Fake Boyfriend - 1

23.8K 1.8K 195
                                    

Enjoy and happy reading💙
Jangan lupa tinggalkan jejak😘
Sorry for the typos.

***

Jangan menangis, Sofia. Kamu kuat.

Kata-kata itu terus terulang di benak Sofia ketika melihat sebuah undangan di atas meja makan.

Richard & Lilian's Wedding

Mantan pacar yang sudah berpacaran dengannya selama tiga tahun tiba-tiba menikah secepat itu. Mereka baru putus dua bulan yang lalu. Bahkan ia belum bisa melupakan perasaannya untuk Richard, terus terbayang semua kenangan indah mereka bersama.

Nyatanya ia tidak seberarti itu di mata Richard hingga pria itu dengan mudah mencari pengganti dan bahkan langsung menikahinya.

Sofia meletakkan undangan itu dengan lesu. Napsu makannya untuk sarapan sudah menguap habis ketika membayangkan wajah bahagia mantan pacarnya bersama gadis lain.

Ia meraih tasnya, kemudian buru-buru pergi menuju halte bus dekat rumahnya. Ia butuh teman curhat!

***

"Mantan kamu nikah?!"

Sofia menganggukan kepalanya dengan lesu. Ia menatap Janice, sahabatnya dengan tatapan memelas. "Aku harus gimana, Jan? Dateng? Tapi masa dateng sendiri."

Janice meletakkan tangannya di dagu, menandakan sedang berpikir keras. Lalu tiba-tiba mata dan mulutnya terbuka lebar.

"Bagaimana jika kamu datang dengan tetanggaku? Dia lumayan tampan dan orangnya juga ramah. Yang pasti dia sangat baik, aku yakin dia pasti mau membantumu."

Sofia mengerucutkan bibirnya. "Aku sengenes itu ya?"

Tanpa basa-basi, Janice langsung menganggukan kepalanya sambil meringis. "Bukan karena ditinggal pacar nikah tapi karena kamu belum move on, Sof."

Andai semudah itu. Sofia juga ingin terus melanjutkan hidupnya alias move on. Tapi rasanya sulit karena Richard merupakan cinta pertamanya.

"Yang penting kamu datang dulu aja dengan tetanggaku itu. Jangan lupa dandan yang cantik dan terlihat bahagia."

Sofia tersenyum kecil dan berterima kasih pada sahabatnya itu. Janice memang selalu bisa menjadi tempat curhat terbaiknya.

"Ngomong-ngomong, siapa nama tetanggamu?"

"Hunter," jawab Janice dengan semangat. Ia berharap Sofia bisa cepat move on dan lebih bagus lagi jika bisa bersama dengan Hunter, tetangganya dari kecil.

***

Sofia sudah duduk di teras rumahnya selama lima belas menit dengan gelisah. Ia terus-terusan melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangannya.

Gadis itu sudah berpenampilan semaksimal mungkin. Gaun berwarna peach selutut yang membalut tubuhnya dengan pas. Kerah sabrina membuat leher jenjang dan bahu putihnya nampak indah.

Jangan lupakan gaya rambut dan make up wajahnya. Ia sudah nampak seperti tuan putri khusus hari ini.

Kurangnya hanya satu, pasangan. Pemuda bernama Hunter itu belum juga menampakkan batang hidungnya dari tadi.

Fake Boyfriend ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang