[15] Fortune Cookie Tahun Ini

270 36 1
                                    

"Fortune Cookie Tahun Ini"
A fictional writing by im-tyaaz


"Teteh, ada paket!"

Jari Indi langsung berhenti mengetik. Paket? Ia merasa tidak memesan apapun. Buat gue?

Atau mungkin, adakah salah satu dari orang-orang yang tengah ia balas pesannya diam-diam membelikan kado dan meminta pihak ekspedisi untuk mengirimnya hari ini?

Kalau dibeliin orang... Perasaan nggak ada yang minta alamat rumah? Tapi geer amat.

Belum sempat bangun dari kasur, Ibu Mei sudah masuk ke kamar putrinya itu tanpa mengetuk pintu. Indi jadi mengurungkan niat. Cukup mengalihkan mata dari layar ponselnya sebentar, namun ia langsung terbelalak begitu melihat box berwarna hijau dengan pita salem yang selalu ia dapat sebagai kado ulang tahunnya tiga tahun belakangan. Tapi kan...

"Kok Teteh dikirimin ini lagi, Mah?" tanyanya langsung bangun dan duduk bersila.

Sambil memegang gagang pintu, beliau mengedikkan bahu. "Tadi Mamah tanya kan, katanya pengirimnya bukan Rama."

"Kurirnya gimana?"

"Tinggi, putih, pakai masker hitam. Pakai jaket motor yang gembung gitu! Apa namanya?"

Mana ada kurir begitu. "Apalah itu, Mah."

Setelah pintu kamarnya tertutup lagi, ia menilik ke luar jendela. Memang ada mobil van yang terparkir di depan rumah. Namun lebihnya, tidak ada orang di sepanjang gang sejauh yang bisa ia lihat.

Ah, paling itu mobil tamunya rumah depan.

Ia pun kembali memperhatikan paket misterius yang tadi diletakkan di atas lipatan selimutnya. Setelah dibuka, isinya tetap sama. Fortune cookie. Setelah dikeluarkan satu persatu sambil dihitung, jumlahnya pun tetap sama. 28 buah-sesuai dengan jumlah hari di bulan Februari.

Dipikirnya mustahil jika Rama masih mengiriminya kado seperti ini, mengingat bagaimana ia diputuskan dengan tidak baik-baik Desember lalu. Jangankan mengirim 'selamat ulang tahun', baikan yang benar-benar baikan saja belum.

Di dasar kotaknya lagi-lagi terdapat surat. Sebelum dibaca, ia menyempatkan diri untuk mencari surat-surat Rama yang lalu untuk dibandingkan keempatnya.

Kok? Tulisannya sama semua?

Indi, gue harap lo nggak ngira kalau gue ini Rama dan jadi berharap ya. Tapi sebenernya isinya sama kok, masih doa-doa baik untuk mengawali tiap pagi di bulan ini @.@

Mungkin Rama nggak cerita kalau semuanya gue yang bikin. Gue udah bikin ginian dari SMA buat seru-seruan aja. Pas dia tau, dia minta gue bikinin satu paket yang sama buat lo karena kita ultahnya barengan. Kalau lo ngerasa kurang romantis, ya maaf, kalimat-kalimat di dalam kue itu nggak ada yang dibedain sama punya gue soalnya. Tapi surat yang lo terima kemarin itu tetep surat dari dia kok, tapi minta ditulisin sekalian wkwkwk

Maaf ya kalau ngagetin. Gue ngerasa aneh aja kalau nggak bikinin lo juga. Dengan ini pun gue ngasih tau kalau kado ini 100% ikhlas dari gue

Jangan sungkan karena kita nggak deket ya ndi. Nikmatin aja kuenya, baca aja kejutannya, dan semoga bulan pertama di umur kita yang ke 23 ini bisa berlalu dengan lancar jaya. Aamiin yarabbal alamiin

- temennya Rama, Edo Psi'13.

Edo? Edo yang kata Rama mageran itu? Yang sekarang jadi artis? Dia nyempatin bikin fortune cookies segini banyak buat gue?! Dari dulu?!

DOYOUNG BIRTHDAY PROJECTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang