"Sieee, Doyoung kena cacar tuh." Kata mama begitu sadar dengan kehadiran gue di ruang tengah.
"Cacar? Kok bisa?" Cacar tuh biasanya nular kan? Nah, dia kenapa bisa kena cacar?
Gak mungkin kan dia cacar soalnya makan masakan yang gue buat? Ah bodoh banget alesannya. Gak mungkin gak mungkin. Masa dia cacar gara-gara makan masakan gue?
"Tadi mama liat di tangannya ada bintik-bintik merah, persis cacar aja pokoknya. Tadi dia sempet bangun sebentar waktu mama dateng, ternyata dia ngunjungin temennya kemarin-kemarin yang lagi sakit cacar. Terus kayaknya Doyoung kecapekan juga karena kerjaannya, jadi kondisi tubuhnya gak fit."
"Gak dibawa ke rumah sakit tuh ma? Minta obat ke dokter."
"Nanti, jam 3, dia masih mau tidur dulu sebentar katanya. Pusing dia bilang."
"Oooh yaudah." Hanya itu tanggapan gue.
"Ma aku kerumahnya Doyoung ya. Mau liat dia sekarang kayak gimana.""Oke, oh iya gimana ujiannya?"
"Ada drama."
"Kenapa?" Mama menegakan tubuhnya dan menatap gue dengan rasa ingin penuh tau.
Akhirnya gue menceritakan bagaimana cerobohnya gue saat lupa memasukan file UAS ke dalam flash disk, lalu gue dan Dahyun berakhir lari-larian kayak dikejar setan. Tapi untungnya kita keburu untuk ngumpulin UASnya sama tanda tangan. Jadi lumayan lega kan.
"Yaampun, besok-besok lagi kamu double check Sie, gak kebayang mama gimana kamu lari dari lantai 1 ke lantai 5. Sadis banget."
"Emang ma, sadis banget parah kan ya? Kenapa ujiannya harus di lantai lima sih?" Gue yang salah, tapi gue yang protes :)
"Bikin kampus sendiri kalau ujiannya gak mau di lantai 5."
"Iya nanti aku bikin kampus sendiri. Gak akan ada UTS, UAS, tugas presentasi, paper dan lain-lain. Liburnya juga dua kali setahun. Sekali liburan 6 bulan. Hehe." Gue cuma nyengir ke mama, sementara mama hanya geleng-geleng mendengar ucapan gue yang gak masuk akal itu.
Gue bangkit dari kursi dan pamit ke mama sebelum pergi ke rumahnya Doyoung. Gue belum lama banget kenal sama Doyoung, tapi gue ngerasa hubungan kita semakin dekat. Begitupun dengan Jeno dan Kane.
———————
Ting tong ting tong
Kane membuka pintu depan beberapa saat kemudian. Mungkin dia lagi di kamarnya Doyoung ngejagain dia, siapa tau Doyoung butuh sesuatu.
"Kak Siena!" Ucapnya dengan girang setelah melihat sosok gue di depan pintu.
"Halo Kane! Doyoung gimana? Dia masih tidur?"
"Masih." Sambil mengangguk.
"Ini udah jam 2, Kane udah makan?"
"Udah, tadi Tante Yubi bawain makanan untuk Kane sama bubur buat Kak Doy."
Kane mengambil satu langkah mundur dari pintu untuk membiarkan gue masuk.
"Doyoung di kamar?"
"Iya." Sambil menutup pintu.
"Kak Siena mau liat Kak Doy?""Iya, aku belum pernah liat dia sakit sebelumnya."
Kane pun memimpin jalan ke arah kamarnya Doyoung yang terletak di ujung lorong, pintu kamarnya Doyoung, Kane biarkan terbuka karena tadi dia harus buka pintu depan dulu.
Begitu memasuki kamarnya Doyoung, Kane langsung duduk di sofa yang ada disana. Walaupun umurnya Kane baru 13 tahun, dia ini udah bertanggung jawab loh. Alih-alih main atau nonton TV dibawah, dia ngejagain kakaknya sambil membaca buku. Iya buku. Gue juga baru tau kalau Kane suka membaca. Kayaknya semuanya suka baca buku deh, buktinya mereka bikin perpustakaan kecil di lantai bawah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Adoring Doyoung | Kim Doyoung
Fanfiction[COMPLETED] "What if we give meaning to the things that don't have meaning? We are so desperate looking for an answer until we decided to give meaning to this thing by ourselves." Start 14/04/2019 Finish 19/06/2019 #260 in ff 17/12/19 #269 in kimdoy...