Part 4

23.4K 260 4
                                    

2 Juni 2019
00.00

Peringatan :
-Bijak dalam menambah bacaan
-Typo tersebar dimana-mana
-VOMENT sebelum membaca, keharusan!!!

💭💭💭

Alcys PoV.

"Apapun!"

Astaga, Alcys jawaban apa itu?

Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan yang aku punya. Aku benar-benar akan mati di ruangan ini.

"Benarkah?" Tanya lagi. Ia menatapku dengan licik, ujung bibir sebelah kanan nya mulai terangkat yang semakin menciut kan mentalku.

"Terkait dengan pertanyaan pertama. Kau masih ingat malam itu?"

Tubuhku tiba-tiba menegang. Benar saja dia mencoba memancingku untuk mengingat kembali dengan kesalahan di night club yang aku perbuat.

Pria itu bangkit dari posisinya. Berjalan kearah ku dan mencondongkan wajahnya kehadapan ku.

Ohh, tidak. Aku salah fokus, wajahnya sama saja tampannya. Bahkan dari dekat seperti ini.

Dengan kesadaran yang masih meremang, aku memundurkan wajah ku. Dia belum mengenal ku sepeuhnya ya?

Hah. Jika saja aku mau, aku bisa saja membawanya ke surga dunia detik ini juga, pastinya dia tidak akan mampu mengiringi permainan ku. Tapi itu semua aku urungkan, aku masih mau uang.

Saat mataku terfokus kearahnya, sebuah noda merah mengalihkan pandangan ku. Aku berusaha melihat noda itu, bercap stempel bibir wanita.

Waw.. kena kau. Kau akan ikut kedalam permainan ku, b-o-s tampan. Hmmm.. kali ini, sudut bibir kanan ku yang mulai terangkat.

"Kau bisa bekerja dengan ku malam ini?"

Heh.. aku menghembuskan nafas frustasi. Dia benar-benar mau melihat skill ku ya?

"Kau pasti sudah ahli bukan?" Lanjutnya.

Apa maksudnya? Dia merendahkan ku? Hey, asal kau tau bos tampan, belum ada yang bisa menembus labirin ku selama ini. Dan kau juga akan mencobanya? Selamat datang diangan-angan pria rakus.

"Ma-maksud ku. Aku bisa bekerja di bidang apapun. Pemasaran misalnya? Ya-ya. Terserah kau menempatkan saja." Ujar ku dengan gugup.

Aku benar-benar sudah lemas. Aku pasrah, baru saja jawaban apalagi yang kau beri Alcys. Kau tidak ahli dalam pemasaran.

Ini semua gila. Gila. Gila. Gila.

💭💭💭

Harry PoV.

Aku sedikit terpaku dan terdiam. Gadis yang ada dihadapan ku ini. Bahkan terlihat lebih cantik dari foto yang aku pandangi semalam.

Ya, yang dikatakan Louis tadi memang benar. Seharian aku memandangi CV dan wajah gadis itu melalui surat permohonan yang ia buat.

Bukan apa-apa. Aku benar-benar ingin membunuh wanita ini sesaat. Seharian penuh aku berusaha memikirkan pertanyaan yang harus membuat gadis didepan ku ini sadar dengan kesalahannya.

Aku masih ingat, wajah polosnya yang berlumuran kotoran itu bersandar nyenyak di dadaku. Sekalipun menjijikkan, tapi tidak menutupi manis wajahnya.

Tunggu. Apa ku bilang? Wajah manisnya? Ahh, tidak mungkin. Aku tidak menyukai gadis ini. Apapun itu, wajahnya, sikapnya, suaranya, apa saja. Aku hanya ingin membunuhnya saja.

Perfect Tonight [ SLOW UPDATE ✓ ✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang