Hai
Selamat membaca:)🌻
Eyri yang diantar Abi ke kelas ternyata dilihat oleh Selly, Selly yang penasaran melambaikan tangannya antusias menyuruh Eyri ke bangkunya.
Eyri menurut, saat memasuki kelas, atensi semua orang langsung berpindah padanya, terdiam memaku tidak menyangka akan kembali kedatangan princess cantik di kelas mereka.
Suitan-suitan gombal mulai terdengar, disertai decakan sebal oleh kaum hawa. Mereka berpikir saingan menjadi cantik jadi makin bertambah, apalagi ini sangat cantik! Bukan kaleng-kaleng! Membuat mereka incesure mendadak, macam tahu bulat.
Bisikan penasaran terdengar saut-menyaut. Eyri yang menjadi pusat perhatian menjadi risih dan tetap cuek. Membuat semua makin penasaran dan bertambah gemas dengan tingkah gadis ini.
"Buruan kali, Chan! Lama banget jalan kesini doang!" Protes Selly. Tolong ingatkan Eyri untuk menendang tulang keringnya sesampai disitu nanti.
Eyri berjalan lebih cepat, banar-benar menendang tulang kering Selly dengan sepatunya membuat Selly memekik kesakitan dengan gaya sembrono yang terlalu berlebihan.
"Lo-" tunjuknya tepat ke Eyri yang tersenyum begitu manis, "mau mati hah?" Ia bangkit berdiri sembari memegang kakinya yang berdenyut. Dikejarnya Eyri yang saat ini tengah tertawa mengejeknya, berlari sampai ke depan pintu kelas, Eyri tak sengaja menginjak kaki seseorang membuat orang itu meringis kesakitan dengan kaki yang diangkat sebelah tanda bahwa sakitnya tidak main-main.
Eyri terdiam mematung, dengan Selly yang juga sama diamnya. Selly diam bukan karena merasa bersalah, ia diam karena mengambil ancang-ancang untuk membalas menendang tulang kering Eyri dengan tidak manusiawi.
Dasar! Tidak berperikeeyrian!"Astaghfirullah, Selly!!!" Teriak Eyri kuat yang dibalas Selly cengiran serupa dan uluran lidah sembari pergi dari sana. Sedangkan seseorang yang berada didepannya, meringis merasakan sakit yang didapatkan Eyri yang mungkin saja lebih sakit dari injakan gadis itu di kakinya.
"Ais! Sakit banget ya?" Tanyanya membuat Eyri menoleh emosi.
"Terus kamu pikir? Ini enak? Rasa Ice Cream vanila?"
"Eh, nggak gitu kok." Ringisnya merasa bersalah. "Yaudah sini biar aku bantu masuk," tawarnya kepada Eyri.
"Ga usah, makasih." Tolaknya, yang seketika membuat Eyri tersadar bahwa tak seharusnya ia memarahi laki-laki dihadapan nya ini karena tadi Eyri juga menginjak kakinya.
"Eh, maaf ya. Bukannya mau kasar, tapi ya gitu, heheh. Eh kaki kamu gapapa, kan?" Tanyanya merasa bersalah juga."Eh gapapa, Aku kuat, gini doang gak ada sakitnya," ucapnya memuji diri sendiri.
Eyri mencibir dalam hati, idih! Dasar buaya buntung. Dia bilang gak sakit? Padahal muka udah merah gitu nahan kesakitan.
"Hehehe, bagus deh,"balas Eyri segera.Lelaki itu tersenyum sangat manis, membuat Eyri ingin mengetok kepalanya. Bukannya apa-apa, ngeri aja gitu disenyumin terlalu berlebihan, Eyri jadi merinding sendiri sambil menunduk menatap sepatutnya.
"Woi, Nesblok! Ngapain elo berdiri depan pintu gini? Minggir, gue mau masuk!" Ucapaan seseorang itu membuat Eyri mengangkat kepalanya melihat asal suara, membuatnya terkejut ternyata orang itu Anta.
"Nesblok maksud lo gue goblok gitu? Sok pinter lo, ulangan harian aja selalu dapet empat sok-sokan ngatain orang goblok!" Tak terima, lelaki yang dipanggil Nesblok itu memaki Anta yang tampak biasa saja, tak terpengaruh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Prince? And Princess. -> Slow Update.
Novela Juvenil*Sebelumnya aku mau ngasih tau,* Kalo "Eyri's Story" ganti judul menjadi, "Prince? And Princess* Ini juga sekalian lagi revisi ya :) 🌱 Ini tentang *Princess* yang binggung akan pilihannya. Seorang *Princess* yang tak sadar akan keindahan kualitas d...