[08] Sweet Scene

658 90 15
                                    


"Sweet Scene"

A fictional writing by delishious101



"Kau ini, sudah sering terlambat, jarang mengerjakan tugas pula!" bentak Guru Kang kepada gadis berponi didepannya sambil menggeleng–gelengkan kepala.

Yang diomeli hanya menunduk pasrah dengan hukuman yang akan ia terima.

"Seperti biasa, bersihkan tiga toilet di ujung koridor sampai jam pelajaran ketiga selesai!

"B-baik, Ssaem...

Pria paruh baya itu pun pergi masuk ke dalam kelas. Sejeong, nama gadis itu, ia menyeretkan kakinya dengan malas menuju koridor ujung, tempat yang bisa dibilang, yah cukup jauh jaraknya.

Ini bukan yang ketiga kalinya Sejeong medapat hukuman seperti ini, bahkan hampir satu semester ia tak pernah tak kebagian jadwal membersihkan seluruh toilet yang ada di koridor itu.

Penyebabnya adalah selain ia terlambat, ia juga tak menyerahkan tugas rumahnya.

Sebenarnya ia selalu tak pernah lupa untuk mengerjakan tugas rumahnya setiap malam, tapi pagi nya ada saja kesialan yang menimpanya. Bukunya selalu menjadi sasaran gila pria di jahil dikelasnya, siapa lagi kalau bukan Kim Doyoung.

Pria jangkung itu selalu bisa menyembunyikan buku tugas Sejeong, dengan alasan dia ingin menyontek karena tak sempat mengerjakan malam harinya. Sejeong pun mau tak mau harus memberikannya, jika tidak Doyoung akan mengusilinya setiap waktu.

Sejeong mengambil karbol dan menyandarkan sapu pel ke tembok luar toilet. Lalu dipakainya sarung tangan serta masker yang sudah ia pegang sebelumnya.

"Ini menyebalkan! Aku tak tahan lagiii ...," gerutu Sejeong sambil menyemprotkan karbolnya sampai ke sudut–sudut lantai.

"Kim Doyoung, mengapa kau tak pergi saja dari hidupku!"

"Sial, dia pasti sedang tertawa di dalam kelas."

Sejeong terus menggerutu tanpa menyadari ada seseorang yang tengah mengamatinya di depan pintu.

"Ehem~"

"Ini siksaan yang menyedihkan. Mengapa hidupmu begitu malang, Kim Sejeong?"

"Ehem~"

Sejeong pun sejenak menghentikan pekerjaannya. Tanpa menoleh ke asal suara itu ia pun berkata, "Apa? Jika kau adalah orang yang diutus Tuhan untuk menolongku, lebih baik jangan berdiri saj. Cepat, bantu aku..."

Sambil tersenyum, siswa itu pun masuk ke dalam toilet. Sejeong menyodorkan masker yang ia letakkan di wastafel kepada siswa itu, lalu siswa itu pun memakainya.

"Mengapa kau dihukum? Apa kau sama sepertiku, tak mengerjakan tugas rumah?"

Lelaki jangkung itu tak menjawab pertanyaan Sejeong, ia malah menyikat bagian wastafel.

"Baiklah, mungkin kau malu memberitahukan hal itu padaku. Sebenarnya, aku bukannya tak mengerjakan tugas, hanya saja..."

Laki-laki itu tertegun, mengerhentikan pekerjaannya, lalu memandang Sejeong sambil menunggu kalimat yang dilontarkan gadis itu selanjutnya.

"Hanya saja, yaa ... buku tugasku tidak pernah dikembalikan oleh orang yang telah kuberikan contekan...." Sejeong mendengus kesal.

Tak ada sahutan.

"Ini diibaratkan seperti kau memberi kebaikan pada seseorang, tetapi orang itu malah mencelakaimu. Aku lupa pribahasa itu..."

"Guru Kang gila nan renta itu juga tak pernah mengerti dengan keadaanku. Dia selalu menganggap jika aku hanya seorang gadis remaja yang masih suka berbohong." Sejeong menyikat dengan kasar lantai toilet, mungkin sebagai pelampiasan emosinya

Kim Doyoung, anak 'setan' itu. Aku yakin kau tak mungkin tak mengenalinya. Pemuda aneh yang tanpa ampun akan mengerjaimu dan tak bisa diam setiap waktu."

"Aku pernah baca sebuah buku, bahwa seorang lelaki yang suka mengganggumu tanpa alasan yang jelas, bisa jadi dia tertarik denganmu dan ingin membuatmu sadar akan kehadirannya.

Gesekan yang sikat-sikat itu timbulkan membalas obrolan Sejeong.

"Hahaha! Memang ku akui dia tampan dan bisa diandalkan, tapi tidak bisakah dia mencari perhatian denganku dengan cara yang sedikit 'manis'?"

"Tapi ku pikir–pikir lagi, mungkin saja dia menyukaiku. Ini terdengar konyol" Sejeong menyikat lantai dengan semangat Lelaki di sampingnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anehnya

"Itu perasaanmu saja." Siswa jangkung itu pun membuka suara.

Mendegar itu, Sejeong merasa tak terima lalu mencampakkan sikatnya

"Hah?! Apa maksudmu? Apa kau teman dekatnya? Atau mungkin kau pernah jadi korbannya? Atau, mungkin...." Sejeong bergidik mengusap tengkuknya, ia menjauh sedikit dari siswa itu.

"Jika kau tak percaya, tanyakan saja padanya.

"Menanyakan? Kau ingin harga diriku jatuh seketika?"

"Baiklah, jika dia menyukaimu, apa perasaanmu juga sama apa sebaliknya?

Sejeong tertegun, ia menghela napas sebentar lalu mengucapkan dengan lirih "Ya, kemungkinan akan ... sama ... maksudku tidak tahu!" tampiknya kilat.

Lelaki itu tersenyum dari balik maskernya. Walaupun senyumnya terlihat samar, tapi bisa terlihat dari tulang pipinya yang menaik.

Keadaan pun menjadi hening seketika, menyadari itu Sejeong pun memalingkan wajahnya yang sudah berubah menjadi merah

"Yaaa ... meskipun terlihat sedikit kasar, tapi penyampaian rasa suka nya selama ini menjadi lebih mengesankan bagiku..."

Lawan bicaranya pun menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Baiklah, akan ku sampaikan padanya.

Sejeong menggigit bibir dalam. Ragu.

"Tapi, sedari tadi sepertinya kau tak ingin tahu tentangku. Bahkan menanyakan namaku saja pun tidak...."

Sejeong kaget mendengar ucapa lelaki itu. Ia pun memukul perlahan kepalanya, bodoh, gumamnya. Memang, sedari tadi Sejeong sampai tak memperhatikan wajah orang di sampingnya.

"Baiklah, siapa nama—" Sejeong tertegun melihat wajah sosok di depannya. Walaupun setengah dari wajahnya ditutupi masker, tapi Sejeong tahu bentuk mata itu.

Siswa itu membuka maskernya, membuat Sejeong semakin yakin dengan tebakannya.

"Namaku Kim Doyoung. Tenanglah, sekarang rahasiamu akan aman, Nona Kim Sejeong."

Sikat yang Sejeong pegang pun jatuh ke lantai.


End.



Note:

- also posted on indofanfictkpop

- btw happy birthday uri Doyoung-ie😍😗 wish you all the best dan tetap menjadi cimid cimid kleb di ensiti meskipun si dekyl echan dan bening markeu mencoba bertumbuh mature (๑'ڡ'๑)୨♡

semoga qita bisa dikonfirm jadian suatu saat nanti meskipun hanya dimimpi que /dasarkaumhaloe:(

regards, Juy

DOYOUNG BIRTHDAY PROJECTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang