Disinilah aku bisa tertawa bersama teman-temanku yang lain di warung Mang Ujang. Lokasi warung ini berada disebelah timur alun-alun Jakarta.Waktu aku SMP pasti dulu ada Mang Ujang dan istrinya yang melayani anak-anak nongktong disana. Tapi, semenjak aku kelas 3 SMP, Mang Ujang meninggal karena sakit. Dan kini hanya ada Bujang sendirian. Ehh,,maksudku Bu. Ujang yang melayani kami. Tapi sayang, semenjak aku lulus SMA warung Mang Ujang digusur karena katanya warung itu merusak pemandangan sekitar alun-alun dan menurut info yang aku dapat warung Mang Ujang dijadikan tempat berjudi dan para pecandu narkotika.
Tapi, maaf aku sudah tidak pernah nongkrong lagi di warung itu, karena kala itu kita sudah memilih tempat yang lebih aman karena waktu itu ada para pemuda-pemuda lain yang mengusir aku dan teman-temanku. Maka dari itu, kami memilih untuk lebih mengalah dan pindah, apalagi soal pencandu narkotika kita sama sekali tidak tahu-menahu soal itu apalagi mengonsumsi benda terkutuk itu walaupun kami suka nongkrong tapi bukan berarti kami suka minum narkoba maupun berjudi.Baiklah, mungkin aku hanya bercerita sedikit saja saja hari-hariku saat berada diwarung Mang Ujang,eh bukan tapi sekarang warung Bujang. Bu ujang maksudku he he he.
Warung ini sangat berharga bagiku karena ditempat inilah aku memiliki anggota geng. Tapi bukan geng brandalan. Camkan itu!. Habya saja yah, memang semua anggota kita rata-rata mengonsumsi rokok. Terkadang kita selalu kumpul sepulang sekolah atau bahkan kadang malam hari. Disini yang menjadi ketuanya adalah aku. Aku bukan mengajak teman-temanku nakal, melainkan aku mengajak mereka aksi pembelaan harga diri. Kita tidak akan membuat onar jika tidak ada api terlebih dahulu.
"Mending langsung hajar aja!" kata Rayhan
"Tabokin aja kalau ada orang kayak gitu." sahut Galang
Itulah percakapan kita diwarung Bu Ujang saat membahas guru kita pak Arifin yang memukul si blac karena ketauan bolos karena pacaran.
"Maunya ku sikat tuh giginya. Biar tidak kuning dan bau." kata Black dengan raut wajah yang geram.
Iya, pak Arifin adalah guru BP disekolahku yang terkenal dengan aroma khas mulutnya yang sangat harum sampai-samai orang lain bisa pingsan jika berbicara terlalu lama sambil dalam jarak dekat.
"Gak usah." Jawabku
"Loh, kenapa Sak?" Ical nanya
" Maksudku tidak usah balas dendam, kasihan, toh itu pula guru kita yang telah berjasa mendidik kita ( dalam lubuk hatiku kala itu, aku berfikir terlalu bijaksana). Gini aja, kan yang dipukulin si black. Kenapa waktu itu Black nggak mukul balik?" kataku.
"Si Black mah kuat atuh kan ya Black?" celetuk Bocil
"Kuat-kuat mata luh peang!" sahut
Black"Kan hidung kamu sudah dioperasi pakai besi,pastilahh kuat." kata Galang
"Meskipun dilapisin pakai besi hingga 10 lapis, tetap saja tembus. Kan pak Arifin sakti mandraguna." sahutku
"Ha ha ha" semua yang ada disitu tertawa serempak termasuk Bu Ujang.
"Gimana sak?" Ical nanya setelah selesai tertawa.
"Apa?" kataku ingin memperjelas pertanyaan Ical.
"Yah, soal Black itu" jelas Ical
"Udah, robek aja tuh mulut." sahut Galang
"Iya, biar nggak ganggu tuh aromanya." kata black
"Ha ha ha." semuanya kembali tertawa
"Yah, gitu" jawabku setelah meminum kopi.
"Gitu apaan?" Bocil nanyak
"Kenapa ini? anak muda ya... Pesen ibu sih ya, jangan sampai kalian merugikan diri sendiri." sahut Bujang

KAMU SEDANG MEMBACA
AISYAH M.S (Slow Update)
RomanceCerita ini mengisahkan seorang laki-laki yang teringat dengan kisah cinta masa lalunya dengan seorang gadis berjilbab. Mendapat restu dari seorang bundanya membuat laki-laki ini kembali semangat untuk menuliskan kisahnya. Ais itulah nama gadis itu...