Apa yang terlintas dibenakmu saat kau mendapat nasehat dari orang lain? merasa tersindir? Sakit hati? Atau justru bertekad ingin berubah dan membuktikan bahwa kau tidak seperti yang mereka bilang? Heheh, jika kau pernah merasa seperti itu, maka kita sama. Perasaan manusia memang begitu. Mudah terluka hanya karena omongan. Kita sangat mudah terluka. Tapi ingat, jangan sampai menyimpan perasaan tidak suka, apalagi sampai membenci. Mereka yang berkata seperti itu sama sekali tidak berniat buruk. Mereka hanya ingin memberitahu hal yang belum sesuai dari kamu. Cuman mungkin cara mereka yang kurang tepat. Sebagai sesama manusia kita harus saling memahami.
Perihal nasehat menasehati, pernah tidak terlintas dibenakmu bahwa memberitahu orang lain rasanya begitu mudah. Menasehati orang lain kau selalu bisa? Iya, terkadang memang kita sangat bijaksana dalam mengoreksi kesalahan orang lain, dan kesalahan sendiri luput dari pandangan.
“Alah, sok-sok nasehatin orang lain, diri sendiri aja nggak bener!”
“Kamu tuh ya, nasehatin orang lain pinter banget. Sok-sokan bilang, kamu tuh harus minum jus wortel, biar kamu sehat. Apa yang baik buat tubuh terkadang emang harus dipaksa. Lah, sayur juga baik kan buat tubuh kamu? kenapa nggak kamu paksa juga?”
Jleb. Tertampar. Mungkin kau merasa nyeri seketika. Merasa bahwa kamu sendiripun masih gagal. Terima, kita hanya perlu menerima. Jika ingin selalu menang, maka selamanya api yang membara takkan padam. Ia akan terus berkobar tanpa adanya air. Cukup jadi air yang bersedia memadamkan api maka kondisi akan kembali seperti semula. Walau tak utuh sepenuhnya.
Apa yang kurang baik dari orang-orang disekitarmu beri tahu saja. Masalah mereka mau menerima atau tidak, biar itu jadi urusan mereka. Yang penting tugas kita sebagai umat muslim sudah terlaksana. Memberitahu apa yang salah dari saudara kita. Bayangkan saja jika kau hanya diam, mungkin ketidakbaikan, ketidakbenaran akan terus berkembang. Jangan karena takut dibenci, kaupun takut memberitahu.
Rasulullah yang sampai dilempari kotoran saja tetap tabah. Tetap ikhlas dan tidak benci pada orang yang sudah melakukan hal buruk pada beliau. Beliau selalu berlapang dada. Untuk menyamai beliau mungkin kita sudah sangat tertinggal jauh. Tapi kita masih punya waktu untuk terus memperbaiki diri meskipun tak sebaik Rasulullah. Namun dalam keseharian, jika kita mempunyai kesadaran akan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan islam, sudah pasti kita akan selalu taat pada perintah-Nya dan mengikuti sunnah beliau. Kita masih punya waktu. Gunakan setiap detik yang kita punya untuk berbuat kebaikan. Sekalipun kebaikan itu malah dibenci oleh mereka yang tidak suka denganmu. Biarkan saja, toh kita punya Allah. Doakan saja semoga mereka mau menjemput hidayah-Nya. Doakan saja agar mereka peka dengan kode Allah.
Dan jika kita sudah dekat dengan Allah, jangan sombong ya. Tetap jadi manusia yang rendah hati. Tetap jadi manusia yang mau berbagi. Jangan suka pamer dengan ilmu yang tak seberapa, sebab jika Allah murka, Dia bisa saja mengambil semua ilmu yang kau punya. Tetaplah menjadi manusia yang haus akan ilmu. Tetaplah menjadi seseorang yang dekat dengan-Nya tanpa perlu diketahui orang lain. Jangan hanya menasehati agar terlihat keren, jangan seperti itu. Perbaiki niat kita. Semuanya karena Allah, kan? maka dunia tak perlu tahu. Cukup kamu dan Allah saja ya. Cukup jadi rahasia kamu dan pemilik bumi.Nasehat yang malah menjadi bomerang terkadang membuat kita malu. Tapi sebisa mungkin kita harus stay cool dan mencoba untuk memperbaiki apa yang kurang dari diri. Jangan down ya, jadikan motivasi untuk lebih baik lagi.
Aku juga begitu. Aku begitu pandai menasehati orang lain dan diriku sendiri luput kunasehati. Aku begitu pandai melihat kesalahan orang lain dan lupa untuk bercermin. Manusia memang begitu ya? heheh. Tapi aku sadar, bahwa tak selamanya ragaku hidup seperti ini. Aku harus menerima dan perlahan mulai memperbaiki. Kamu juga begitu, kita harus membuka penerimaan seluas-luasnya. Kita harus pandai dalam mengatur perasaan agar tidak mudah baper hanya karena tersinggung. Bisa jadi itu perantara dari Allah agar kita mau berubah.Meminta maaf atas nasehat yang kurang berkenan bagi orang lain juga perlu loh. Meskipun kita sudah benar, mengalah tak ada salahnya. Karena menjaga perasaan orang lain juga tak kala penting dari menasihati.
-Whd, teman kucing si baik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Selalu ada Allah, tenang saja.
SpiritualSebuah prosa yang menghubungkan banyak kejadian. Banyak pembelajaran. Dibaca ya, siapa tahu kondisi yang kutulis sama sepertimu:)