Chapter 2: Siapa Irfan? Kemana Irfan?

63 7 1
                                    

⏩⏩

"Buruan Fan" desak Moses.

"

Kok jadi gue sih, kan lo pada yang mau" dengus Irfan kesal.

"Buruan deh, entar direbut orang nyesel lo" sahut Dylan, ia mendorong tubuh Irfan kedepan agar lebih dekat dengan dia.

"Peduli amat direbut orang"

"Alah bilang aja lo naksir" sindir Falldy.

"Suudzon mulu lo sama gue. Jadi anak Udzon baru tau rasa" telak, Irfan membuat Falldy kicep. Dia hanya mencibir.

"Eh tuh, dia ngeliatin lo tuh" tunjuk Zafran.

Mereka semakin mendorong Irfan kedepan. Irfan yang merasa terpojokan pun hanya dapat pasrah. Gadis itu mengernyit bingung.

"Buruan minta nomor WA nya" desak Dylan.

"Eh, parah anjing" cercas Irfan.

"Ada apa ya?" tanya Cycyl bingung.

Yup, dia adalah Cycyl. Dia sedari tadi bingung melihat mereka berlima berdesak desakan mendekati nya.

"Itu temen gue mau," Irfan menoleh kebelakang. Nihil, teman temannya meninggalkan nya sendirian.

Eh parah parah gue ditinggalin

Cycyl menatap nya bingung.

Ah, Irfan dia hanya mengaruk garuk kepalanya tanda bingung. Jelas Cycyl tak kenal cowok didepannya ini. Dan apa tujuannya?

"Guemaunomorwalo" ucap Irfan cepat dengan sekali hentakan nafas. Padahal ia sangat gugup sekali.
Untung pendengaran Cycyl masih waras. Tentu ia paham maksud Irfan.

"Buat?"

"Kali aja gue ada acara gitu terus gue...gue... ya, ngundang lo gitu lah" alibi Irfan.

"Hp lo?"

"Eh, maksudnya?"

"Ck, katanya mau minta nomor wa gue" Cycyl semakin bingung melihatnya.

Dengan cepat Irfan mengambil ponselnya dari saku celananya. Gugup tentu saja.

Jari jemari nya dengan lentik menari diatas keyboard ponsel Irfan. Tak sampai semenit, dia mengembalikan ponsel itu lagi padanya.

"Yaudah gue balik dulu ya" pamit Cycyl.

Belum sempat Irfan membalas, ia sudah melenggang pergi dengan gitar akustik menempel pada punggungnya. Detik itu juga ia bernapas lega. Seakan beban yang menimpa punggungnya telah kandas seketika.

"Argh..." desah Irfan kasar. Sembari mengacak acak rambutnya frustasi.

Cycyl yang baru saja masuk kedalam taksi, ia berusaha keras mengingat cowok itu. Wajahnya familiar. Tapi, dimana mereka bertemu.

"Mau kemana neng?" tanya sopir taksi itu. Seakan tersadar dari lamunannya, ia pun tersentak.

"Komplek perumahan jati indah nomer 36 pak"

"Oh, siap neng"

Cycyl pun terhanyut kembali pada lamunannya.

⏩⏩


Cycyl sedang menunggu angkutan umum ralat, angkot. Lumayan lama dia berdiri di pinggir halte. Orang tuanya jelas sibuk. Bahkan tak sempat mengantar jemputnya. Papahnya tentara AU jelas jarang dirumah. Sedangkan mamah nya disibukkan dengan pekerjaannya di toko kue.
Sebelumnya mamahnya sudah tinggal disini sekitar empat tahun dengan kedua adiknya. Sedangkan ia setia menunggu papahnya yang masih tugas. Penantian itu pun dikabulkan. Sekarang setidaknya ia tak kesepian seperti dulu. Dulu dia hanya tinggal bersama neneknya.

Kini angkot yang dinantikan pun tiba. Dia duduk manis dibelakang. Berkumpul disatu tempat bersama, dengan duduk berdesakan. Mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, hingga ibu ibu arisan. Sempit, pengap, serta bau rokok itu sudah biasa ia makan sehari hari.

Kapan gue punya pacar. Setidaknya kan ada yang antar jemput gue

"Kiri pak" Cycyl menyetop angkot itu tepat di depan halte sekolahnya.

Welcome to SMA Negeri 47 Jakarta Selatan


Dengan gontai ia memasuki gerbang sekolah. Sebenarnya ia tak ada niat untuk datang ke sekolah hari ini. Niatnya ia hanya ingin bermalas malasan diatas pulau kapuknya.

"Pagi Cyl" sapa Ester. Cycyl menoleh sambil tersenyum kecil.

"Pagi"
"Mau ke kelaskan. Bareng yuk" ajak Ester. Cycyl hanya mengangguk.

"Lo ikut ekskul apa Es?" tanya Cycyl. Ester yang merasa dipanggil pun menoleh.

"Gue ikut English Club, Futsal Putri, sama Teater. Lo rencana mau ikut apa?" tanya Ester balik.

"Gue juga bingung sih, menurut lo gue apa?"

"Gue sih usulin ikut English Club"

"Em, disini ada klub musik gitu gak?"

"Ada sih, masalahnya ekskul nya itu gak aktif kek ekskul lain"

"Oh gitu, thanks ya" Ester menanggapinya dengan senyum.

Beberapa menit lagi guru masuk. Horor sekali pelajaran pertama fisika. Tapi, desas desus ada jamkos itu membuat sekelas was was.

"Irfan mana?" tanya Dya, seperti biasa ia mengabsen murid satu persatu.

"Gak tau tuh. Tapi, Falldy udah dateng. Masa dihukum sih" sahut Yaya.

Dya menoleh kebelakang menatap Falldy.

"Irfan mana?"

Falldy menghendikkan bahunya "Coba tanya Cycyl"

Sontak Dya yang mendengar pun bingung. Apa urusannya dengan Cycyl.

"Cycyl!" panggil Falldy.
Sontak Cycyl menoleh. Tempat duduknya yang lumayan jauh dari Falldy. Membuat ia harus berdiri menatap Falldy.

"Irfan mana?" tanya Falldy.

"Irfan? Siapa Irfan?" tanya Cycyl polos, dengan tampang nya yang tak berdosa itu membuat sekelas terheran heran.

"Anjir, lo gak tau Irfan" ucap Falldy kaget sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Dan dengan polosnya ia mengangguk.

"Kayaknya kemarin Irfan gak ngenalin nama deh" sahut Dylan.

"Lah, cowok yang kemarin nanyain nomer wa lo. Itu Irfan" ucap Falldy geram.

"Oh, terus kemana Irfan?" tanya Cycyl.

Seketika kelas menjadi gemas dengan cara berbicara Cycyl. Cycyl mengernyit bingung. Heran, kenapa semua orang menatap kearahnya.

"Ya, itu makanya kami nanya"

"Kok tanya sama gue. Kan tadi gue yang tanya"

Falldy rasanya ingin membanting kepalanya ke meja. Jika kalian tahu dimana letak kamera, tolong beritahu Falldy. Untuk saat ini rasanya ia ingin melambaikan tangan ke kamera.

"Gue salah ya" kata Cycyl ragu.

"Gak Cyl nggak, gue yang salah!" teriak Falldy emosi.

"Kok lo yang baper sih"

Bukk

Benar kan, sekarang ia membenturkan kepalanya diatas meja berkali kali. Stres menghadapi ini. Yang lain hanya tertawa melihat kejadian yang menggelikan ini. Tak tahu kah rasanya Falldy ingin mati menghadapi Cycyl.

"Bisa pindahin anak ini ke ips gak" ujar Falldy. Sungguh ia muak dengan perdebatan ini.

Cycyl melotot. Apa apaan sih ini anak, keluhnya dalam hati. Padahal ia gak salah apa apa.

"Falldy kok gue salah mulu sih" ucap Cycyl cemberut.

"Ya Allah!" seru Falldy geram.

Fan nyesel lo gak hadir hari ini, doi lo stres.

LewatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang