Missunderstanding

572 55 2
                                    

Saturday, 20 sept 2019
10.30 PM
Jongin & Chaeyeon 's house

Setelah medengar mengenai kabar dari anak Sejeong, Chaeyeon tidak bisa tidur semalaman. Chaeyeon juga ikut kepikiran dan ikut prihatin mendengar kondisi si adek. Chaeyeon hanya tidak siap mendengar kabar kalau nanti si adek bakalan dibully atau diapa-apain oleh orang lain. Karena kita hidup di dunia yang kejam. Kalian tidak lupa kan?

Hari ini Chaeyeon mau berangkat ke rumah sakit menjenguk sahabatnya. Dia tidak pergi bersama Jongin melainkan bersama Jeno. Orangtuanya dan Jaehyun akan menjenguk nanti malam. Jadinya Chaeyeon akan menemani Sejeong sampai malam disana bersama Doyeon dan Nana.

Oh ya, Nana sudah tidak apa-apa sekarang. Nana sudah mengingat semua memorinya yang hilang. Sulit memang, tapi akhirnya Doyeonlah yang berhasil menyembuhkan adiknya itu.

Jongin dan Chaeyeon belum ngobrol semenjak 2 hari lalu. Bahkan sepatah katapun belum dilontarkan oleh kedua orang tersebut. Chaeyeon capek menghadapi Jongin yang brengsek itu. Biarkan saja waktu yang menjawabnya. Semakin lama Jongin tidak bersuara, maka semakin cepat surat cerai datang ke tangannya. Hanya itu yang ada dipikiran Chaeyeon. Dia ingin cerai.

Chaeyeon sudah berada didepan rumah keluarganya untuk menjemput Jeno. Chaeyeon tidak mampir lagi, dia akan menyuruh Jeno naik lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit. Untung saja Jeno tidak sekolah pada hari sabtu sehingga bisa menemaninya sekarang.

"Dek, kakak denger semalam kaki kamu sakit lagi ya? Mau check-up gak? Biar nanti sekalian kakak temanin ya?"

"Gak usah kak, kaki adek semalam cuma kepentok meja makanya sakit dikit. Sekarang udah gakpapa kok"

Adiknya itu tetap saja keras kepala.

"Kan udah kakak bilang, hati-hati kalo jalan. Kaki adek kan sensi kayak cewek kalo lagi PMS. Ntar retak lagi loh tulangnya"

Jeno hanya tertawa mendengar perumpamaan yang dibuat oleh kakaknya itu. Mendengar hal itu, Jeno hanya mengangguk mengiyakan nasehat kakaknya. Lain kali dia berjanji akan berhati-hati.

Sesampai dirumah sakit, Chaeyeon dan Jeno jalan berdampingan. Chaeyeon merangkul Jeno dan Jeno melingkarkan tangannya di pinggang Chaeyeon. Orang lain yang lihat pasti akan berpikir mereka pacaran.

Setelah sampai di lantai dimana kamar Sejeong berada, mereka langsung menuju ke kamar Sejeong berada. Di kamar Sejeong hanya ada Sejeong, Sehun, Doyeon, dan Jaemin. Loh dimana babynya?

"Gue tau, Chae. Lo cari baby kan? Babynya belum datang" sembur Doyeon saat melihat temannya itu sudah sampai. Seperti biasa, Jeno akan langsung menghampiri Jaemin. Mereka seperti sepasang kekasih kalau sudah bertemu. Akan menempel terus kapanpun dan dimanapun.

"Sejeongg gue turut prihatin ya" Chaeyeon langsung memeluk Sejeong yang masih terlihat sedikit lemah.

"Iya, Chae makasih"

"Gue percaya 1 kekurangan dia bakalan ketutup sama ratusan kelebihan dia"

Sejeong senyum kemudian mengangguk setuju. Dia yakin anak perempuannya akan mempunyai kelebihannya sendiri.

"Keluarga lo gimana Jeong?" Tanya Doyeon. Doyeon yakin 100% kalau papa Woobin pasti menolak keberadaan si adek. Karena papa Woobin adalah seseorang yang menyukai kata "sempurna" .

"Papa gak mau nerima adek jadi cucunya" ucap Sejeong parau. Sehun masih setia menenangkan Sejeong.

Kalau ditanya Sehun sedih atau tidak, ya pastinya dia sedih. Siapa yang tidak sedih mendengar anaknya cacat? Tapi dia yakin, si adek pasti bakalan kuat dan bakalan bisa lewatin semuanya. Lagian ada kakak kembaranya yang bakalan selalu lindungin dia. Sehun juga tidak mau kelihatan Sedih karena Sejeong butuh seseorang yang bisa menenangkannya, jadi bukan saatnya Sehun bersedih sekarang.

from Hate to Love ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang