1. Latihan? | FMS 1

60 6 0
                                    

Hari ke-1

Hari ini ialah tanggal 17 Agustus. Kalender menunjukkan warna merah yang berarti libur nasional. Tapi hal itu nggak berlaku buat Rena. Ketika semua orang sedang bersenang-senang diluar rumah merayakan hari jadi negara tercintanya, ia harus duduk di depan piano kesayangannya ditemani si Blacky, Cia dan Nanda.

Ya, Rena memutuskan untuk mengikuti kompetisi itu setelah mamanya menyetujuinya. Keesokan harinya, ia pun menyerahkan formulir yang telah ia isi lengkap dengan tanda tangan mamanya kepada bu Alya.

Dan hari ini, Rena akan melakukan latihan hari pertama untuk kompetisinya dua minggu lagi.

"Gue kan udah bilang di grup kalo kalian nggak usah dateng hari ini. Gue udah biasa latihan ditemenin sama Blacky." kata Rena sambil mengelus si Blacky di sampingnya.

"Ya nggak bisa gitu dong, Ren. Ini latihan perdana lo buat kompetisi, nggak etis kalo kita nggak liat hehe.." jawab Nanda dengan cengiran menjijikkannya.

"Bilang aja lo kerumah gue mau ngabisin coklat yang ada di kulkas kan?" tanya Rena sambil menatap nanda dengan tajam.

Cia tampak menghela napas kesekian kalinya pagi ini. Ia tak habis pikir dengan kelakuan kedua temannya itu yang sama sekali nggak bisa akur. Seperti tikus dan kucing. Tom and Jerry.

"Guys please. Bisa memanfaatkan waktu nggak sih kalian itu? Maksimalin waktu yang ada buat lo latihan, Ren. Nggak usah dengerin si Nanda. Udah tau mulutnya nggak bisa berhenti ngomong masih aja lo jawab." sela Cia melerai Rena dan Nanda.

Rena mendecih. Kebiasaan buruk yang selalu ia lakukan kala orang lain berhasil mengaturnya. Ia pun memposisikan badannya senyaman mungkin sebelum memulai latihan pagi ini.

"Tunggu deh, Ren. Tante Merlyn nggak ke butik kan?"

'Nanda lagi.' batin Rena.

Cia dan Rena--yang tadinya menghadap pianonya--memandang tajam Nanda karena terus mengganggu konsentrasi Rena yang mau memulai latihannya.

Nanda yang merasa tidak bersalah pun hanya bengong melihat kedua temannya yang memandang dirinya tanpa berkedip sekalipun.

"Apaan? Gue cuma tanya." katanya sambil menaikkan salah satu alisnya.

"Mama ada di kamar. Papa yang kerja hari ini." jawab Rena sambil kembali menghadap pianonya.

"Lah? Hari libur gini tetep kerja? Bokap gue aja libur, Ren." kata Nanda memastikan.

Cia mulai tertarik dengan pembicaraan yang dimulai Nanda. Karena yang ia tahu, hari ini seluruh kantor, instansi, sekolah dan lainnya diliburkan. Wajib libur. Aturan pemerintah.

"Bukannya kemarin ada pemberitahuan di TV kalo hari ini semuanya diharuskan libur ya, Ren? Nggak mungkin kan bokap lo mau kerja sendirian di kantor sedangkan semua pegawainya libur." jelas Cia.

Rena tampak berpikir. Keningnya lalu mengkerut kala ia berusaha menyangkut-pautkan kepingan-kepingan yang sedang berceceran di kepalanya. Tapi nihil, ia sama sekali nggak mendapatkan apapun. Sambil masih merasa heran , ia memperhatikan temannya satu-persatu dan berdiri dari duduknya.

"Gue tanya mama dulu." putusnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mamanya.

Nanda dan Cia saling memandang sebelum keduanya sama-sama mengendikkan bahunya.

***

"Lo yakin hari ini nggak jadi latihan, Ren?" tanya Cia pada Rena.

Rena menghela napas, ia memang mengatakan pada kedua temannya bahwa hari ini lebih baik jalan-jalan keluar daripada menghabiskan waktu untuk mempelajari not-not yang membosankan itu.

Sayap Yang Patah | Fm SeriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang