💞
💞
💞
*Ali POV*Huh!, tarik napas Li. Tarik napas terus hembuskan. Tarik napas, hembuskan. Kayak mau ngelahirin aja yak. Ya ini lebih menegangkan dari ngelahirin lagi. Liat aja noh Prilly sama Shawn bola matanya mo keluar gitu. Habis mau gimana lagi coba?.
Ya allah, kali ini saja izinkan Ali buat bohong yak. Lain kali gak lagi kok. Ini lagi keadaan darurat doang. Viss yah " Maaf Pril, Aku terpaksa bohong. Soalnya mommy gak ngizinin aku buat pacaran dulu "
DUBRAK!
Dosaku bertambah satu. Ah, ntar ditebus sama sepiring nasi uduk. Siapa tau allah mau di sogok ups,, wkwk.
Aku gak perlu nyari alasan buat bohong ke sepupuku itu. Karena Shawn itu orangnya pengertian. Ya walau kadang orangnya ngeselin sih.Entah ada apa dengan jawabanku. Tapi saat ini Prilly dan kedua sahabatnya yang aku tau nama panggilannya Alya dan Mario teguh eh, ya pokoknya itulah. Mereka melongo. Ada yang salah dengan alasan itu?.
" Ahaha. Aduh Pril, kok cowok lo anak mami sih. Masa udah tua bangka gini gak diizinin pacaran. Ahahaha " Eh, apaan tuh. Kok Alya ngatain tua bangka. Istilahnya gak etis banget. Bilang udah gede kek. Lah ini tua bangka?!. Teganya, teganya, teganya eh malah nyanyi.
Aku mendengus kesal. Lihat, bukan hanya Alya yang menertawakan jawabanku yang tidak lucu itu. Tapi Mario teguh dan Shawn kurang asem juga ikut - ikutan. Bahkan Prillypun aku yakin sekarang sedang menahan tawanya. Huh!, apa yang salah coba dengan alasan itu?. Kan wajar, biasanya orang sayang mama ya begitu.
" Udah. Stop!, kalian ini. Jangan cemberut gitu doang hanny.. " Ceritanya Prilly lagi ngebujuk aku nih. Kedua pipiku di elus - elusin sama dia. Bahkan sekarang menciuminya bergantian. Aku hanya bisa menatapnya dengan mata membola. Ah, gadis ini agresif sekali.
***
" Li, gila!. Gue gak nyangka lo bisa berubah jadi berengsek gini! " Malam ini kami berdiri diatas balkon kamarku seperti biasa bersama Shawn. Aku sudah menceritakan mengapa aku berbohong pada Prilly tadi siang. Jangan sebut dia Shawn jika tidak memaksaku memberinya penjelasan atas kebohongan itu." Bagaimana bisa, lo berpikir menerima perjodohan itu?!. Sedangkan lo masih pacaran sama Prilly!. Astaga..,, sejak kapan sepupu gue yang polos berubah menjadi cowok berengsek kayak gini.. " Shawn mendramatisir. Sesekali dia mengusap kasar wajahnya.
Come on Shawn!. Aku juga gak punya pilihan lain. Aku gak mungkin membuat mommy kecewa lagi dengan penolakanku yang entah ke berapa kali. Lagipula, menunggu Prilly memutusiku. Aku tidak tau kapan. Yang pasti itu akan memakan waktu lama, mengingat itu cewek nemplok mulu.
" Kau tau apa yang membuatku memilih jalan ini Shawn.. " Ucapku akhirnya bersuara. Setelah lama diam dan menciptakan keheningan.
" Gue tau ini sulit. Tapi sebenci - bencinya gue sama Prilly. Gue gak setuju dengan ini. Apalagi sepupu gue sendiri yang melakukan hal sebejat itu! " Shawn memang benar. Tapi aku harus bagaimana lagi?.Dengan lesu tanpa semangat. Aku beranjak masuk. Aku lelah dan butuh mengistirahatkan tubuhku " Aku mau tidur. Ngatuk " Tuturku. Mengisyaratkan Shawn agar meninggalkanku sendiri dikamar. Ya, aku memang butuh waktu sendiri.
Krek
Pintu ditutup oleh Shawn. Aku tau, dia pasti kecewa dengan keputusan ini. Tapi aku dibutakan kasih sayangku pada mommy. Apapun bisa aku lakukan deminya. Sekalipun harus mengorbankan segala yang aku punya. Aku rela, asalkan mommy bahagia. Shawnpun tau itu." Maaf, aku terlambat datang " Seorang gadis cantik tiba - tiba muncul dan meminta maaf atas keterlambatannya. Saat itu semuanya sudah berkumpul disebuah ruang private tempat biasa daddy metting di restoran itu " Tidak masalah sayang. Mari bergabung "
Aku tidak tau siapa nama gadis itu. Namun aku bisa menilai dari sikapnya. Dia gadis sopan dan baik. Terlihat saat ini ia tersenyum ramah pada mommy " Makasih tan " Suaranya juga terdengar lembut dan merdu. Ah, kenapa aku jadi terpesona seperti ini?!.

KAMU SEDANG MEMBACA
Only Mine 1
Fanfiction#Repost Prilly Mahisa yang begitu membenci marga Alanza ini adalah penghancur hati para pria. Semua itu dimulai sejak ia membenci enesial A, karena dulu sang ayah yang bernama Aron Dalif Alanza, pergi meninggalkannya. Hingga ibunyapun ikut pergi dar...