#15_ hwanja-su hyung ( sabar)

3.4K 194 1
                                    

Jimin POV

Seharusnya hari ini hari bahagia bagi seseorang yang melepas status single nya,tapi berbeda dengan ku,,aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai.. apa lagi setelah mengetahui calon istriku..

Orang yang aku benci,,orang yang menumpahkan minuman di kaffe, kini telah sah menjadi istriku,,

Sempat tak percaya dengan penampilannya tapi aku yakin dia orangnya,,

Arra tepatnya kim arra ya itu nama dari gadis itu ,,tepatnya istriku,,

Ingin rasanya aku berlari dari tempat ini,membatalkan semuanya, tapi mau di taro dimana nama baik keluarga ku,,

Aku berpaling setiap dia menatapku,,rasa benci itu masih ada,

"Lihat saja nanti,ku buat kau tidak akan bahagia menjalani pernikahan ini,sehingga kau meninggalkan aku dan aku bisa hidup bahagia dengan pilihan ku seulgi"--batinku

..............

Jin POV

Terkejut,

Siapa tidak, orang yang ku cari tiba-tiba muncul hadapanku ,yang lebih terkejut lagi aku dia menikah dengan sahabatku sendiri, lebih tepatnya sudah ku anggap adikku,
Ya arra dan jimin menikah

Ingin rasanya aku berkoar meluapkan rasa emosi ku,tapi sayang aku rasa itu sia sia? Kenapa ???. Jelas karna dia sudah milik orang lain tepatnya adikku,,

Adai waktu bisa di ulang, akan ku bawa dirimu jauh dari semua ini,,tapi sayang semua terlambat,

"Biar kamu miliknya,tapi hatiku selalu tertuju padamu,,jika kamu tersakiti,datang lah padaku" batinku
~~~~

Lamunan ku terhenti saat namjoon menepuk pundak ku
"Hwanja hyung"ucap nya
(Sabar)

Ya mereka mungkin menyadari kalau gadis yang di nikahi oleh jimin dia calon kekasihku,,tepatnya gebetan ku.

"Jangan menangis hyung,kau jelek,,nanti gelar mu sebagai wideworld handsome hangus"~~hosoek

"Aissh kau ini apa sih aku tidak menangis" aku tersenyum berpura pura tidak sedih

"Kau mungkin menangis saat kami tidak ada bersamamu"~~suga

Ya mungkin itu benar --batinku

"Sudahlah. Jangan membahas itu kasihan hyungku"~~taehyung

Aku hanya tersenyum mendengar ucapnya

"Sudah lebih baik kita ucapkan selamat pada mereka"~jungkook

Dengan berat hati aku ikut beriringan bersama ke lima member lainnya..

Aku memberikan ucapan selamat pada nya,,terlihat mata yang berkaca kaca di matanya saat ku berpapasan...

Perasaan ku Sakit saat melihatnya seperti itu tapi...aku tidak bisa melakukan apa apa..

Dan setelah mengucapkan itu,aku kembali di kursi tamu ku dan berbaur dengan yang lain,menghilangkan persaan gundah...

................

Arra POV

Acara pemberkatan usai dilaksanakan...
Aku dengan jimin menyalami tamu yang hadir disini..

"Kau gadis pelayan dikaffe itu bukan,yang dua kali menumpahkan jus di pakaian ku?" jimin bertanya dengan nada yang datar

"I..i.iya." ucapku terbata bata

Seketika dia memalingkan wajahnya, beberapa kali aku menatapnya namun sama sekali dia tidak membalasnya,dan selalu memalingkan wajahnya..

"Ingin sekali aku menangis saat ini..

Selain perlakuan jimin yang paling ingin aku menangis saat
dia mengucapkan selamat untuk,,siapa lagi yang menjadi cinta pertama ku soekjin.tapi apalah daya semua sudah terjadi...."--batinku

Sekarang sudah sore...tepatnya pukul lima ,aku kembali ke kamar ku untuk beristirahat sejenak sebelum mengganti gaun pengantin putih ku dengan gaun pengantin biru ku yang disiapkan oleh eommaku,
Eomma ku memang tau mana yang cocok untukku atau tidak..dan eommaku tau apa warna kesukaanku..

Eh...tunggu biru??? Warna itu juga kesukaan biasku..ahh salah suamiku..jimin..bukankah begitu??? Ahhh..sudah kau tak ingin memikirkannya..-batinku

Tak lama pintu ku terbuka ..menampak seseorang yang menjadi biasku,,siapa lagi bukan jimin..

Dia masuk dengan wajah datar ..raut wajahnya mengatakan kalau dia tidak menyukai ku..mungkin dia sama sepertiku tidak mau pernikahan ini terjadi..
Tapi kenapa dia menerimanya??--batinku

Sejak dia masuk tak satu kata pun yang keluar dari bibirku,,
Bagaimana tidak melihat wajahnya saja aku takut,,apalagi mengajaknya bicara...

Akupun memutuskan untuk keluar dari kamarku ,berpindah tempat mencari tempat peristirahatan. Kamar halmoeniku,,

Sampai disana aku mendapati nenek yang duduk di sofa yang terdapat di ruangan itu.. Ia menoleh ke arah ku dan tersenyum

"Ohh..arra-ah kenapa kau kemari,kau perlu sesuatu?"~~nenek

"Ani , halmoeni, aku hanya sedang bosan.."

"Wae?bukannya suami bersama mu?,"

"Nee..eomma,,tapi aku hanya ingin mencari teman berbicara"

"Kenapa kau tidak mengajak suami berbicara,,bukannya kau sangat mengagumi sosoknya itu.."

"Ne..halmoeni,tapi aku belum siap"

"Aish kau ini, bagaimana perasaanmu mengetahui siapa yng menikahi mu"

"Kaget..sangat sangat kaget,tapi aku senang"

"Ayah,dan ibumu kan sudah bilang,kau pasti akan senang,dan menjalani hubungan dengan bahagia."

Aku hanya tersenyum
Semoga saja halmoeni yang katakan benar aku akan bahagia di masa depan..--batinku

"Halmoeni, kau melihat yura?"-tanyaku

"Oh ya dia tadi bilang dia tak bisa lama disini, dia ada tugas pekerjaan di lain kota, tadi ingin berpamitan menuju kamarmu tapi tidak jadi Karna liat jimin masuk,dibilang dia takut ganggu kamu"ucap nenek

"Aisshh...""

Tak lama kemudian handphoneku bergetar,kulihat notifikasinya ternyata pesan dari yura..

From yura:
Arra-ah mianhae,aku tidak bisa langsung pamit padamu, aku harus segera pulang ke seoul. Tugas ku sekarang di kota lain,

Oh ya selamat yah atas pernikahan mu, aku sempat terkejut dan tidak menyangka melihat calon suami,,ahh lebih tepatnya suami mu,,jimin sekarang sudah menjadi milikmu,,mimpimu sekarang terwujud,,aah...sekali lagi selamat arra-ah"

Aku hanya tersenyum membaca pesan dari yura-

Me and IDOL (perjodohan) [completed✔] [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang