بالمناسبة أنا

3.3K 152 9
                                    

Siapa??,batin Alvi

" UU,,stadz", kaget Alvi karna suara itu adalah suara balya.

" udah sehat"

" kalau sekarang sakit lagi", jawab Alvi tanpa sadar. Jelas sakitlah mataku, ustadz ganteng banget sih,Batin alvi.
Balya mengernyitkan alisnya...ia tak faham dg apa yg di ucapkan Alvi.

"Tapi sepertinya kamu sehat", tanya balya penasaran.

" ee e..memangnya saya jawab apa tadi", gelagap Alvi sadar dari lamunannya.

" haha..kamu yang ngomong kamu sendiri yang bingung". Untuk pertama kalinya balya tertawa di depan Alvi, yang membuat pipi Alvi memerah.

"Ee..maaf kalau saya ngomong ngelantur tadz".

" baiklah baiklah..bahkan kamu belum jawab pertanyaan ku ", jelas balya.

" ustadz tanya apa?", Alvi bingung.

"Lupakan ...sepertinya kamu kurang istirahat, otakmu belum bekerja dg baik", jelas balya dengan nada humornya yang garing.

" siapa si suho?...pacar kamu?"

"Hah!!,Bu..bukan kok", sanggah Alvi spontan.

" jangan pacaran...nanti kamu berurusan sama saya"

"Maksud ustadz apa?"

" cari tahu sendiri jawabannya ",jawab balya sambil berlalu.

******

" ada apa denganku, kenapa mataku seolah olah ingin selalu melihat gadis itu",batin balya.

" ya Allah aku berlindung kepadamu dari nafsu hati dan nafsu mata", balya mengusap wajahnya kasar,ia segera menyelesaikan pekerjaannya,balya memang memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai guru Bk di salah satu sekolah menengah atas.

"Bapak belum pulang?".

" oh..ini udah mau pulang Bu",jawab balya sopan.

"Oh..yasudah..hati hati ya pak", ucap Fadia.
Ya...Fadia adalah guru di sekolah tersebut, Fadia merupakan guru tercantik diantara guru guru lainnya, tak jarang bila banyak murid murid yang suka menjodoh jodohkan Fadia dan balya, karena keduanya sama sama mempunyai fisik dan paras yang menawan.

Dan sebenarnya Fadia juga memiliki rasa terhadap balya, hanya saja balya tidak peka, disisi lainnya Fadia juga tak ingin terlihat terlalu mengejar ngejar balya.

" Bu Fadia juga mau pulang?",tanya balya.

"A..ah,iya tapi masih nunggu adek saja jemput saya pak,soalnya tadi gak bawa motor sendiri", jelas Fadia.

" mau bareng saya? kebetulan saya pakai mobil hari ini", bluss, wajah Fadia langsung memerah. Diajak balya pulang bareng seolah olah membuat degub jantung Fadia berhenti berdetak.

"Gimana Bu, mau bareng?", tanya balya sekali lagi dan membuat roh Fadia kembali lagi ke raganya setelah terbang terbang keliling planet.

" o..oh..nggak usah, nanti ngerepotin bapak",jawab Fadia jaim.

"Sama sekali tidak kok buk, lagian rumah ibuk searah dari rumah saya", jawab balya lembut, yang membuat kemachoannya nambah level.

" beneran gak ngerepotin ni pak?",ucap Fadia kurang yakin.

"Iya Bu...sama sekali tidak kok, mari bu!!", jawab balya sambil melangkah duluan, Fadia pun mengekor balya.

" ya Allah,..apakah orang seperti dia tidak layak untuk ku, atau aku yang tak layak untuknya "



Don't forget vote and like
Because that can make me have new spirit for write story
Thank for your attention readers

my coldest ustadz Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang