Badai di musim semi

780 159 9
                                    

typo, sebagian dari konflik.

.

Bodoh! Jungkook bodoh! Kalau memang Jungkook benar-benar mencintaiku, kenapa dia memutuskan aku dan berpacaran dengan Jimin? Kenapa memuakan sekali?

Perasaanku campur aduk, setelah mendengar perkataan Jungkook tadi, aku memutuskan untuk pulang, mengurung diri di kamar, mengabaikan panggilan Seira yang meminta bantuanku untuk mengerjakan PR matematikanya. Aku mengeluarkan semua yang ada dikantong celanaku, ponsel dan benda lainnya aku letakkan diatas meja samping kasur. setelah itu aku melempar diriku keatas kasur  yang empuk.

Dasar Jungkook bodoh. Aku tak dapat mengontrol perasaanku, aku panik, sangat-sangat panik. Setelah membuangku, sekarang dia berkata seperti itu, sungguh keterlaluan. Apa dia tak memikirkan perasaan Jimin. Bagaimana bisa dia dengan entengnya berkata begitu.

''Yoongi, aku benar-benar menyukaimu'' ucapan Jungkook terus terngiang ditelingaku. Kenapa ini semua harus terjadi. Aku sudah berbaikan dengan Jimin. Tak mungkin aku kembali pada Jungkook. Lagipula aku sudah bersama Taehyung, tidak mungkin aku meninggalkan Taehyung demi Jungkook yang pernah menyakiti hatiku.

Kenapa hatiku ini, rasanya seperti terayun-ayun? Apakah ini karena aku sudah lama tidak bertemu dengan Taehyung? Aku harus bagaimana? Aku sangat menyukai Taehyung, sangat suka. Bahkan rasa suka ini lebih dari rasa sukaku pada Jungkook dulu.

Tapi entah mengapa aku jadi bingung sendiri. Aku yang pernah berpacaran dengan Jungkook sewaktu SMP, dari dalam lubuk hatiku, aku memilihnya daripada Taehyung yang saat ini sudah mengisi hatiku.

Saat pikiran itu terus berputar-putar diatas kepalaku, tiba-tiba saja ponselku berdering. Aku berdecak kesal, saat ini aku sedang tidak ingin berbicara atau mengangkat telepon dengan siapapun. Aku mendiamkannya, nanti juga mati sendiri.

Namun, baru sebentar ponselku berhenti berdering, dia mulai mengeluarkan suara nyaringnya lagi. Dengan agak malas aku mencoba untuk meraih ponselku yang ada diatas meja, dimana? aku masih mencoba untuk meraihnya tanpa berniat untuk bangun dari atas kasur.

''ahh, dapat Huaaaa--- setelah aku mendapatkan ponselku, aku terjatuh dari atas kasur, berguling diatas karpet lembut dibawahku.

''YAK PONSEL SIALAN!''marahku pada benda elektronik yang masih ada dalam genggamanku, benda itu masih berdering menampakkan nama Taehyung lengkap dengan nomor teleponnya yang menandakan bahwa dialah yang menghubungiku.

Aku jadi ragu untuk mengangkatnya. Tapi, apa yang akan aku katakan pada Taehyung, Saat ini hatiku sedang tidak menentu begini. Dengan ragu aku mengangkatnya.

''Yoongi?''suaranya begitu lembut, membuat debaran hati Yoongi semakin tidak tenang.

''Taehyung maaf, maafkan aku, saat ini aku,...''

''hei, kenapa? kamu habis menangis ya?'' pandai sekali dia menebak perasaanku, atau jangan-jangan dia tau.

''m-mungkin karena serbuk bunga'' aku berbohong

''Yoongi, maaf ya. Aku gagal di semua ujian''kata Taehyung, bagai sebuah sambaran petir di siang bolong membuatku terdiam ditempat.

''hari ini datang hasil dari universitas yang terakhir. Aku gagal dan kalah. Kim Taehyung telah gagal''

Aku mengerti meski Taehyung terdengar ceria, aku yakin saat ini dia sedang sedih. Padahal dia telah berjuang, padahal dia yakin dan lancar-lancar saja mengerjakan soal.

Pada saat seperti ini aku harus bilang apa? Aku tidak tau harus berkata apa. Kalau gagal, berarti dia harus menunggu sampai tahun depan. Jadi Taehyung tidak akan datang ke Seoul? Dan kami harus melanjutkan hubungan jarak jauh. Jarang bertemu.

''Yoongi maafkan aku karena tidak bisa memenuhi janjiku. Tapi aku janji, Tahun depan aku akan lulus'' suara ceria itu begitu menyakitkan ditelingaku. Kenapa? Kenapa harus berbohong untuk menjadi orang ceria. Kenapa dia tak mengungkapkan segala kejujurannya saja. Aku tau kalau Taehyung sedang sedih saat ini, aku sangat tau.

''hmm, memang sakit untuk menunggu setahun lagi, tapi berjuanglah. Aku yakin Taehyung pasti bisa'' aku mencoba mengeluarkan kata-kata yang kuharap tepat.

Sekali lagi, kami harus berhubungan jarak jauh lagi. Seoul dan Daegu meski kita masih satu negara, akan tetapi jarak yang membuat kita jauhlah yang membuat hatiku bimbang, masih tetap bertahan padanya, atau beralih pada yang lain.

kepalaku terasa kosong, aku kesepian. Sementara hati Jungkook sepertinya berpaling kepadaku lagi. Mungkin inilah kesempatan terakhir, haruskah aku menerima Jungkook kembali? Atau tetap bertahan pada Taehyung.

Aku sungguh bingung, aku harus bagaimana? apa yang seharusnya aku lakukan? Siapapun kumohon bantu aku memutuskan pilihan yang sulit ini.



Wishes Come True (complete)Where stories live. Discover now