You?

7 5 0
                                    

"Kau? Tunggu!"

Namjoon menahan lengan itu.

"Tunggu dulu, Emm.. Bisa kita bicara?"

"Maaf, aku sedang terburu buru."

Tapi genggaman Namjoon di lengan si gadis tidak melonggar.

"Hanya sebentar. Aku hanya ingin menanyaimu atau mungkin meminta bantuanmu."

Si gadis terdiam sejenak sebelum ia akhirnya mengangguk pasrah.

"Jangan disini. Ayo ditempat yg hening."

Namjoon menuntunnya ke tempat favorit pemuda itu, di tepi danau buatan dengan pohon rindang sebagai payungnya.

"Langsung saja pada pointnya, Sunbae. Aku sedang tak punya banyak waktu." ujar si gadis.

"Kaukah si pemberi cupcakes selama ini?"

Namjoon berucap sesantai mungkin, ia tak ingin gadis dihadapannya ini merasa terintimidasi olehnya.

Si gadis menggeleng.

"Hanya hari ini." ujarnya.

"Bohong. Aku sudah beberapa kali melihatmu selalu berada di sekitar lokerku."

Si gadis tertawa hambar, "Sunbae maaf. Lokermu itu ada diwilayah kampusku juga by the way. Apa alasanmu untuk menuduhku seperti itu? Kau tau aku sibuk dengan berbagai gosip di sini, bukan?"

Namjoon mengangguk, namun sorot matanya masih penuh kecurigaan.

"Tapi aku tak pernah salah dalam instingku dan ia mengatakan jika itu kau." ujar Namjoon.

"Begini, Sunbae. Kita saling mengenal saja tidak, lalu aku pun bukan mahasiswi yg tidak memiliki kesibukan sampai rela melakukan hal seperti itu untukmu. Untuk apa aku membuang waktuku memberikan entah kue apa didalamnya secara rutin?"

"Dari mana kau tau aku mendapat kue itu rutin?"

Namjoon memicing.

'Jung Ahrin are you stupid girl.' rutuknya dalam hati.

"Tentu saja dari ucapanmu sebelumnya. Kata Selama ini, itu berarti kau mendapatkannya secara rutin, bukan?"

Namjoon mengangguk, "Iya juga sih. Lalu siapa yg meminta bantuanmu untuk memberikan itu padaku?"

"Satpam kampus."

Namjoon kembali memicing, ia memijat keningnya yg mulai berdenyut lagi.

"Sunbae apakah sudah? Aku harus menemui Aemi Sunbae."

"Ya, kau boleh pergi. Terima kasih." ujar Namjoon lesu.

"Baiklah."

Ahrin pergi secepat mungkin dari Namjoon, beruntunglah pada lidahnya yg mau diajak bekerja sam dengan baik kali ini. Sepertinya kemampuan berkelit seorang Jung Ahrin meningkat drastis kali ini.

"Aw! Santai, Rin. Ada apa?"

"Aa.. Ah! Maaf Sunbae, aku ceroboh. Apa kau baik baik saja?" ucapnya seraya menundukan dirinya.

"Aku baik, harusnya aku yg bertanya padamu. Apa kau terluka? Kau menabrak box ini soalnya. Apa yg sakit?"

Ahrin menggeleng cepat.

"Tidak ada, Sunbae. Maaf menganggumu."

Ahrin membungkuk sejenak sebelum kembali menegakkan dirinya.

"Jung Ahrin, bisakah bersikap santai denganku? Aku bukan dosen disini, hanya seniormu. Bisakah menganggapku sebagai temanmu saja? Jangan seperti itu, kau membuatku tidak nyaman." ujarnya.

CupcakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang