Tsegtseg

358 37 38
                                    

[ цэцэг ]

Tsegtseg

Sinopsis:  dalam Bahasa Mongol, artinya bunga.

"Sebuket bunga Ambrosia, untuk Eddy Chen."

AU - Brett dan Eddy bukan teman masa kecil.

AU - Florist!Eddy

Inspired by this:

Inspired by this:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

==========

Susah rasanya untuk membagi waktu. Apalagi saat kau adalah seorang mahasiswa yang kejar tayang banyak konser. Membuat fokusmu tertuju hanya pada satu hal; latihan. Kapan terakhir kali aku bisa menyesap teh boba sembari menggulir beranda media sosial? Bahkan aku tidak bisa mengingatnya.

Tampil sana, tampil sini. Opus ini, opus itu. Latihan, latihan, dan latihan tanpa kenal lelah. Terkadang aku berharap waktu bisa menjadi 40 jam sehari supaya aku punya waktu untuk beristirahat.

Well, sejujurnya rutinitas ini membuatku lelah. Rasa jenuh juga pernah sempat singgah. Namun ada satu hal yang tetap membuatku bertahan.

Sebuah buket bunga yang dikirimkan secara anonim untukku. Hadiah yang selalu kutunggu-tunggu dipenghujung konser dan dengan ajaibnya dapat menghilangkan rasa penat.

Sebenarnya tidak anonim-anonim amat. Selalu ada kartu yang tersemat disana yang berisi sepatah kalimat ucapan dan pengirim dengan inisial 'E'.

Aku tidak tahu siapa dia. Wujudnya, suaranya, apapun tentangnya. Namun siapapun dia, aku ingin menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan kepadaku.

. : o O o : .

Hari itu adalah ulang tahun Ibu dan aku nyaris melewatkannya. Salahkan jadwal latihan yang ketat ini, Bu!

Dengan case biola bertengger di pundak dan ransel di dada, aku melangkah buru-buru keluar dari stasiun.

Setengah jalan menuju rumah, aku berhenti mendadak. Aku datang dengan tangan kosong—lupa membawa hadiah. Merutuk, aku mengedarkan pandangan kesekelilingku.

Tak ada toko kue. Tak ada toko hadiah.

Sialan—oh. Terdapat toko bunga diujung sana. Phew, setidaknya aku tidak akan datang dengan tangan kosong.

Beberapa langkah sebelum sampai destinasi, aku dapat mencium aroma bunga yang cukup menyengat—dalam artian baik.

Berbagai macam jenis bunga didalam pot menyambut kedatanganku. ChenChen Florist—begitulah nama toko yang tertera jelas di papan sebelah pintu masuk.

Saat pintu kudorong terbuka, bunyi lonceng menggema.

"Selamat datang," sapa sebuah suara.

Seorang laki-laki. Kemeja putih, kancing teratas dibuka, lengan baju disingsingkan, dan sebuah celemek biru dongker dengan papan nama kecil tersemat dipojok kiri. Eddy.

CRESCENDO [TwoSetViolin Oneshots]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang