You did Well Update tiap Senin/Minggu.
Jangan lupa mampir ke work sebelah ku ELUSIF (Kang Daniel) update Senin/Minggu juga.Happy reading~
🌥🌥🌥
"Aku ingin membicarakan sesuatu. Tapi, habiskan dulu makananmu ya." Yoona mengangguk pelan mendengar itu dan kembali berfokus pada makanannya.
Menatap Yoona makan masakannya dengan lahap sungguh membuat sesuatu dalam dirinya berteriak kegirangan. Sebenarnya, dia tidak mau merusak mood Yoona yang sedang baik ini. Tapi mau tidak mau, walau sudah terlambat, Daniel harus mengatakannya.
Setelah menghabiskan makanannya, Yoona meminum teh hangat yang telah dibuat Daniel dan meminumnya sampai tetes terakhir.
"Aku melihat cctv hari itu. Sebulan setelah kejadian itu terjadi." Ujar Daniel membuat Yoona mengalihkan pandangannya kewajah Daniel yang membuang pandangannya kearah lain.
"Aku melihat kalian saling menyakiti dan menyerang. Kau tidak sepenuhnya bersalah. Aku tau." Ujar Daniel sambil menunduk.
Yoona tertegun mendengar ucapan Daniel. Oh. Ternyata laki laki yang telah menjadi suaminya mengetahui sejak dahulu itu bukan hanya kesalahannya, tapi seolah olah tidak mengetahui apapun.
Dadanya terasa sesak. Mengingat hal itu membuatnya tidak bisa memikirkan apapun lagi.
"Aku sangat merasa bersalah telah memukul wanita, terlebih wanita itu telah menjadi istriku."
Memukul wanita. Rasa sakit itu.
Yoona masih ingat jelas bagaimana rasanya.
Tidak hanya fisiknya yang terluka. Mentalnya juga mendapat tekanan yang kuat.Yoona berusaha menahan emosinya yang meluap. Ia sudah berjanji untuk menjadi dewasa dalam menjalani rumah tangga yang berat bersama seorang yang disayangi oleh banyak orang seperti Kang Daniel.
"Mungkin ini sudah sangat terlambat, tapi aku minta maaf. Telah membuatmu memiliki trauma ini."
Mendengar itu, Yoona akhirnya mengerti alasan Daniel menangis tadi malam saat melihatnya jatuh seperti itu. Perasaannya sedang berkecamuk sekarang, dan dia tidak tau harus menyikapi sesuatu tanpa merusak hubungan keduanya lagi.
Yoona menarik nafasnya dalam. Berusaha untuk mengistirahatkan fikirannya yang berkecamuk.
"Lagipula itu sudah berlalu. Aku sudah memaafkanmu kok. Tidak usah merasa bersalah lagi." Ujarnya sambil tersenyum sangat manis, sedang Daniel menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
"Kau tidak marah?" Tanya Daniel khawatir.
"Untuk apa aku marah? Aku senang kau terbuka soal itu padaku."
Perkataan Yoona gantian membuat Daniel tertegun. Sepertinya ia baru mengerti apa yang harus dilakukan setelah ini.
Benar. Daniel memiliki banyak hal yang telah disembunyikannya dari Yoona. Tidak terhitung jumlahnya.
Oleh karena itu, Daniel selalu berfikir merahasiakannya berarti harus menyelesaikannya seorang diri tanpa bantuan siapapun. Dan akibatnya, hubungan dia dan wanita ini tidak pernah berjalan dengan lancar.
Daniel menatap Yoona yang mengambil snack milik Daniel dari kulkas dan memakannya kembali di tempatnya semula.
"Baru makan nasi kemudain makan cemilan lagi?" Tanya Daniel terkekeh melihat mulut Yoona yang penuh dengan snack favoritnya.
"Baiklah, makan sepuasnya selagi masih kuat. Aku mandi dulu ya." Ujar Daniel dan disambut anggukan pelan dari Yoona yang mulutnya masih dipenuhi snack.

KAMU SEDANG MEMBACA
You Did Well [Kang Daniel]
Fanfiction'When your heart give up on getting his love' • • • Pernah menunggu cinta seseorang dan merasa lelah? Bukan sebentar tapi dalam jangka waktu yang lama. Dua tahun. Dan kamu menangis karena dia telah bersama orang lain setelah dua tahun itu. Bukan...