"Yang kalian lakukan salah."
Baik Meyra maupun Fero tidak mempedulikan apa yang mereka lakukan itu salah atau benar. Yang mereka tau ialah mereka senang dan puas karena melakukan hal yang mereka inginkan.
Started: 14 March
update/seminggu dua sekali
(Attention ; semua adegan yang terdapat dalam cerita ini tidak untuk ditiru. Semuanya hanya khayalan belaka)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
◻️◻️◻️
Ajarin move on dong!
◻️◻️◻️
"Cepetan anjing! Gue udah nunggu lama!"
"Ok."jawab seseorang di seberang sana.
Mayra menggeram kesal, kelakuan sahabatnya itu benar-benar selalu membuatnya naik pitam. Ia sudah terbiasa dengan itu, tapi tetap saja ia kadang geram dengan tingkah laku sahabatnya itu. "Untung lo sahabat gue, kalau nggak gue cincang lo!"
Tut tut
Panggilan dimatikan secara sepihak. Mayra menggebrak meja dengan kesal.
"Gue cincang beneran lu Cha pake katana, baru tau rasa!"
Pengunjung yang rata-rata anak muda, bergidik ngeri mendengar ucapan Mayra yang cukup keras.
Cantiktapigalak!
Kasarlagi!
Mayra mendelik tajam ke arah orang-orang yang memperhatikannya. Ia tak peduli dengan citranya di depan orang banyak—tak perlu jaim-jaim lah, dosa. Jaim, jaga image—berlalu menjaga sikap kita agar terlihat baik di depan orang lain—yang berarti membohongi orang lain. Bohong itu dosa 'kan, iya nggak?
Mayra kembali menyesap cappucino miliknya. Setidaknya dengan menyesap minuman kesukaannya ini dapat meredam kejengkelannya.
Kenapa lama sekalianakitu?
Tak lama kemudian yang ditunggu datang dengan wajah datarnya. Mayra yang tadinya akan teriak-teriak tidak jelas—kembali mengatupkan rahangnya yang sudah menganga lebar—saat Annisa duduk sambil berucap.
"Gue yang bayar."
Kalau urusan uang Mayra yang terdepan—ya, terdepan kalau ada yang traktir gitu. Mayra sendiri tak malu mengakui kalau dirinya memang mata duitan, tapi itu semua ada alasannya—ia pernah bilang ....
"Gue mata duitanbukanguegakpunyaduit, tapiguegakmaupakekduitdari orang yang guebenci. Guegakmauduit yang guepake—jadibikinalasanmerekamintabalasbudi."