One Shoot two shoot chapter dari KIM HANBIN dan KIM JINHWAN iKON !!!
☡ BOYS X BOYS AREA BUKAN NORMAL AREA ☡
aku nulis sebenernya buat nuangin imajinasi aku aja tentang mereka, karena mereka gemesin bangett 😔
jadi work ini apdet ketika ada moment a...
Pagi pagi sekali hanbin sudah dijemput oleh manajer hyung untuk datang ke kantor kepolisian demi melakukan pemeriksaan atas kasus yang menimpanya.
Dan sekarang, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam sedangkan hanbin belum juga pulang ke dorm.
Jinhwan sudah sangat resah karena hanbin nya sama sekali belum menghubungi dirinya. Bahkan mengirim pesan saja tidak.
Ia berulang kali mengecek ponselnya bahkan berkali kali bertanya pada yunhyeong apakah hanbin sudah pulang atau belum dan jawabannya hanya sebatas tidak tahu karena memang hanbin belum ada di dorm atas.
"Hhh... dia pergi kemana sebenarnyaa..."
Kriiingg...
"Yeoboseyo.. iya hyung...?"
"Mwo..?!! Kau seharusnya selalu berada disampingnya hyung..!"
"Dia belum pulang.. aku bahkan sudah menunggunya sejak tadi..."
"Ne.."
"Ne.."
Pip.
Telfon dimatikan bersamaan dengan tangan jinhwan yang meremas ponsel yang berada dalam genggamannya.
"Sudah kuduga.."
"Dia melakukannya lagi..."
. . .
Jinhwan segera mengambil jaket dan topinya. Ia harus segera menyusul hanbinnya. . . .
Tidak sulit menemukan hanbin, ia pasti sedang duduk dibawah kursi yang berada di bawah pohon rindang tepat dibagian ujung dari taman.
Jinhwan memandang sendu pada bahu kekar yang biasanya terlihat kokoh, kini seolah kehilangan kekuatannya. . . .
Hanbin memandang kosong kearah jembatan yang membentang sepanjang sungai.
"Bodohnya.. aku lupa, bahwa kalian tidak pernah membuat kesalahan apapun..."
Matanya kemudian kembali tertuju pada ponselnya, dimana banyak sekali artikel berita tentang dirinya di internet.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Berhenti melihat dan mencari tentang dirimu..."
Hanbin menoleh setelah mendengar suara parau dan juga usapan lembut pada bahunya.
"J-jinanie..."
Jinhwan mengambil ponsel hanbin dan memasukannya ke dalam saku jaketnya.
"Ayo pulang... kau bisa sakit..."
Hanbin meraih uluran tangan jinhwan lalu menggenggamnya erat sedangkan jinhwan tersenyum saat hanbin menggenggam erat tangannya.
Mereka berjalan dalam diam, sibuk dengan pikirannya masing masing.
Keadaan saat ini sangat rumit, bahkan bisa dibilang ini merupakan hal terburuk bagi mereka. . . .
Sesampainya di dorm, jinhwan segera menghubungi manajer hyung untuk memberitahu bahwa hanbin sudah kembali ke dorm. . . .
"Mianhae..." Hanbin akhirnya memecah keheningan diantara mereka.
Jinhwan yang mendengar suara hanbin langsung menoleh pada hanbin yang berada disampingnya.
"Untuk apa...?"
"For being... me..." hanbin tidak bisa menahan sesak di dadanya sehingga suaranya terdengar serak.
Hanbin menunduk setelah mengucapkan kalimat singkat terakhirnya, rasanya hatinya sangat hancur pikirannya juga sangat kacau.
Jinhwan segera bangkit untuk membawa hanbin kedalam pelukannya.
Ia membawa kepala hanbin untuk diletakan didadanya dan menepuk pelan punggung hanbin demi membuatnya merasa lebih baik.
"Menangislah... jika kau ingin menangis..."
"Aku sangat kacau..."
"Ku kira aku adalah si kuat..."
"Tapi..."
"Aku takut..."
"Aku... hiks.. pen-jahat..."
Jinhwan semakin mengeratkan pelukannya pada hanbin. Ia juga menggigit bibirnya agar tidak ikut menangis.
"Aku bodoh karena ingin mencobanya..."
"Aku hiks.. bodoh... j-jinaniie.."
Bahu hanbin bergetar kuat seiring dengan tangisan yang keluar dari matanya.
"Sekarang, semua menganggapku seorang p-penjahat.."
"Sssttt.. you're not.."
"Aku.. takut... Semua akan pergi meninggalkanku..."
"Aku takut.. kau bahkan menganggapku sama seperti mereka..."
"Aku t-takut kau pergi..." suara hanbin melemah ketika mengucapkan kalimat menyedihkan itu.
Deg, hati jinhwan berdenyut nyeri mendengar ucapan hanbin ia lantas melepas pelukannya lalu membawa wajah hanbin untuk menatap wajahnya.
Jinhwan mengusap pelan air mata hanbin.
"Kau bukan seorang penjahat.. not you're not.."
"Kau bahkan bukan seorang pecundang bin... absolutely, you are not..."
"Berhenti mengucapkan kalimat makian terhadap dirimu sendiri bin..."
"Berhenti membenci dirimu sendiri..."
"J-jinaniie..."
"When no one else chooses to stay..."
Jinhwan mengusap lembut pipi hanbin seraya tersenyum lembut pada hanbin.
"I will..."
"Jadi... tolong terus menjadi kuat seperti biasanya..." . . .
Hanbin kemudian bangkit dari duduknya lalu dengan cepat menarik jinhwan kedalam pelukannya.
"Tolong..."
"Terus buat aku kuat kim jinhwan..."
Jinhwan mengangguk dalam pelukan hanbin.
"Selalu ada pelangi selepas badai bin.. seburuk apapun badai itu..."
"Aku akan membersamaimu untuk melewatinya..."
Hanbin menggangguk seraya mengeratkan pelukannya pada jinhwan.
End.
Pengen banget bikin story yang ga sedih sedih... tapi belum ada kabar baik yang bikin mood baik buat nulis yang baik baik maafinn... 🙏