Matahari mulai capek menebar pesona,
Siap untuk meredupkan cahaya,
Tenggelam diujung hiruk pikuk kota.Dibawah sana replika antariksa yang kian indah mulai terbentuk, rumah-rumah berlomba menyalakan lampu, menerangi tiap sudut tanpa celah.
Ditepi jurang yang dipagari, Jungkook tak melewatkan sedikitpun pemandangan indah yang disuguhkan untuknya.
Semesta memang tak pernah mengecewakan untuk urusan seperti ini.
"suka?" pertanyaan retorik dari Taehyung, sekedar basa basi.
"kamu udah tau jawabannya." Jungkook jawab agak jengkel karna fokusnya diputus sama pertanyaan gak penting dari Taehyung.
"tapi aku belum puas."
"kenapa?"
"karena belum kamu jawab sendiri."
Jungkook diam, total fokusnya direnggut oleh matahari yang melambaikan cahaya tanda perpisahan, dipenghujung jalan untuk beristirahat sejenak.
Bahkan matahari bisa seegois itu untuk masalah Jungkook. Setidaknya, Taehyung memilih ngalah untuk saat ini.
Matahari sudah sepenuhnya tenggelam, Jungkook kembali sadar akan sosok Virendra yang masih memperhatikan dirinya dari sebelah.
Nunggu jawaban rupanya.
"iya aku suka banget, makasih." senyuman khas jadi bonus tambahan, Taehyung ngerasa lebih dari lega.
Mereka balik badan, jalan beriringan menuju kearah anak-anak yang lagi pada sibuk foto-foto.
"itu pertanyaan gak penting banget btw."
"itu penting buatku"
"kenapa?"
"aku gak bisa jadi cenayang kayak yoongi, bisaku cuma nebak-nebak yang gak pasti."
"terus?."
"nah kalau tentang kamu itu gak boleh yang gak pasti, apalagi soal kebahagiaanmu. Aku butuh kejelasan."
Mereka cuma ngobrol sepintas, gak saling tatap. Tapi masing-masing dari mereka nimbulin ekspresi muka yang sama.
Sama-sama malu.
"karna kalau kamu sampai kecewa, aku bakal repot."
"repot minta maaf sama tuhan karna udah buat ciptaannya yang nyaris sempurna ini sedih, repot minta maaf sama ibuku karna udah buat menantunya kecewa, repot minta maaf sama ibumu karna udah buat anak tersayangnya yang juga aku sayangin gak bahagia."
Habis itu Taehyung buang muka kekiri, gak mau natap Jungkook karna malu sama mukanya yang merah. Beda sama Jungkook yang natap bawah, nutupin mukanya yang makin menjadi-jadi merahnya.
Namanya juga lagi kasmaran.
Gombalan secheesy apapun juga rasanya manis didenger.
━━━━━━━━━━━━━━
┊┊┊┊ ➶ ❁۪ 。˚ ✧
┊┊┊✧ ⁺ ⁺ °
┊┊❁ཻུ۪۪♡ ͎. 。˚ °
┊┊.
┊ ➶ 。˚ °
*. * · ────────♡Makin malam spot foto disana makin banyak, salah satunya bintang besar yang emang bagus buat foto rame-rame.
Mereka atur posisi terus mulai pasang timer dikamera yang dibawa Wildan.
"ayo cepet, pose."
"berdiri tolol, ngopo koe tengkurep neng kono."
"ojo diinjek asu, iki lagi pose."

KAMU SEDANG MEMBACA
Oren • vk
Fanfic"ketika senja dikota jogja, mampu menciptakan sejuta rasa, yang membuat kita tak bisa melupa, akan indahnya kenangan disana." Φ kata-kata kasar Φ alur masih urakan -; 1st story. ; hope you like it.