02

291 48 2
                                    

"Tak semua hal dengan awal yang baik, dapat berakhir dengan yang baik juga. Begitupun sebaliknya"



"Yakin tak ada yang tertinggal?" Tanya Jaemin dengan senyum jahilnya saat akan memasuki mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yakin tak ada yang tertinggal?" Tanya Jaemin dengan senyum jahilnya saat akan memasuki mobil.

Junkyu menatap datar "Jangan membahasnya, Jaem. Itu sangat memalukan"

Jaemin terkekeh "Baiklah baiklah"

Junkyu menjatuhkan bokongnya diatas kursi mobil milik Jaemin. Sudut matanya menangkap sosok Jaemin yang tersenyum lebar seperti seseorang yang tidak memiliki satupun masalah. Kemudian junkyu beralih mengedarkan pandangannya.

"Mobil yang bagus"

Jaemin menoleh "Oh, terima kasih"

"Kau pasti anak yang cukup baik sampai dibelikan mobil sebagus ini"

Jaemin tergelak, lalu menggeleng pelan "Tidak juga" Jaemin memutar kuncinya, dan mobil itu melaju dengan tenang.

Junkyu diam, sesekali melihat ke arah luar jendela. Atau memainkan ponselnya. Pikiran Junkyu berkecamuk, Sebenarnya dia berpikir ratusan kali untuk menanyakan tentang--

"Ada yang mengganjal dihatimu Jun?"

Junkyu menoleh cepat "Ya?"

"Mungkin soal margaku dan ayahku"

Ah, benar. Itu salah satu pertanyaannya.

"Tentu saja. Jika kau bersedia menjelaskannya aku akan mendengarkan"

Jaemin menginjak rem dengan tertata saat lampu lalu lintas itu berubah menjadi merah, dia menoleh ke arah Junkyu singkat lalu kembali melihat kedepan. Anehnya, Jaemin masih tersenyum. Ya, setidaknya itu benar-benar aneh dimata Junkyu.

"Aku anak adopsi"

Junkyu menoleh "Serius? Kau akan bercerita sesingkat itu?"

Jaemin mengulum senyum "Kau punya rasa penasaran yang besar ya, persis seperti Pamanmu"

"Kau berkata seolah aku adalah putranya" Junkyu mendecakkan lidahnya "Katakan lebih banyak soal kau dan ayahmu"

Jaemin kembali menginjak gas, mobil kembali melaju "Bibi Na bilang Ayahku sering mengunjungi panti sejak aku berumur 4 tahun, aku per--"

"Tahan, sebentar. Kau berada dipanti sejak kapan?"

Jaemin tersenyum getir, matanya mendadak berubah sendu, namun ia kembali melanjutkan dengan tenang, "Bibi Na bilang umurku 3 bulan saat itu. Dia menemukanku di kursi taman" Cengkraman pada stir mobil semakin kuat "Aku tak tahu apakah aku adalah anak pembawa sial bagi orang tua asliku, ya aku benar-benar tak ingin mengetahuinya. Kau tahu Jun? Aku sungguh berharap aku tak akan bertemu dengan mereka" Jaemin tersenyum tulus "Bibi Na mengubah namaku saat itu"

𝐄𝐆𝐎 On-[H]&[R]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang