Part 3 : Benar-Benar 5cm

313 6 0
                                    

Alarm berbentuk ayam jantan-ku  pagi ini berteriak kencang. Seperti gadis kecil yang terjepit pintu kamar Dan hal itu membuatku begitu kaget condong ke keadaan panik.

“maa…. Kebakaran.. kebakaran.. “, teriakku sembari berlari keluar kamar menuju dapur rumah.

“kenapa kamu ?? “ ledek devan sodara lelaki ku satu-satu nya yang super duper sibuk dengan organisasinya dan kehidupan cintanya, tidak sama denganku, tapi sebentar lagi akan ada cerita cintaku , harapku.

“ituu.. itu.. kebakaran.. suaranya nya.. ayoo maa..”, rambut yang berantakan seperti benang kusut dan mata yang masih merah , aku berlari panik.

“kok ,, nggak ada yang panik sih ?? “ aku tiba-tiba menatap mama dan devan yang sedang tertawa terbahak melihat kondisiku.

“hahaha.. itu alarm kamu yang lagi teriakin kamu , kalau sekarang matahari udah capek nungguin kamu “ tambah devan lagi yang sedang memakan nasi goreng ikan kering andalan mama.

“ou,” jawabku singkat. Sedikit kesal karena ledekan Devan.

            Akhirnya aku kembali ke kamar, dan menghentikan alarm cemprengku yang pagi ini membuatku nyaris menjadi bahan lawakan seluruh anggota rumah. Handuk, dan perangkat mandi yang lain ku ambil dan menuju ke kamar mandi yang super , duper pinky , request –an adikku yang bungsu.

            Seusai mandi, nyarap (sarapan, ala-ala bahasa gaul), dan sedikit memoles wajah dengan bedak baby yang jarang digunakan gadis dewasa seperti ku, akupun menuju ke kampusku dan bisa ku yakinkan kalian, kampusku adalah tempat yang paling membosankan yang pernah kalian liat, orang yang rajin dan yang berpura-pura rajin sulit dibedakan, iya, karena mereka semua tergila-gila dengan nilai A, B, dikampus atau nyaris depresi berat karena nilai E dari dosen yang selalu mereka cari muka (dasar munafik, be yourself , dude). Mungkin sedikit berbeda dengan ku , yang tidak terlalu berfikir tentang nilai yang akan ku dikeluarkan oleh dosen, aku mungkin condong tidak peduli, atau mungkin karena bakatku tak ada di jurusan yang sangat di dukung oleh mama dan papaku ini. Meskipun tak ku sangka sesekali , nilai yang kuanggap akan error malah menjadi nilai alfa di nilai akhir semester kuliah ku (tepuk tangan dong, sedang menyombohkan diri nih ).

“shei, liburan kan hari senin nanti , jadi tinggal 2 hari lagi nih kita kuliah “, deska menyapaku di depan koridor seuasai perkuliahan manajemen strategi di gedung D lantai dasar kampus ku.

“yap”,jawabku singkat sembari merogoh tas mencari hanphone hijau toska andalanku.

“liburan yuk, kemana gitu, aku ada rencana ke kota Batu, Malang nih, dengar-dengar penginapan disana yang kalau nggak salah namanya.. emm..Jambuluwuk menarik loh” , Deska berbicara sembari aku menggunakan payung karena liurnya menyembur dimana-mana, bercanda, dia hanya sedikit muncrat.

“nggak bisa deh kayaknya”, akhirnya jalan mulus pun tiba-tiba menghampiriku. Akal ku pun tiba tiba penuh dengan rencana-rencana, yang akan kujalankan.

            Berarti kalau misalnya Deska pergi bareng anak-anak kampus ke Malang, berarti aku ada kesempatan untuk alasan ke nyokap kalau aku bakalan pergi bareng mereka dan waktu bersama Bilal ku tak terbatas lagi. Sejenak khayalanku berkeliaran, entah lari mengelilingi kampus atau hanya stretching ditempat saja, yang pastinya aku berkeringat , lagi. “are you okey ??”, Deska memperhatikanku dan menyadarkanku dengan sebuah palu berwarna perak, tunggu dulu, ini bukan cerita pembunuhan , tapi ini cerita manis (bukan nama kucing).

yes, im “aku mengusap dahi , dari pukulan mainan palu mini gantungan kunci di pena Deska

Conquer Your HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang