Hari ini aku mendapatkan berita yang sangat mengejutkan. Ketika jam istirahat, saat itu hujan sedang turun dengan deras. Aku melihat Kagura di jemput oleh ayahnya dari jendela kelasku. Wajahnya terlihat sangat terkejut dan bersedih. Aku penasaran apa yang telah terjadi. Aku pun turun ke lantai satu untuk menanyakannya kepada Kagura. Tapi, ketika aku sudah berada didekat pintu masuk sekolah, aku ditahan oleh kak Mizuka dan Kotori yang kebetulan ada disitu. Karena tidak mengerti apa yang telah terjadi, aku pun bertanya kepada mereka.
“Apa yang telah terjadi, kak Mizuka ? Kotori ? kenapa Kagura di jemput oleh ayahnya ?”
“Eto... bagaimana menceritakannya ya ? aku bingung bagaimana harus menceritakannya padamu, Fuyuki.”
“Biar aku saja yang menceritakannya, Mizuka-san !”
“Jadi ada apa Kotori ?”
“Sebelum aku menceritakannya, berjanjilah kau tidak akan ribut. Karena baru aku dan Mizuka-san yang diberitahu soal hal ini.”
“Iya, aku berjanji. Jadi ada apa ?”
“Jikutawa-san baru saja ditemukan bunuh diri di kamarnya.”
Aku benar-benar sangat terkejut ketika mendengar berita tersebut. Aku tidak menyangka kalau dia akan bunuh diri. TapI aku sangat penasaran apa yang membuatnya bunuh diri.
“Benarkah !? tapi kenapa dia sampai bunuh diri ?”
“Tidak ada yang tahu alasannya. Bahkan, polisi masih menyelidiki alasannya sampai sekarang.”
“Apakah dia tidak meninggalkan semacam surat wasiat yang menjelaskan alasan bunuh dirinya ?”
“Aku tidak tahu sejauh itu. Oleh karena itu, sekarang kami berniat untuk ke rumahnya Fea-san.”
“Kalau begitu, bolehkah aku ikut ?”
“Tapi, bukankah masih ada jam pelajaran setelah ini ? aku tidak mau kalau kau sampai melewatkan pelajaran.”
“Terima kasih untuk perhatianmu, Kotori, tapi kau tidak perlu khawatir ! lagipula, aku tidak akan bisa belajar dengan tenang setelah mengetahui hal ini. Jadi biarkan saja aku ikut.”
“Baiklah kalau kau memaksa. Kalau begitu ayo kita pergi !”
“Tapi sebelum itu, kalian sudah izin untuk pulang kan ?”
“Iya, sudah.”
“Kalau begitu, aku ke kelas sebentar untuk izin. Tunggu saja aku di depan sekolah !”
“Hmm ! cepat ya !”
Aku pun kembali ke kelas untuk meminta izin agar bisa pulang duluan. Dan untungnya, ketua kelasku sedang ada di kelas. Jadi aku bisa langsung memberitahunya. Setelah aku meminta izin kepada ketua kelasku, aku pun pergi ke depan sekolah untuk menemui kak Mizuka dan Kotori.
Kami bertiga pun pergi ke rumah Fea-san untuk melihat apa yang terjadi dengan Jikutawa-san. Dan agar tidak terlalu lama, aku memanggil taksi untuk mengantar kami ke rumah Fea-san. Dan hanya dalam beberapa menit, kami pun sudah sampai di depan rumah Fea-san. Saat kami sampai disana, ada kerumunan orang dan polisi yang berdiri di depan rumah Fea-san. Kami juga melihat Fea-san yang sedang menangis di pelukan Kagura. Kami pun langsung menghampiri mereka.
“Kagura ! Fea-san !”
Hanya Kagura yang menjawab panggilanku sementara Fea-san tetap menangis di pelukan Kagura.
“Ah, Fuyuki, Mizuka-chan, Kotori-chan !”
“Jadi, bagaimana dengan Jikutawa-san ?”
“Ternyata kau sudah mendengarnya ya. Yah, seperti yang kau tahu, Iruto-san bunuh diri di kamarnya.’

KAMU SEDANG MEMBACA
Live for Life
Teen FictionCerita Live for Life berpusat pada Odayaka Fuyuki yang menjadi tokoh utama laki-laki sekaligus pencerita. Live for Life menceritakan kehidupan Fuyuki sejak dia kehilangan orang tuanya sampai dia menikah dan cerita orang-orang yang ada disekitarnya...