Haii
Selamat membaca:)🌻
Saat tidak diperbolehkan masuk sekolah selama lima hari penuh, hal itu membuatnya amat sangat bosan. Ini karena Maminya yang terlalu lebay karena tidak mengizinkan Eyri ke sekolah beralasan khawatir kakinya nanti akan semakin parah.
Eyri sering protes karena kakinya cuma keseleo bukan lumpuh, tetapi dengan lebih keras Rita menentang pendapat yang menurutnya nyeleneh itu.
Dan, setiap hari pula para sahabatnya akan beralibi menjenguk karena sebenarnya mereka lebih menyerupai anak kost yang mencari sumber makanan gratis.
Eyri sampai terheran-heran, padahal mereka semua anak konglomerat, tapi tingkah laku sangat bertolak belakang. Bagai semut diberi gula, begitulah mereka kalo soal makanan. Apalagi Helia, jangan ditanya!
"Kalian kesini cuma mau ngabisin uang Mami ya?" Tanyanya jengkel kepada keempat sahabatnya."Makanan, bukan duit!" Balas Selly masih sambil mengunyah makanan dalam mulutnya.
"Makanan dibeli pake duit, emang dirumah kalian gak ada makanan?"
Kali ini Helia si Ratu Makan yang menjawab, "ada, tapi sepi. Dan seorang Helia gak suka keheningan," jawabnya yang membuat Eyri terdiam karena merasa bersalah,
Helia adalah anak dari Dokter sekaligus pemilik Rumah Sakit besar di kotanya membuat ia sering sendirian. Oh tidak, selalu sendirian.Eyri memasang tampang bersalah menghadap Helia,
"Maaf, gue keterlaluan." Sesalnya."Makanya jangan pelit!" Lingga yang menjawab membuat Eyri tertohok untuk kali sekian.
Yura sebagai penengah kekacauan segera melancarkan aksinya,
"Eh, besok Chani bakal masuk sekolah kan? Yeay!" Teriaknya semangat membuat semua orang menatap Eyri bertanya-tanya.Eyri mengangguk, semua tersenyum dan berteriak kompak, "Yeay!!" Dilanjutkan dengan berpelukan meninggalkan sejenak acara makanan mereka.
"Mau dijemput?" Tawar Selly saat pelukan mereka terlepas.
Eyri menggeleng, "gak usah, besok aku mau bawa Eyro ke sekolah." Jawabnya.
Selly mengangguk sebagai jawaban.
"Jangan telat lagi! Besok hari Senin Upacara jam tujuh bukannya jam tujuh baru bangun!" Peringat Yura dibalas dengusan oleh Eyri dan tawa menggelegar dari yang lain.
Setelahnya, mereka menghabiskan sisa hari dengan makan dan bercerita sampai lupa waktu. Isya menyambut, semuanya berpamitan pulang ke rumah masing-masing.
🌻
Jam setengah lima subuh Eyri sudah bangun, mengerjakan kewajiban sebagai umat muslim, setelahnya Eyri bergegas mandi agar bisa kembali masuk sekolah sejak insiden keseleo itu.
Selesai mandi, ia membuka lemari pakaian untuk mengambil baju putih abu-abunya. Setelah rapi, Eyri duduk di depan meja rias untuk menyisir rambut panjangnya dan memberi sedikit bedak bayi pada wajahnya, tak lupa sedikit polesan liptin agar bibirnya tidak tampak pucat.
"Selesai, kan dah makin cantik." Eyri bergegas turun untuk berpamitan pada keluarganya yang sedang sarapan."Good Morning Papi... Mami... Kaksep..." Teriaknya kencang sebelum duduk di kursi yang berhadapan dengan Septi.
"Good Morning anaknya Papi yang cantik," balas Papinya sembari memeluk dan mencium Eyri yang duduk disampingnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Prince? And Princess. -> Slow Update.
Teen Fiction*Sebelumnya aku mau ngasih tau,* Kalo "Eyri's Story" ganti judul menjadi, "Prince? And Princess* Ini juga sekalian lagi revisi ya :) 🌱 Ini tentang *Princess* yang binggung akan pilihannya. Seorang *Princess* yang tak sadar akan keindahan kualitas d...