40

35 4 0
                                    

Rana tertidur malas di mejanya. Sekarang sedang jam kosong,tidak ada yg bisa dia lakukan seperti yg lainnya. Dia begitu malas bergabung dengan Tita si biang gosip. Dia malas membaca novel yg selalu dibelikan oleh Dinda. Rana memilih tertidur dengan headset yg sudah bertengger di telinganya,mencoba tertidur dan melupakan sejenak masalahnya dengan Dinda.

Bruk

Seseorang mengagetkan penghuni kelas terkecuali Rana yg sedang mendengarkan lagu dengan suara penuh.

"Rana"panggilnya sembari mengatur nafasnya.

"Rana mana?"tanya pada salah satu teman Rana masih dengan nafas yg memburu

"Rana lo dipanggil"teriak temannya memanggil Rana.

Rana mendengarnya tapi dia tidak peduli dan memilih tidur mengabaikan orang yg sedang memanggilnya.

"Rana lo dipanggil nih"teriak temannya lagi. Membuat Rana kesal dan berjalan menghampiri mereka.

"Apa?"tanya malas

"Itu-itu. Di lap-lapangan"kata orang yg memanggilnya terbata² membuat Rana menyerngit bingung.

"Lo tenang dulu coba"

Orang itu menarik nafasnya dalam dan mengembuskannya pelan.

"Lanjutin"suruh Rana

"Dinda pingsan di lapangan"katanya cepat

Rana terdiam,mencoba mencerna yg di sampaikan orang itu. Sesaat terdiam,jantungnya berdetak cepat

"Dia di uks"lanjut orang itu.

Rana berlari cepat,meninggalkan orang itu sampai menabrak orang yg sedang membawa buku. Rana tidak peduli,yg dia pikirkan hanyalah Dinda,Dinda dan Dinda. Rana memasuki uks dengan cepat.

"Dia kenapa?"tanya Rana pada lenjanga uks yg di kenal ada Sisil

"Gue gak tau, keningnya berdarah"

Rana menarik tirai,menampakkan Dinda yg sedang tertidur dengan hidung dan kening yg berdarah. Rana menarik wadah yg berisi air dari tangan Sisil.

"Biar gue aja"katanya.

Perlahan dia membersihkan kening Dinda,kemudian memberikan Betadine di atas kapas itu dan meletakkan nya di kening Dinda yg terluka,kemudian merekatkannya dengan plaster. Beralih ke hidung Dinda,Rana membersihkan darah yg masih tersisa. Setelahnya Rana memberikan wadah itu lagi kepada Sisil. Duduk di atas kursi yg ada di samping tempat tidur Rana. Rana menangis,meruntuk dalam hatinya yg tidak pernah belajar dari pengalaman.

"Auw"

"Dinda? Lo udah bangun? Masih ada yg sakit"

Dinda menoleh ke samping, mendapati Rana dengan wajah yg khawatir. Dinda menggeleng sebagai jawaban.

"Gue,kenapa bisa disini?"tanyanya bingung,seingatnya dia sedang menghormat bendera karna atributnya tidak lengkap.

"Lo pingsan. Lo udah makan?"

Ya,Dinda ingat sekarang,tadi sewaktu dia sedang menghormat tiba² saja dia merasakan sakit di kepalanya, kakinya lemas dan tak bisa menopang tubuhnya. Karna tidak tahan, Dinda jatuh pingsan dengan kepala yg terbentur ke sebuah batu.

"Lo mau makan?"tanya Rana lagi.

"Gue mau ke kelas aja"jawabnya menyingkap selimut dan duduk di tepi ranjang memakai sepatunya.

"Lo yakin?"

Dinda mengangguk,mencoba berdiri dan menahan sakit yg masih berdenyut di kepalanya. Karna tidak kuat membuat tubuhnya tidak seimbang dan terjatuh. Jika saja Rana tidak dengan sigap menolongnya maka dia akan terjatuh ke lantai dengan bebas

Friend? Don't Leave Me(Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang