PACAR HALAL
By Rita Nuvaina
PART 5Ada kalanya hati ini lirih mengadu dalam doa-doa harapan pada Rabb-ku, untuk segera dipertemukan dengan seseorang yang di tadirkan bisa berjuang bersama di jalan-Nya.
Aku tidak mengenal arti berpacaran,
Meski memang sebelum aku benar-benar mengenal islam, dekat dengan lawan jenis pernah kulakukan.
Namun saat itu aku tersadar, bahwa hidup dalam lingkaran pacaran, tiada satupun kebaikan yang aku dapatkan.Itu sebabnya mengapa saat ini aku sendiri. Menghindar dari lelaki penebar janji,
Menjauh dari lelaki tak bervisi misi yang mencoba tuk mengetuk pintu hati. Mengasingkan diri dari cinta yang tak pasti. Bukan karena aku tak memiliki cinta apalagi rasa. Namun aku ingin agar cinta dan rasa ini tetap terjaga.-------------------
Setelah mengantar Araf menuju kelasnya. Ayla pergi ke kantin sekolah untuk menemui Dewi dan Wasih, Ayla berjalan melewati koridor kelas-kelas yang lain dan Ia sangat merasa gembira karena satu sekolahan dengan Araf.
Ayla tidak tahu mengapa Ia merasa sangat senang Araf bersekolah di sekolahannya itu. "Aduh ko aku yang seneng ya, Araf sekolah di sini. Emangnya Araf itu siapanya aku." Di sepanjang jalan Ayla bergumam sendirian. Lalu Ayla berpapasan dengan Leanita yang akan pergi ke kantin juga.
"Ayla, kamu udah baikkan?" tanya Leanita.
"Iya udah ko, aku mau ke kantin nih, kamu juga kan?" kata Ayla.
"Iya, bareng yuk." kata Leanita sambil jalan ke kantin bersama Ayla.
Sesampainya di kantin Ayla dan Leanita duduk di samping Dewi dan Wasih. Ayla menceritakan apa yang barusan terjadi dengan Araf kepada mereka bertiga.
"Ayla kamu baik-baik aja kan?" tanya Wasih.
"Iya aku gak apa-apa, tapi kalian tau gak kalo Araf sekolah di sekolahan ini. Aku gak tau sih kenapa dia pindah ke sekolahan ini, terus tadi Bu Indah nyuruh aku buat anter Araf ke kelas nya dia satu kelas sama kak Ramdan, kenapa ya ko dia sekolah di sini bukannya di Jakarta." kata Ayla panjang lebar menjelaskan apa yang tadi terjadi kepadanya.
"Sejak kapan kamu peduli tentang laki-laki Ay?" Tanya Dewi yang bingung dengan Ayla.
"Kaya nya Ayla suka tuh sama Araf." timpal Leanita menggoda Ayla.
"Apaan sih Le." kata Ayla sambil mengambil cemilan Wasih dan memasukannya ke dalam mulutnya.
Di tengah pembicaraan mereka berempat itu, Dendi datang membawa satu porsi bubur ayam dan obat lambung lalu menyodorkannya kepada Ayla. Dendi tahu kalo Ayla pasti tidak sarapan dan lupa minum obat nya, dendi sudah sangat mengenal Ayla.
"Nih Ayla bubur ayam buat kamu sama obat nya. Pokonya harus di makan bubur nya terus minum obat nya dan satu lagi, gak boleh nolak." kata Dendi.
"Tapi gak usah beneran, aku udah baikkan ko." tolak Ayla sambil menggeser bubur ayam nya itu.
"Ayla! Kamu ini gimana sih udah di bawain juga, gak boleh nolak pokok nya terima aja bubur sama obat nya." pekik Dewi.
"Iya Ayla." kata Wasih.
"Ayla mah gak menghargai si Dendi banget sih." timpal Leanita.

KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR HALAL
RomanceOleh kerana dalam diammu tersimpannya suatu kekuatan,.. kekuatan secebis harapan ... Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu mampu dirasai dalam kehidupan yang nyata ... Salam hangat dan salam ke...