Haii haii
Welcome back😂😂Cuss langsung eksekusi😅
Koreksi typo ya😜Happy reading all😍
Seorang wanita berdaster dengan rambut coklat kehitaman dan kulit kuning langsat itu nampak sedang menggunting rumput dihalaman belakang rumah megah suaminya.
Mengurus taman, dapur, dan kasur. Ya setidaknya hanya itu yang dapat Secha kerjakan agar dirumah ini selama dua tahun belakangan ini, bahkan ia pun lupa kapan terakhir kali ia keluar dari pagar rumah ini.
"Assalamualaikum menantu cantiknya Ibuk.", Secha menoleh kala mendengar suara yang tak asing baginya, suara yang sangat ia rindukan.
"Ibuk!", Secha menghambur ke pelukan seorang wanita senja yang tampil dengan kebaya kutubaru dengan motif khas jogja yang dipadukan dengan rok span selutut, terlihat sangat anggun dan keibuan.
"Waduhh.. Kok makin kurus aja toh mantu ibuk ini.", hoda Ratna, Ibunda Seto.
Secha menyengir kuda, "Ibu dateng sama siapa?"
"Loh.. Gimana to? Seto kan lagi ke Singapur to? Jadi ya ibuk temenin kamu disini.", Secha terperangah.
Singapur?
Secha buru-buru tersenyum mengangguk, "ah iya Buk, Mas Seto kan ke Singapur.", bohong Secha, seolah ia tau, karena ia tak ingin ibu mertuanya khawatir mengenai hubungannya dengab Seto.
"Tapi ibuk ndak biasa lama loh, suamimu seminggu toh di Singapura, tapi ibuk cuma bisa nginep empat hari aja. Kasian bapakmu nanti ndak ada yang nemenin.", terang Ratna membuat Secha semakin mendesah kecewa. Kecewa karena Seto pergi jauh dan lama tanpa pamit, padahal meski selalu bersikap buruk, selama ini Seto tak pernah meninggalkanya selama dan sejauh ini.
"Masuk yuk nduk, ibuk bawa oleh-oleh istimewa buat kamu.", Secha mengangguk menuruti ibu mertuanya yang sangat lembut dan keibuan itu.
***
"Nihh liat nduk, lucu toh?", Secha tersenyum getir menatap sepasang rajutan sepatu bayi berwarna biru, yang ada di genggaman mertuanya.
"Bagus buk,",puji Secha tulus.
"Disimpen ya Nduk, ibu udah nggak sabar lihat cucu Ibuk, pasti cantik dan ganteng kaya kamu dan Seto.", Secha menunduk dan menatap sepasang sepatu imut itu.
"Doakan saja ya buk.", jawab Secha sekenannya, karena jujur hatinta kembali terluka mengingat penolakan Seto atas kehadiran anak diantara mereka.
"Pasti, tapi kamu nggak nunda punya anak kan nduk?", Secha menggeleng cepat, Ratna tersenyum hangat, ia mengusap pundak Secha.
"Mungkin memang belum dikasih saja, yang penting tetep ikhtiar, jangan capek-capek, jangan kebanyakan pikiran.", Secha mengangguk.
"Ibuk pernah minta Seto bawa kamu bulan madu, tapi kata Seto kamu ndak mau, kenapa to?",Secha mengernyit, jangankan honeymoon, sekedar jalan-jalan ke taman pun tidak.
"Nduk?", Ratna menepuk pelan pundak Secha yang nampak melamun.
"Ehh??", Secha terlonjak, "i-iya buk, waktu itu Secha sering tiba-tiba nggak enak badan. Jadi takut ada apa-apa.", jawab Secha berbohong lagi, entah sudah berapa kebohongan yang ia buat pada mertuanya selama ini, demi menutupi keadaan sebenarnya dalam rumah tangganya dan Seto.
"Berarti sepulang Seto dari Singapore kalian bulan madu ya?", ucap Ratna antusias, dan Secha hanya tersenyum.
"Assalamu'alaikum.", Secha dan Ratna kompak menoleh kala mendengar suara yang tak asing ditelinga mereka.
"Waalaikumsalam, Ehh?!! Le!! Kok pulang?", Tanya Ratna heboh menghampiri putra semata wayangnya.
Seto tersenyum hangat, senyuman manis yang tidak pernah ia tujukan pada Secha.
"Pertemuannya diundur bulan depan buk.", jawab Seto sambil mencium tangan ibunya dengan taklim.
"Oalah.. bersih-bersih dulu sana, biar ibuk dan istrimu siapin makan siang.", Seto mengangguk kecil.
Seto melirik Secha sekilas, matanya seolah mengkode Secha untuk ikut naik ke kamar.
"Secha carikan baju ganti untuk mas Seto dulu ya buk.", Ratna mengangguk dan tersenyum penuh arti.
****
"Lepas bajumu!", titah Seto kasar.
Secha menurut, ia tak ingin ambil resiko dengan menolak Seto.
Dengan wajah menunduk dan mulut terkunci Secha melepas bajunya.
"Temani aku mandi.", titah Seto kembali dengan nada datar, Secha pun mengikuti Seto masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Secha, karena memang seto sama sekali tidak mengijinkan Secha masuk ke kamarnya.
Seto memandang geram Secha yang berusaha menutupi dua bukit kembar miliknya.
"Buka sendiri atau aku ikat paksa tanganmu!"
Secha meringis merasakan air sabun hangat dalam bathup yang mengenai putingnya.
Sementara tubuh Seto menegang kala melihat lecet yang bisa dikatakan parah pada kedua puting Secha, karema ulahnya semalam.
"Keluarlah! Aku muak melihat wajahmu!" usir Seto pada Secha akhirnya.
Cuttt
masih mau lanjut nggak nih?

KAMU SEDANG MEMBACA
(un)Loved Wife [END/COMPLETE]
Literatura Feminina#1 on WEDDING {25.02.20} #5 on TEARS {25.02.20} #2 kn TEARS {28.07.20} "Aku akui dan sadar betul betapa sombong dan angkuhnya aku dulu, tapi bisakah kau melupakan semuanya? Bisakah kita menjalani rumah tangga kita dengan normal? Karena aku.. Mulai m...