33_이유_ reasson

2.7K 161 8
                                    

Arra pov.

"Oh..yah?..tapi ku rasa kau bohong?"

Aku hanya diam seolah membenarkan yang ditanyakan jungkook, seketika aku kembali menangis ,dan tanpa aba aba jungkook merangkulnya dari sisi

"Tenanglah, kau bisa berbagi cerita mu denganku" ucap jungkook

Lagi lagi aku hanya diam menangis sesegukan, di pelukan jungkook. Aku tidak munafik karna memang saat ini aku membutuhkan sandaran atas apa yang aku rasakan

Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah yang datang dari sisi belakang ku

"Ah...rupanya kau sekarang mendekati jungkook,huh"

Ucapan itu membuatku mendongak melihat siapa yang mengatakannya

Jimin...

Jimin yang mengatakannya , aku terkejut bukan main ,dan aku pikir jungkook pun sama sepertiku,

"Hyung...ini tidak seperti yang kau pikirkan" sergah jungkook yang mengetahui kalau aku di tatap tajam

Namun jimin tak mengalihkan pandangannya dari ku.
" jadi benar huh ternyata kau jalang, yang diam diam mendekati semua lelaki, " ucap jimin

Aku hanya diam , sepertinya tak ada lagi yang harus ku katakan karna jika aku membalikan fakta jimin akan mengancamku

"Hyung..aku bisa jelaskan.,ini tak seperti apa yang kau pikirkan." jungkook

"Diam.kau, apa artinya jika seorang yang berduaan berpelukan di pojok taman ini" tanya jimin tegas

"Kami memang duduk berdua, tapi aku memeluknya, itu karna ada alasannya hyung" jungkook mencoba menjelaskan dengan penuh hormat sebagai hyungnya

"Alasan..? Alasan apa huh? Jalang ini menyukai mu huh., " tanya jimin dengan suara keras sampai orang sekitar meliriknya

🐍🐍🐍🐍

Author

"Sayng..sudah hentikan pertengkarannya," ucap seulgi

Dan seketika jimin menarik tangan arra untuk dibawa Pulang arra hanya bisa pasrah mengingat ia harus mematuhi apa yang di inginkan jimin

"Hyung jangan sakiti dia" teriak jungkook sedangkan seulgi menatap jimin penuh kesal

S
A
M
P
A
I

Di rumah jimin menyeret arra menaiki anak tangga , lalu menghempaskannya pada kasur saat berada di kamar.

Arra hanya bisa menangis, sperti budak yang tidak punya kekuasaan atas hak yang ia miliki sebagai manusia.

Jimin segera menindihnya,
Saat arra dalam posisi terlentang, dengan sekuat tenaga arra mendorong tubuh jimin namun tak kunjung membuahkan hasil karna jelas tenaga jimin mendominan
.
"Tolong...jangan lakukan apapun" pinta arra

Jimin menyungingkan bibir
"Kau...kau tau bukan semalam kau menggagalkan ku bersama seulgi"

Arra tak mampu menjawab saat jimin menjambak rambutnya dengan keras

"Jadi ku harap kau mengeri maksudku"

Tanpa aba aba jimin melepas pakaian yang kenakan arra saat itu juga bersama dengan pakaian yang ia kenakan

"Aku.moohon jangan lakukan ini" ucap arra saat jimin merobek pakaian dalam arra

"Diam..." bantah jimin

"Ah...ji..min...henti..kan..ku...moh..on." arra tak mampu menghentikan jimin saat ucapannya saja terputus selagi jimin mengecup bagian lehernya dan diyakini meninggalkan bekas

Me and IDOL (perjodohan) [completed✔] [Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang