I Know But...

2 5 0
                                    

"Duduk sini."

Taehyung nepuk sisi kanannya yg kosong.

Setelah berhasil menyelamatkan juniornya dari Jimin, ia membawa Ahrin ke balkon. Tempat favorite Tehyung untuk memotret apapun yg lewat di bawah atau pemandangan yg terlihat cukup jauh, hasil yg selalu baik jika ia memotret dari sisi ini.

"Aku sudah tau, bahkan sebelum Namjoon hyung meminta bantuanku sebulan lalu."

Ahrin menoleh dengan tatapan syoknya.

Taehyung tersenyum saat ia ikut beradu tatap dengan juniornya itu.

"Jangan pasang wajah terkejut seperti itu. Aku hanya tidak sengaja memergokimu sedang yaaaa bisa dibilang membobol pin loker Sunbae favoritmu itu 3 bulan lalu sepertinya." jelas Taehyung.

Ahrin masih tak mampu berkata apapun, pikirannya terlalu dipenuhi dengan banyak pertanyaan dan umpatan untuk dirinya sendiri.

"Jangan menyalahkan dirimu. Mungkin jika itu aku, hal yg kulakukan akan sama denganmu. Akan lebih canggung jika kau memberikannya langsung." tambah Taehyung.

Tak lagi menatap Ahrin, ia kini memandang lurus jauh menerawang.

"Maaf, Sunbae."

Taehyung kembali menoleh padanya dan mengukir senyumnya.

"Untuk apa? Jimin?"

Ahrin mengangguk.

"Tidak perlu. Jimin memang seperti itu, dia hanya khawatir pada Namjoon hyung. Tak ada maksud jahat sedikitpun padamu dan aku, tenang saja. Jimin sudah mengenalku sejak 5 tahun lalu. Tak akan terjadi apapun hanya karena tadi."

Taehyung kembali memandang lurus lagi, menikmati hembusan angin yg datang bergantian.

" Emm, Sunbae. "

" Ya. " Taehyung menjawab tanpa menoleh. Ia tau jika menoleh kemungkinan besar si juniornya ini tak jadi bicara.

" Kenapa tidak memberitahu Namjoon sunbae jika Sunbae sudah tau sejak lama?" ungkap Ahrin dengan penuh keraguan.

"Hanya menjaga setiap privasi orang lain. Itu bukan kapasitasku, itu tanggung jawabmu. Jadi aku akan menunggu kau sendiri yg mengaku. Bagaimana? Kapan kau siap?"

"Tidak tahu. Aku tak pernah berharap banyak padanya atau pengakuan tentang ini. Aku hanya ingin memberikannya saja, tak pernah lebih."

Taehyung mengubah posisinya, berhadapan dengan Ahrin.

"Aku tau. Alasanmu aku paham, tapi sebuah perbuatan itu harus didasarkan dengan rasa tanggung jawab dan ini sudah kau mulai. Jika memang tidak berharap banyak, akui saja semuanya. Seperti yg dikatakan Jimin, Namjoon Hyung sekarang sudah mulai frustasi dengan hadiahnya. Jadi kau harus bertanggung jawab akan itu. Kau paham maksudku kan? "

" Tapi keberanian untukku berbicara dengannya tak sebesar saat aku meletakkan kue itu, Sunbae. " ujar Ahrin lesu.

" Mau ku bantu? Tenang saja. Namjoon hyung sama seperti kelihatannya, dia baik dan sangat sopan. Kau tidak perlu takut akan dipermalukan olehnya. "

Ahrin masih diam, dan Taehyung akhirnya menepuk pelan bahu si gadis.

" Temui aku kapanpun jika kau sudah siap. Aku akan membantumu, Jimin juga pasti membantumu. Percayalah. "ujarnya mengulas senyum saat Ahrin menoleh padanya.

" Terima kasih, Sunbae. Maaf mengganggumu tadi. "ucap Ahrin.

" Tidak. Aku tidak tidur sama sekali, hanya sedang bermain game dibalik pintu. Aku bosan dengan mata kuliah Sejarah, jadi aku kabur dan bersembunyi disana. Hahahhaha.. "

Ahrin membolakan matanya.

Ok, hilang sudah kekaguman Ahrin yg berekspektasi jika seorang Kim Taehyung salah satu mahasiswa yg diagungkan karena prestasinya, ternyata bisa juga membolos.

" Santai dong. Bolos itu adalah hak setiap Mahasiswa jika kau ingin tau." ucap Taehyung diakhiri dengan tawa lagi.

Ahrin hanya mampu menggeleng heran pada seniornya dengan wajah datar.








16.48KST

Suasana Universitas sudah mulai sepi, sudah banyak mahasiswa dan mahasiswi yg pulang karena waktu pun sudah sangat sore. Hanya ada beberapa dari mereka yg punya berbagai keperluan saja yg tinggal.

"Hyung, kau mau kemana? Bukankah ada rapat lagi dengan para senior?" ujar Jimin.

Ia menyamai langkah Namjoon yg menuju parkiran.

"Aku ijin, aku mau mengantar Lui ke klinik. Tadi siang dia pingsan." ujar Namjoon.

"Lalu dimana dia?"

Tak lagi seperti tadi, nada Jimin terdengar kesal dan Namjoon menyadari itu.

Ia berhenti dan menatap Jimin bingung, "Kau kenapa?"

"Apanya?" tanya Jimin balik.

Sedikit merutuk dalam hati saat ia berusaha menormalkan emosinya.

"Nada bicaramu. Kau kenapa?" ulang Namjoon.

"Tidak. Hanya akan merasa sedikit bosan saja, Ketua itu kan selalu bicara panjang tak berujung saat kau tidak ada." ujar Jimin berusaha meyakinkan Namjoon.

"Hahahha, kau ini. Hanya hari ini, kasian Lui. Besok pasti aku hadir." ujar Namjoon menepuk bahu Jimin dan melanjutkan langkahnya.

Jimin hanya mampu melihatnya dan tak lama saat Namjoon sudah dekat mobilnya, si gadis itu pun muncul dengan wajah pucat memang.

" Lakukan saja semaumu, sebelum kesabaranku habis. " gumam Jimin menatap tajam Lui yg juga sempat menatapnya dengan senyum beberapa detik, sebelum ia menghindarinya karena tatapan tajam Jimin.

Saat berbalik, ia tak sengaja menangkap sosok Ahrin dan Taehyung yg berada di balkon lantai 3 gedung itu. Raut wajah yg sendu, dengan Taehyung yg kini menatapnya dengan penuh tanya.

Jimin hanya mengangkat bahu acuh, ia masih kesal dengan sikap Taehyung tadi pagi.





TaeKimHyung

TaeKimHyung Apa yg terlihat belum tentu itu faktanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

TaeKimHyung Apa yg terlihat belum tentu itu faktanya. Mungkin seseorang telah salah karena melakukannya, tapi bisa jadi ada orang lain yg lebih salah karena memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Semangat untuk sebuah kebenaran! Aku mendukungmu! Jjang!!!! \ ^^ /

#QuoteTaeKim#Bijakdays#Janganbecandamulu#Sesekaliseriusgaksalahdong#KeepFighting

CupcakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang