Fajar, saat di mana Allah menurunkan para malaikat untuk mengaminkan setiap do'a orang-orang yang bermunajat kepada-Nya. Konon katanya, ayam jago berkokok dikarenakan hendak menyambut turunnya para tentara Allah itu.
"Ya Rabb, maafkan hambamu yang telah lancang memaksa-Mu untuk menjodohkanku dengan ia yang akhir-akhir ini menyita perhatianku dan membuatku tak lagi khusyu' menghadap-Mu. Ya Rabb hamba rela jika ia harus bersama orang lain terlebih ia adalah lelaki yang terbaik yang pernah aku temui. Hamba mohon satukan Gus Zaen dengan orang yang ia cintai. Permudahlah jalan mereka untuk bersatu jika mereka memang berjodoh. Dan tabahkanlah hatinya jika memang pada kenyataannya mereka tak bisa bersatu.
Ya Rabb tolong hapus rasa yang harusnya tak hamba rasakan sebelum adanya ikatan suci ini. Dan hamba mohon ya Rabb dimana pun keberadaan tulang rusuk hamba, lindungilah selalu ia dan mudahkan segala urusannya. Dekatkan ia dengan orang-orang yang mencintaimu. Pertemukanlah kami disaat hamba sudah pantas untuk menjadi imamnya. Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shagira. Rabbana atina fiddunya hasanah wafilakhirati hasanatau waqina 'adzabannar. Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul 'alim atub 'alaina innaka antattauwaburrahim." Yusuf mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya. Hatinya terasa lebih lapang yang sejak kemaren terasa begitu sesak.
***
Pukul 03.15 dijadwalkan untuk Nadia memulai kembali hatamannya yang sempat diistirahatkan karena sudah terlalu larut malam. Namun, sejak 15 menit yang lalu ia belum juga terbangun dari tidurnya padahal sudah beberapa kali temannya membangunkannya.
Kepala Nadia terasa begitu berat, sehingga membuat ia menunda-nunda untuk bangun. Dua hari full tubuhnya harus diforsir untuk menjalankan tugas yang sangat menguras pikirannya yang menjadikan tubuhnya semakin lemah.
"Mbak-mbak Lia, mpun jam 3 lebih lo, ayo bangun ..." Fitria menepuk-nepuk pundak Nadia pelan. Ia sudah mengenakan mukena, siap mengikuti hataman yang akan berlanjut sholat subuh. Nadia menggeliat, matanya mengerjap-ngerjap lalu melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Ia terkesiap, matanya membelalak kala melihat jarum panjang jam berwarna hitam itu. Tanpa mengucap apa-apa ia langsung berlari menuju kamar mandi yang terletak tak jauh dari kamarnya. Terlihat beberapa orang yang masih setengah sadar berjajar disetiap pintu kamar mandi yang terdiri dari 15 pintu dan sebuah kolam yang biasa disebut kulah di depannya. Diantara pengantri itu masih ada saja yang meneruskan rajutan mimpinya yang sempat tertunda meski dalam keadaan berdiri ataupun duduk. Nadia kesal dan juga menyesal karena terlambat bangun sehingga pemandangan seperti ini yang semula ia hindari harus ia alami. Nadia berusaha berkompromi dengan pengantri awal untuk membiarkan ia menyela antrian itu. Dengan tanpa banyak kata orang yang diajak negosiasi menganggukkan kepalanya dengan mata masih tertutup, sesekali ia juga menguap.
***
Tepat sepuluh menit Nadia sudah kembali ke kamarnya, Fitria dan Nisa masih setia menunggunya. Ia bergegas mengambil mushaf dan menyerahkannya kepada Fitria. Mukena dan sajadah ia sampirkan di pundaknya. Mereka pun berjalan keluar dengan Nadia yang masih sibuk mengenakan mukenanya sewaktu melewati lorong-lorong kamar menuju aula dalem.
Tepat saat mereka sampai di samping ndalem melewati bancik mereka tak sangaja memergokki Ning Zahra tengah bercanda dengan Gus Zaen di pintu ndalem bagian samping. Nadia sontak kaget begitupun Zahra dan juga Zaen.
****
Nadia terbelalak melihat dua orang yang sangat ia kenal berada di hadapannya. Mereka yang ia hindari selama ini nyatanya malah ia hampiri.
"Mbak Lia ..." panggil Nisa yang keheranan melihat Nadia masih terdiam di tempatnya dan tertinggal jauh dari mereka.
"Eh iya." Ia segera berlalu dari hadapan Zaen dan Zahra tanpa menghiraukan ataupun menyapa mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
MAHLIGAI CINTA SANTRI NDALEM
RomanceYusuf Mahfudz santri abdi dalem yang populer diharuskan mengajar santri putri yang terdapat seorang gadis yang terkenal dengan banyaknya catatan kasus pelanggaran, Nadia Hasna. Sabarkah Yusuf menghadapi murid yang nyentrik itu? Padahal ia terkenal k...