— Doyoung point of View —
"Doy, bangunin aja Sienanya." Om Arco berdiri dari duduknya dan mengambil cangkir kopinya di meja.
Filmnya udah selesai, kita semua udah mau tidur. Udah jam 11 malem dan udah pada ngantuk semua. Jadi ya kita memutuskan untuk tidur. Karena besok Om Arco mau ngajak kita mancing. Gue selalu pengen mancing, tapi gak tau cara-caranya gimana.
Kebetulan Om Arco ini hobinya mancing. Jadi beliau juga mau sekalian ngajarin gue, Jeno, sama Kane trik-trik memancing.
"Gak apa-apa om?"
"Kamu mau emangnya kayak gini terus semaleman? Kalau kamu gak apa-apa ya boleh, tapi pegel loh."
Akhirnya gue membangunkan Siena dengan pelan.
"Sie, bangun." Sambil menepuk pundak sebelah kanannya dengan pelan."Hng nanti ah." Dia ngelindur kayaknya. Setelah dia menolak tadi, tangannya langsung melingkar di atas perut gue. Siena meluk gue.
Gue gak salah kan?
"Yaampun, mah. Anak mama nih, main peluk-peluk cowok." Kata Om Arco sambil geleng-geleng. Gue udah takut banget kan gila Om Arco sama Tante Yubi bakal gimana gitu begitu melihat anaknya meluk gue. Udah deg-degan, tapi mereka malah ketawa.
"Maaf ya Doyoung. Siena kalau tidur emang suka meluk." Yaudah Sie gak apa-apa tidur aja biar gue dipeluk sama lo.
"Siena, bangun." Tante Yubi berusaha ngebangunin Siena, tapi dia masih gak bangun juga. Kebo banget yaampun Sie.
"Pah gak bangun. Kebluk banget sih ini anaknya." Protes Tante Yubi ke Om Arco yang mulai mendekati gue dan Siena.
"Sie bangun. Pindah ke kamar." Ujarnya berharap semoga Siena bakal bangun dan pindah tempat.
"Hmm." Matanya masih terpejam.
"Duh bener-bener deh Siena. Tau gak Doy? Dia pernah tidur seharian, tante sama om kira ada apa-apa kan sama Siena. Habis dia di dalem kamar lama banget. Gak keluar-keluar. Waktu kita berdua panggil, dia gak ngejawab, makin panik kan tante sama om disitu. Terus kita buka paksa pintunya, ternyata dia tidur. Padahal pintunya udah kita gedor-gedor loh." Tante Yubi cerita. Ada yang manusia kayak Siena? Pintu di gedor-gedor masih enak tidur.
"Seret aja tante ke kamarnya." Jeno... dia ngomongnya gak mikir dulu. Ini kan anaknya Om Arco sama Tante Yubi, lah dia ngajak perang kayaknya.
"Boleh, seret aja, No." Tante Yubi malah setuju sama ucapannya Jeno barusan :')
"Kak Siena bangun!!!" Ujar Kane. Tapi Siena masih belum bangun. Yang ada dia berubah posisi dan meletakan kepalanya di atas pangkuan gue. Matanya masih tertutup rapat.
GUE MAKIN PANIK DONG.
"Udah Doy, kamu berdiri aja. Dia juga gak akan nyadar kalau kamu berdiri. Kebo juga kalah sama Siena mah." Tante Yubi kayaknya udah mulai bingung gimana caranya bangunin Siena.
"Tante temenin Kane ke kamar dulu ya, sama tante mau ambil selimut sama bantal untuk Doyoung sama Jeno." Ucapnya. Gue kan tidurnya di ruang tengah sama Jeno. Soalnya kamarnya disini hanya ada 2."Om naro ini dulu ke dapur, sama habis itu mau ke toilet. Sakit perut." Sambil nyengir ke gue.
"Gue juga mau buang-buangin sampah dulu ya bang." Emang sampah bekas ciki dan minuman banyak, Jeno menawarkan diri biar dia aja yang beresin sampahnya sama memilah sampah sesuai jenisnya.
Sementara Kane ikut sama Tante Yubi ke kamarnya Siena dan meninggalkan gue hanya berdua dengan Siena. Ini gue harus apain biar dia bangun.
"Siena." Gue masih mencoba membangunkan dia. Gue tepuk-tepuk pundaknya dengan pelan. Tapi gak ada jawaban.

KAMU SEDANG MEMBACA
Adoring Doyoung | Kim Doyoung
Fanfiction[COMPLETED] "What if we give meaning to the things that don't have meaning? We are so desperate looking for an answer until we decided to give meaning to this thing by ourselves." Start 14/04/2019 Finish 19/06/2019 #260 in ff 17/12/19 #269 in kimdoy...