Typo, sebagian dari konflik.
''sakiiiittt!'' pemuda manis itu mengerang kesakitan.
''tahanlah sebentar, kalau tidak diobati nanti infeksi'' diruang tengah, dirumah keluarga MIN, Yoongi merawat luka pemuda yang mencoba menolongnya tadi.
''yap, selesai'' Plak, Yoongi tepuk punggung pemuda itu dengan cukup keras.
''Aauww!'' teriaknya begitu dramatis.
''eh, maaf! maaf!'' Yoongi jadi bingung sendiri melihat reaksi pemuda manis itu.
''kamu kuat sekali ya?''kata pemuda itu.
''he he, disini ayahku membuka dojo karate, jadi dari kecil aku sudah mengenal karate'' jelas Yoongi tidak enak.
''kamu sama sekali tak terlihat seperti jagoan karate lho. Aku benar-benar terkejut''
''oh, mungkin karena wajahku, banyak orang yang mengira kalau aku ini seorang gadis yang berpenampilan tomboy, padahal aku ini laki-laki tulen. Pacarku saja sering tak percaya jika aku seorang laki-laki'' jelas Yoongi tanpa sadar.
''kamu punya pacar?'' pemuda itu menaikkan alisnya tak percaya.
Yoongi terdiam sesaat, kenapa mendengar kata 'pacar' dada Yoongi seperti dipukul.
''eh, sebenarnya saat ini aku tidak mempunyai pacar''
''ohh'' pemuda itu mengangguk paham.
''kami baru saja putus'' sambil berkata demikian Yoongi tertawa terbahak-bahak.
''O?'' sejak tadi pemuda manis itu hanya A O A O saja mendengar cerita Yoongi, meski sebenarnya dia tak tau apa yang dimaksud oleh Yoongi. tapi dia berusaha menjadi pendengar yang baik, anggap saja jawabnnya itu karena dia paham, meski aslinya dia tak paham sama sekali.
''pacarku direbut sahabatku sendiri. Aku benar-benar tidak menyadari hal itu sebelumnya, bodoh ya?'' tanya Yoongi yang entah kenapa diberi anggukan oleh pemuda manis dihadapannya.
Yoongi memang bodoh, lagipula kenapa Yoongi bisa mengatakan jika pacarnya menyukainya karena tubuh dan wajahnya mirip seperti perempuan. padahal Jungkook dengan gampangnya berpindah hati ke Jimin yang sedikit gemuk dan pendek darinya.
''aku benar-benar bodoh'' kata Yoongi sambil tertawa.
Tak lama kemudian wajah Yoongi jadi kaku. Dia tertawa sambil menangis. Akhirnya airmata kembali berhamburan keluar dari pelupuk matanya.
''hei, hei,..'' pemuda dihadapan Yoongi kelihatan kebingungan.
Yoongi itu aneh, bagaimana bisa dia menangis dihadapan orang lain, orang asing pula. Apa dia lupa jika dia itu seorang laki-laki?
''maaf,... aku,... hiks'' Yoongi usap airmatanya, tapi lama kelamaan kenapa tidak mau berhenti. Yoongi sebenarnya benar-benar menyukai Jungkook. Sangat memujanya. Lagipula Yoongi juga menyayangi Jimin. Apakah selama ini Jungkook tak menyukai Yoongi? Apakah selama ini Jimin tidak menyayangi Yoongi?
tangis Yoongi tidak berhenti. Tapi jika dipikir sebenarnya Jimin lebih memiliki daya tarik. Sedangkan Yoongi lebih suka berkelahi. Jika dibandingkan Jimin yang lebih ramah, manis dan penyayang.
''maaf,..''kata Yoongi sekali lagi.
''sudahlah, tenangkan dirimu'' pemuda manis itu mengusap-usap kepala Yoongi. Sepertinya Yoongi adalah anak kecil yang sedang rewel. ''kalau kamu sedih, menangislah sepuasnya'' katanya lalu tersenyum dengan ramah.
Tangis Yoongi malah makin meledak. Tanpa sengaja Yoongi menghambur kedalam pelukan pemuda asing itu. airmatanya terus mengalir. Yoong tidak bisa menahan dirinya sendiri, seharusnya dia tak boleh seperti ini. kali ini yoongi juga diliputi oleh perasaan benci pada dirinya sendiri.
Lalu 'kriyuk' perut Yoongi kelaparan.

YOU ARE READING
Wishes Come True (complete)
FanfictionPacar dan sahabatku, mereka berdua telah menghianatiku! saat terbakar cemburu, tiba-tiba saja aku bertemu seseorang yang sedang kabur dari rumahnya. setelah mengenal Taehyung, apakah aku bisa melupakan Jungkook? Boy x Boy Star : 30 Januari 2019 Fini...