Hari ini gadis sholehah ini sudah lima tahun belajar di pesantren, berjuang di pesantren, dan bersedih berbahagia di pesantren
Dan hari ini adalah hari pertama nya kembali ke pesantren setelah libur panjang bulan ramadhan
Kerinduanyg menyayat pun terobati, kerinduan nya kepada pondok pesantren tercinta "HIDAYATUL A'LIM" sudah tak terasa lagi di ubun-ubun karena hidung nya sudah bisa merasakan udara sejuk yg menimpa tubuh
Udara pesantren yg membuat siapapun tenang, membuat siapa pun seakan merasakan kedamaian yg abadi, walau pun sebenarnya tidak ada yg abadi kecuali Allah azza wa jalla
Nama nya Fatimatuz Zahra,biasa di panggil Zahra-gadis biasa, sederhana, dan tawadhu ini kembali ke pesantren yg ia cintai dan yg slalu ia rindukan
Ia kembali dengan semangat yg menyala menuntut ilmu lillahita'ala, dan tahun ini adalah tahun terakhir nya belajar di pesantren yg ia cintai, karena tahun ini ia sudah menduduki kelas 3 ulya
Satu tahun lagi perjuangan nya,kebersamaan nya dengan teman teman asrama dan kelas nya akan berakhir
Keinginan nya setelah ia resmi menjadi alumni Ponpes Hidayatul Alim, ia akan mengabdikan diri nya berbekal ilmu yg ia dapatkan di pesantren di kampung halaman nya
Karena ini adalah tahun terakhir bagi Zahra, ia berniat mencurahkan segala nya kepada pesantren yg telah banyak memberi nya ilmu
Padahal Zahra adalah gadis yg sopan dan slalu rajin dalam setiap kegiatan gotong royong, namun tidak menimbulkan kepuasan dalam hati nya untuk slalu membantu pesantren sebelum ia pergi
Karena bagi Zahra pondok adalah tempat yg paling mempunyai arti dalam hidup nya, dan ustadz ustadzah adalah orang yg paling berjasa dalam hidup nya setelah kedua orang tua nya
Lima tahun berlalu telah Zahra lewati dengan baik, entahlah dengan tahun terakhirnya ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Jawaban Doa Cinta
SpiritualitéKetika hati telah memilih, dan cinta sudah tertanam, belahan jiwa telah di temukan,dan sang imam idaman telah nyata di depan mata Namun... Semua nya berubah tak berbekas Ketika Allah hadir kan orang asing yg mengubah keteguhan jiwa hanya dengan can...