Bertemu Alisha

284 28 0
                                    

Kemarin Arkana sangat bersemangat dan ingin segera bisa bersekolah, sedangkan hari ini ketika kesempatan itu tiba dia malah kesiangan dan tidak ada satu pun orang dirumah ini yang membangunkannya.

Belum lagi motor yang dipesan Doni belum bisa datang pagi ini, jadi sekarang dia terpaksa menaiki angkutan umum dan sedang berlomba dengan waktu. Tadi dia juga sempat salah naik angkot dan berakhir turun ditengah jalan untuk naik lagi mobil yang sejurusan.

"Bang penumpangnya kan cuma tinggal saya, anterin sampe depan gerbang sekolah terus rada ngebut. Nanti saya bayar gocap,"

"Beneran nih gocap ya?"

"Iyaa bener, saya udah telat nihh,"

"Oke pegangan, kita pake mode rosi,"

Brum!

Mobil angkot berwarna biru itu pun seketika melaju dengan kecepatan tinggi, emang dasarnya si supir dan Arkana adalah anak nakal, keduanya merasa tidak salah dan malah tertawa antusias ketika mobil yang ditumpangi berhasil menyalip kendaraan lainnya.

"Wohoho keren juga bang skil loe,"

"Yoi dong, asep resing. Pegangan brader kita belok sekali lagi abis itu nyampe didepan sekolah,"

"Okee siap coach!"

Brum!
Srett!

Mobil angkot itu berbelok dengan penuh gaya ala-ala parkir kematian spongebob, namun bedanya setelah kendaraan itu ada pada jalur yang presisi rodanya kembali tanjap gas untuk menikmati jalur jalanan yang lurus.

Brum!
Cekit!

Dan setelah beberapa saat melaju akhirnya mereka pun sampai tepat didepan gerbang sekolah, Arkana memberikan ongkos sesuai janjinya dan tak lupa dia juga meminta kontak si supir angkot. Katanya sih supaya dia bisa diajak ke event mobil racing oleh si supir karena Arkana mulai tertarik dengan angkot racing.

"Makasih bang, hati-hati dijalan,"

"Yoi, sekolah yang bener lu jangan bolos-bolos,"

Setelah itu Arkana pun bergegas masuk kedalam sekolah, saat itu gerbang sudah ditutup setengahnya yang dijaga satpam dan beberapa siswa memakai jas. Kedatangan Arkana membuat si satpam penjaga kaget.

"Lhoo kok keluar lagi, tadikan udah masuk," ujarnya.

Mendengar kalimat itu Arkana langsung mengerti, dia kemudian tersenyum dan menyalami tangan pa Ujang, si satpam itu.

"Nama saya Arkana Gema Wijaya, saudara kembarnya Askana. Saya punya pr buat bapak, pulang sekolah nanti sudah harus bisa bedain kami dan kalau bener nanti saya kasih hadiah jarcok sebungkus,"

Pa Ujang tampak kebingungan, namun tak urung kepalanya tetap mengangguk ketika mendengar kata jarcok alias jarum coklat. Mata lelaki paruh baya itu menatap Arkana intens dari atas sampai bawah, dan sepertinya yang terkejut bukan hanya dia melainkan juga semua orang yang mendengar ucapannya.

"Saya cabut dulu pa, semangat jagain gerbangnya!"

Tap!
Tap!
Tap!

Arkana berlari-lari kecil sepanjang koridor sambil melihat satu persatu plang yang terpasang disetiap pintu, tujuan utama dia adalah mencari ruang guru dan sialnya sejauh Arkana mencari tempat itu tidak berhasil dia temukan.

"Masa iya sekolah segede gini gak ada ruang gurunya sih,"

Dugh!
Bruk!

Karena terlalu fokus menatap keatas, Arkana tidak melihat jalan didepan hingga tubuhnya menabrak seseorang. Karena ukuran tubuh Arkana terbilang cukup besar, perempuan itu sedikit terpental dan jatuh.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 05, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARKASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang