Secangkir kopi dengan takaran 2 sendok teh kopi hitam lereng Muria dan satu sendok teh gula seiring menyegarkan pagiku kala itu yg masih berdiam diri di desa yg amat sangat ramai dengan berbagai jenis manusianya, orang-orang menyebutnya dengan kampung bule karena pusat peradaban bahasa inggrisnyalah yg terkenal yg bertepatan di pare Kediri. Sudah tak asing lagi akan telinga orang-orang karena dengan sejuta ciri khas kampung yg begitu ramai akan pelajar untuk mendapatkan ilmu, berbagai ilmu tentang bahasa yg bukan hanya bahasa Inggris akan tetapi bahasa Arab pun juga, Jerman, Belanda, Korea, dan masih banyak lagi.
Masih kunikmati pagiku sambil kunyalakan korek bensolku untuk menghisap rokok agar ada asap yg bisa menghiasi disela-sela anganku. Hampir setiap pagi rutinitas yg kujalani kurang lebih 3 bulan lamanya sehabis mendaki dari MAHAMERU itu. Bersama 4 bersaudara kusebut, karena kita tak sengaja pula berangkat bersama dari atap yg sama yaitu satu sekolahan dan berbeda lulusan, 2orang lainnya adalah kakak tingkat yg mau mengisi liburan semesteran dan yg lain adalah temanku yg satu angkatan denganku. Merasa karena tujuan kita yg sama pula, kita putuskan untuk selalu bersama saat sampai ditempat tujuan yang mana itu sangat asing sekali melihat suasana yg begitu hiruk pikuk ramainya berjuta umat belahan budaya, ras, suku berkumpul menjadi satu panorama yang elastis dengan kekerabatan. Sempat aku berpikiran bahwa masa depanku adalah ini, dan pada sampai saat nanti aku akan mendirikan entah apa itu yg pasti disini tempatnya, karena berjuta peluang orang yg mau bergerak adalah awal dari jalan kesuksesan yg di angankan, entah itu finansial, ataupun akademisi atau mungkin apa yang sedang difikirkannya.
Hampir setiap pagi perbincangan masa depan di teras lele kami menyebut, karena tempat yg biasa kami buat kumpul itu bekas kolam lele yg sudah tidak digunakan lagi karena dari banyaknya kolam-kolam yg berada di samping sisi kanan kiri itu hanya dua kolam yg biasa kita buat nongki-nongki ini yang tidak di pakai lagi, entah itu sudah tidak layak atau apa kita tidak heran juga. Masih pagi dan masih asik untuk dibuat ngobrol, sampai tak menyadari ternyata berbatang-batang rokok yg telah mengeluarkan berjuta nikotin kedalam paru yg memang sengaja di ratapkam dinas kesehatan bahwa nikotin itu berbahaya dan mematikan sampai pada bungkusnya yg semula polos saat ini ada banyak kreasi desainer yg berguna dan laku keras di pasaran pergrafikan bungkus rokok yang mana awam selalu di takut-takuti dengan berbagai gambar, karena dari gambarlah seorang awam atau anak kecil akan berpikiran bahwa didalam dada atau dampak ketika merokok itu seperti contoh yg tergambar di bungkus itu. Ternyata masa depan itu tak semudah bayangan yg hanya dalam angan selalu terbayang baiknya, enaknya, asiknya dan betapa hebatnya seorang keAKUan itu jikalau memang begitu, mengingat seorang tokoh pejuang wanita dari sisi Pula Jawa yg bertulis 'tak seorang pun bisa berubah kecuali dengan perlawanan dan keseriusan', benar seorang tak dapat berubah jika tak sekalipun mau mencoba dan tak mau gagal, karena gagal adalah sesuatu yg harus di coba dan tidak diharapkan akan tetapi mengambil hikmah daripada pengalaman-pengalaman ketika gagal itu terjadi. Sampai pada saatnya kita bosan dan selalu kita akhiri dengan kalimat ejekan dan Bulian karena pertemanan, keakraban seorang teman tidak akan terasumsi jika salah satu diantaranya tidak saling mengenal satu sama lain, dari kebiasaan itulah nanti akan terbiasa dengan berbagai keadaan yg membuat diri ketika di pisahkan tidak gugup tidak takut dengan Hegemoni baru.

KAMU SEDANG MEMBACA
A glass of coffe
Short StoryBukankah pengalaman terbaik adalah ketika seorang mau mencoba dan merasakan gagalnya rasa manis menjadi pahit dan getir disetiap langkah yg dijalani, begitupun jalan mendaki adalah sebuah usaha untuk mencapai top yg dituju untuk mencapai tujuan yg d...