[TAHAP REVISI]
"This is not my real face!" - Kim Namjoon.
Dari sisi gelap seorang IDOL terkenal. Yang memikirkan bagaimana agar semua orang tak kehilangan harapan disaat ia tak menemukan harapan dalam hidupnya.
Bukannya menemukan harapan itu. Bagai...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam itu, malam yang dingin setelah kejadian dramatis Namjoon yang ingin mengakhiri hidupnya. Malam yang hujan turun dengan derasnya, seperti membersihkan semua kenangan kelam yang masih tersimpan dipelabuhan hati untuk kembali hanyut bersama air laut.
Hyerin berjalan menyusuri lorong dorm, masih dengan tangannya yang menggenggam lengan besar yang kini sedang membutuhkan papahan dari tubuh kecilnya. Sampai mereka tiba dipintu kamar, pria itu menatap manik hazel milik Hyerin seraya tersenyum.
"Bisa antarkan kedalam?"
Hyerin hanya membalas dengan senyuman lalu membuka kenop pintu. Mengantarkan pria itu kedalam sesuai permintaannya, membantunya berbaring diatas ranjangnya yang nyaman.
"Istirahatlah, aku harus makan malam" ucap Hyerin sambil mengusap lembut tangan besar itu.
"Tapi aku belum ingin tidur,"
"Kau harus istirahat Joon, besok ketika matahari terbit aku janji kita akan bertemu lagi"
"Kau tidak akan pergi kan?"
"Tidak akan, tidak lagi selama kau berjanji untuk berubah menjadi lebih baik"
"Apapun itu untukmu sayang," ucap Namjoon mengusap pipi lembut Hyerin.
"Joonie, sebenarnya..."
Hyerin ragu ingin mengatakan berita besar itu pada Namjoon. Ia hanya takut jika Namjoon tidak menginginkan anak ituatau Namjoon malah bahagia. Ia tidak bisa memastikan diantara kedua itu, respon apa yang akan Namjoon berikan.
"Tidak jadi, kau harus istirahat"
Hyerin mengusap pelan surai lebat pria itu hingga sang empu memejamkan matanya.
Saat ia membuka pintu kamar, seseorang berhasil membuatnya jantungan. Untung ia tidak berteriak, karna pria itu langsung menariknya keluar kamar.
"Astaga, tuan? Ada apa?"
Ternyata pria itu sipucat Min Yoongi.
"Kita harus bicara," ucapnya lalu menarik pergelangan tangan Hyerin mengikuti langkahnya.
Ia menekan beberapa tombol password Genius Labnya lalu masuk diikuti Hyerin dibelakangnya.
"Duduk!" ucapnya ketus.
Pria ini benar benar tidak bisa lembut hanya untuk sekali, ia hanya melihat Min Yoongi yang lembut saat malam dimana ia menangis dalam pelukkan pria dingin itu.
"Ada apa sebenarnya tuan?"
"Ya! Berhenti memanggilku tuan!"
"Lalu? Oppa?"
"Ya! Itu semakin membuatku jijik. Panggil Yoongi saja, itu lebih baik"