22~ pergi?

140 4 0
                                    


    Setelah selesai merayakan ulangtahunnya bersama teman-teman rose pulang kerumahnya dan ia mendapat kabar dari neneknya bahwa tadi siang Rian datang menemuinya. Rose pun segera menghubungi ibunya dan bertanya mengapa Rian menemuinya.

" Mah , mamah tau tidak kenapa Rian tiba² menemui ku?."

"Sebenarnya Rian menyukaimu dan ingin menyatakan cintanya padamu."

"Benarkah tapi aku belum bertemu dengan nya , sepulang merayakan ulangtahunku tadi nenek bilang Rian mencariku, tetapi kenapa dia tidak datang kembali ya mah?"

" Benarkah kau belum bertemu dengannya?, mamah kita kau sudah bertemu dengannya, soalnya Rian tadi menelfon mamah kalau dia sedang dalam perjalanan ke sini."

" Belum mah, yah gimana mah, aku minta nomor Rian yang baru mah nanti aku coba hubungin dia."

" Nanti mamah kirim, yasudah mamah masih ada urusan ."

" Baiklah mah."

Dan panggilan telefon mereka terputus. Rose merasa bersalah karena tidak tahu kalau Rian selama ini ada di Bandung dan menemuinya.

" Jadi yang kulihat di restoran itu benar." Monolog rose

Disisi lain Rian sedang mengendarai mobil dengan tatapan kosong , tidak perduli bahaya apapun yang bisa saja terjadi padanya dengan cara menyetir seperti itu.

" Aku memang bodoh, ku kira perasaan yang ku rasakan selama ini juga dia rasakan namun ternyata cuma sebelah pihak huft suguh ironis sekali aku ini." Gumam Rian

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya mobil Rian sampai juga di rumahnya yang ada di Jakarta. Rian pun segera masuk kedalam dan mengunci dirinya didalam kamar tidurnya.

" Lebih baik aku tidur dan menenangkan pikiran ku dulu" gumamnya kemudian menutup mata dan menuju ke alam mimpi.

Selama masa liburan rose hanya tetap dirumah kadang ia pergi bersama rehan . Ia tidak memikirkan kejadian waktu itu.

Berbeda dengan Rian selama waktu liburan ia selalu pergi dari rumah setiap malam. Mungkin dunia malam sudah menjadi kebiasaannya. Bahkan ia sering bergonta-ganti pasangan. Hampir setiap hari wanita yang bersamanya selalu berbeda.

Bahkan sering sekali ayahnya menegur nya namun namanya juga Rian , ia tidak pernah menganggap serius perkataan ayahnya.

Rose kerap sekali bertanya pada ibunya tentang kabar Rian, namun ibunya tidak tahu sama sekali karena Rian sudah tidak pernah menemuinya dan berbicara padanya. Rose pun semakin bersalah dan secepatnya ingin berbicara pada Rian. Namun ia harus bersabar karena sebentar lagi ia akan lulus sekolah.

***

Tak terasa waktu liburan telah habis dan mereka pun kembali pada rutinitas mereka seperti dahulu.

"Apa?"

"Gue gak salah dengar kan, lo ingin pindah keluar negeri?" Tanya Chandra

" Ya kenapa memangnya?" Jawab Rian

" Gimana ya, kan tinggal sebentar lagi Lo lulus dan bagaimana dengan rose?" Tanya Chandra namun diluar dugaan Rian terlihat tidak seperti biasa.

" Lo kenapa?"

" Dengar ya! Jangan pernah sebut nama rose jika Lo berani sebut nama dia depan muka gue Arghhh!" Ucap Rian sambil memegang kepalanya menahan emosi yang meluap

" Rian tenangkan diri Lo, gue gak tau masalah Lo apa tapi yang jelas ceritakan ke gue!" Ucap Chandra

" Hahh bisa gak gue ceritanya nanti, sekarang temenin gue!" Ucap Rian

musuh tapi cinta✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang