkan kamarnya serta membantu para maid dimansion, seperti membersihkan dapur, dan merawat tanaman. Dia sudah mengetahui semua tempat dimansion Maximo kecuali ada dua tempat, yaitu kamar Davide dan ruang bawah tanah yang tidak sengaja ia temui didekat belakang garasi. Namun, Vee tidak bisa membuka pintunya dikarenakan harus memasuki sidik jari pada monitor kecil. Huhh! Aku harus melupakan Dan tidak memperdulikan tempat itu!.

Ting! Tong!

Suara bel membuyarkan lamunan Vee. Seperti biasa ia akan duduk menonton televisi diruang tamu sambil memakan beberapa cemilan, dan di jam segini para maid sudah kembali untuk istirahat.
Vee melihat jam yang menempel didinding dan menunjukkan pukul 00:30 am.

"Siapa yang bertamu jam segini?" Tanya Vee entah pada siapa.

Ting! Tong!

Vee beranjak dari duduknya dan menghela napas, kemudian ia berjalan ke pintu dan membukanya, Vee melebarkan mata nya.

"Kenapa lama sekali kau membukanya, hah!?!" Bentak David yang datang dalam keadaan mabuk, Vee mematung, Davide merupakan orang ke dua yang telah membentaknya, itu membuat Vee teringat lagi kepada Daddy nya, tak terasa setetes air mata jatuh. Namun, Davide tak melihat itu.

"Kenapa kau diam saja?! Cepat bantu aku!" Vee sedikit terkejut, Ia segera menghapus air mata nya. Dan segera membopong Davide membawanya ke sofa ruang tamu dengan susah payah.

"Kau ini bodoh atau bagaimana? Bawa aku ke kamar!" Tukas Davide yang masih sedikit sadar.

"Tapi, aku tidak tau dimana kamar anda, sir.."

"Tsk, emang dimansion ini hanya ada kamar ku saja huh?!"

"Baik, sir.." Vee kembali membopong Davide menuju lift dan masuk kedalam lift lalu memencet tombol yang menunjukkan lantai 2.
Ting! Pintu lift sudah terbuka, Vee kembali melangkah menuju kamar paling pojok yang merupakan kamarnya, saat sampai di depan kamar, ia memasukkan sidik jari di monitor kecil. Dan melangkah masuk lalu membaringkan Davide yang kesadarannya semakin menipis di kasur nya. Vee sebenarnya bingung, kenapa dia harus memilih kamarnya. Padahal masih ada banyak kamar kosong lain dimansion.
Vee melepaskan jas, dasi, kemeja, jam tangan, dan sepatu, serta kaos kaki Davide dan menyimpan barang Davide yang tadi dilepasnya

"Sekalinya pulang, langsung merepotkan!" Gumam Vee saat dia kembali setelah menyimpan barang Davide. Dia duduk di pinggir kasur dan menatap lekat setiap inci wajah Davide yang sempurna.

"Hmm" Tiba-tiba Davide bergumam dan menggeliat, membuat Vee sedikit tersentak.

"Kau memang sungguh tampan, tak'kan ada wanita yang tidak jatuh dalam pesona mu. Dan aku salah satu dari wanita-wanita itu" Tanpa sadar batin Vee mengungkapkan perasaan yang ia miliki sejak pertama kali bertemu dengan Davide.

Vee beranjak dari duduknya, ia ingin pergi jika saja tangannya tidak ditahan oleh Davide.

"Help me" Kata itu yang diucapkan Davide berkali-kali layaknya seseorang yang benar-benar ketakutan. Bulir-bulir keringat membasahi dahinya, Vee kembali duduk, ia yakin bahwa Davide sedang bermimpi buruk.

"Suthhh tenanglah, semua baik-baik saja" Bisik Vee tepat ditelinga Davide, dan tangan Vee yang terbebas digunakan untuk mengelap bulir keringat Davide, serta mengusap rambut Davide dengan gerakan lembut hingga Davide mulai tenang. Beberapa menit kemudian Vee mulai merasakan kantuk nya datang, ia pun menyusul Davide ke alam mimpi dengan tangan masih digenggam oleh Davide.

03:26am

"Arghh.." rintih Davide sambil memegang kepalanya dengan satu tangan, rasa pusing menyerang nya akibat dari meminum terlalu banyak.
"Oh shit! fuck drink!" umpat davide ketika mengingat apa yang terjadi dengan nya.

o0o

Ini belum semua nya ya guys..

I'm so sorry, untuk lama update nya terus, ceritanya pendek. 🙏🙏

Soalnya didunia nyata lagi sibuk banget..

Bakal up cepet kok, untuk kelanjutan nya.. Jadi tetap bantu vote and coment ya guys.. 😁😁

Before reading story, click 🌟
After reading story, click 💬

My Perfect PSYCHOPATH (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang